Advertisement

Sunday, January 24, 2021

Sapa Warga Malang, Wagub Jatim Shalat Jumat Bersama Sambil Sosialisasi PPKM

KOTA MALANG,   Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak menyapa sembari melakukan Sholat Jumat bersama warga Malang di Masjid Agung Jami' Kota Malang pada Jumat (22/1) siang.

 

Tak hanya melaksanakan Sholat Jumat, dalam kesempatan tersebut, Wagub Emil juga melakukan sosialisasi terkait PPKM atau Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat yang oleh pemerintah pusat diperpanjang selama dua pekan mulai 25 Januari hingga 8 Februari 2021.

 

Dengan diperpanjangnya PPKM Jawa-Bali, Wagub Emil berpesan kepada masyarakat untuk tidak menyalahartikannya. Dirinya menekankan bahwa PPKM bukan mematikan atau menghambat perekonomian. Namun menjadi titik tengah dalam permasalahan kesehatan dan perekonomian.

 

"Jadi melalui PPKM ini semangat kita bukan mematikan (ekonomi) melainkan sebagai titik tengah," ungkap Wagub Emil kepada awak media seusai melaksanakan Sholat Jumat bersama.

 

Emil juga mengingatkan bahwa  selama ini sebenarnya di Jawa Timur sudan melakukan berbagai pembatasan kegiatan yang telah diatur dalam Pergub maupun Perwali/Perkab. Seperti sekolah secara daring, kapasitas tempat ibadah yang hanya 50 %. Jadi spesifikasi yang ada di SE Mendagri tidak jauh beda dengan di daerah. Jika sebelumnya work from home (WFH) ditetapkan sebesar 50 %, maka sekarang 75 %.

 

"Jangan sampai kita berasumsi bahwa yang kita lakukan ini karena ada PPKM, jika tidak ada PPKM kita santai. Tidak bisa begitu. Harus benar-benar waspada sampai kita terbebas dari pandemi ini," imbuhnya.

 

Sementara itu, diluar hal-hal yang ditetapkan dalam SK Mendagri, Wagub Emil menyampaikan bahwa setiap kepala daerah memiliki ruang sendiri untuk memodifikasi item-item yang rawan diluar SE Mendagri.

 

Segala pembatasan ini, sebut Wagub Emil, sebagai ikhtiar bersama untuk menurunkan angka konfirmasi positif Covid-19 yang tercatat mengalami peningkatan sejak November 2020 lalu.

 

"Tujuannya tren ini bukan hanya melandai tapi bisa turun, seiring juga dengan vaksinasi," tegas Emil Dardak.

 

Selain fokus pada sosialisasi PPKM, Wagub Emil juga mengapresiasi langkah Pemkot Malang melalui Masjid Tangguhnya. Diharapkan, Kota Malang bisa terus menurunkan angka kasus positif Covid-19 dan bisa menjadi inspirasi daerah lainnya.

 

Sementara itu, Walikota Malang Sutiaji yang turut hadir mendampingi Wagub Emil menyampaikan bahwa Program Masjid Tangguh tak hanya menitik beratkan pada pelaksanaan protokol kesehatan (Prokes), melainkan juga pada nilai dakwah.

 

"Tujuan Masjid Tangguh adalah bukan hanya jemaah datang lalu taat protokol kesehatan, tapi juga bisa memviralkan kepada yang lain bahwa virus Covid-19 ini belum selesai," jelas Sutiaji.

 

Dirinya berharap, keberadaan Masjid Tangguh bisa memberikan contoh bagi masjid-masjid lainnya. Karena, persoalan Covid-19 ini tanggung jawab bersama.(*)


Saturday, January 16, 2021

Sekdaprov Heru Harap TNI/Polri Gencarkan Covid Hunter, Operasi Yustisi dan Kampung Tangguh

MADIUN,  Sekretaris Daerah Prov (Sekdaprov) Jatim Heru Tjahjono berharap agar jajaran TNI-Polri kembali menggencarkan upaya Covid Hunter, Operasi Yustisi dan mendorong Kampung Tangguh di seluruh wilayah yang dinilai tinggi penyebaran Covid-19 nya. Hal itu disampaikan mengingat saat ini terdapat perubahan perilaku masyarakat terhadap kepatuhan penerapan protokol kesehatan (Prokes) di masa pandemi Covid-19.

"Perubahan perilaku itulah yang harus kembali diantisipasi oleh seluruh Satuan Tugas (Satgas) Covid-19 di masing masing wilayah untuk meningkatkan kewaspadaan di masa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM)," ujar Sekdaprov Jatim Heru Tjahjono saat memimpin Rapat PPKM Kota/Kab Madiun, Kab. Ngawi, Kab. Kediri dan Kab. Nganjuk di Bakorwil I Madiun, Jumat (15/1).

Ia mengatakan, saat ini peningkatan sejumlah kasus positif Covid-19 banyak disebabkan oleh perubahan perilaku masyarakat yang tidak lagi patuh terhadap Prokes.

Selain perubahan perilaku, Sekdaprov Heru juga menyoroti mobilisasi orang yang banyak berkunjung ke sejumlah daerah. Sehingga penyebaran Covid-19 tidak bisa terbendung.

Oleh karena itu, Sekdaprov Heru kembali menekankan pentingnya pelaksanaan Operasi Yusitisi dan Covid Hunter untuk menegakkan kedisiplinan masyarakat terhadap penerapan Prokes di Jatim.

Tak hanya itu, untuk menimbulkan efek yang lebih jera dan penurunan jumlah kasus positif berjalan efektif, pihaknya mengusulkan agar setiap daerah kembali menggelar Operasi Yustisi sebagai bentuk peringatan kepada pelanggar Prokes. Dirinya juga mendorong kembali eksistensi Kampung Tangguh dengan memperkuat akses hingga ke wilayah pelosok daerah.

"Biasanya masyarakat jika ada sanksi dan hukuman akan lebih patuh terhadap penerapan Prokes yang ada," ungkapnya.

Sementara itu, Ketua Rumpun Kuratif Satgas Covid-19 Jatim dr. Joni Wahyuhadi mengatakan, pelaksanaan PPKM di beberapa daerah di Jatim dilatar belakangi oleh meningkatnya kasus Covid -19 hingga mengakibatkan kematian. Terbukti, setiap kenaikan ada tingginya mobilitas masyarakat yang diikuti oleh meningkatnya kasus baru Covid-19. "Serta, adanya varian baru virus Covid-19 yang lebih menular," urainya.

Maka, implementasi pokok PPKM terdiri dari pembatasan tempat kerja/perkantoran, pembatasan restoran dan pusat perbelanjaan, menekankan kegiatan belajar mengajar secara daring/online hingga mengijinkan tempat ibadah dengan pembatasan kapasitas sebesar 50 persen.

Sementara itu, Kapolresta Madiun AKBP Dewa Putu Eka Darmawan mengatakan, saat ini progres untuk PPKM di Kota Madiun dilakukan penyekatan di 8 titik akses masuk Kota Madiun. Dirinya juga menugaskan Covid Hunter Polresta Madiun yang terdiri dari Sabhara dan Reskrim sebanyak 30 personil. Tim tersebut akan bertugas memburu pelanggar Prokes, membubarkan kerumunan dan menjemput masyarakat yang positif dari isolasi mandiri ke tempat karantina.

Hadir di acara tersebut, Kabakesbangpol Prov. Jatim, Kasatpol PP Prov. Jatim, Kepala RSUD dr. Soetomo, Ka. RS Jiwa Menur dan Plt. Kepala Bakorwil Madiun. Juga, hadir dari jajaran PJU Polda Jatim, Kodam V Brawijaya, Kapolres dan Dandim di wilayah Bakorwil Madiun dan para Sekda di wilayah Bakorwil I Madiun. (*).


Monday, January 11, 2021

Akhirnya Pemkab Bondowoso Akui “Kotak Amal” Bondowoso Bersedekah Keliru

 

BONDOWOSOijenpost.co.id - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bondowoso serius menangani persoalan di “Kotak Amal” Bondowoso Besedekah. Hari ini, senin (11/01) Komisi III menggelar rapat kerja dengan Pemerintah untuk meminta jawaban Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Bondowoso, Hj. Farida terkait polemik Program Gerakan Tanggap dan Peduli Rakyat Miskin (Tape Manis), yang direalisasikan dengan menempatkan “Kotak Amal” untuk mencari sumber dana dari bantuan masyarakat.

Ketua Komisi III, Sutriono ditemui media di Kantor DPRD Bondowoso usai rapat kerja dengan Bappeda, mengatakan, kami menggaris bawahi, bahwa Bondowoso Bersedekah adalah program inovasi daerah. Yang di launching 2018. “Tentunya program baru tersebut, kami dari Komisi III sangat mendukung program pemerintah dalam percepatan penanggulangan kemiskinan, yang sebenarnya muaranya adalah kesemrawutan data base kemiskinan”.

“Dalam konsideran Perbub 42A, Gerakan Tape Manis, pemkab Bondowoso tidak mencantumkan Permensos 15 Tahun 2017 sebagai petunjuk pelaksanaannya. Meskipun APBD tidak mampu mengcover, sehingga butuh instrumen/perangkat lain dalam membantu masyarakat miskin, tetapi harus dilaksanakan sesuai ketentuan PerUndang-Undangan”.

Sutriono menegaskan bahwa pelaksanaan pengumpulan dana sumbangan dari masyarakat itu salah. “Jika ditanya benar atau salah, pelaksanaan program “Kotak Amal”, jelas salah, hanya tadi Bu. Farida (Kepala Bappeda) tidak bilang secara langsung, tetapi dengan mengalihkan pengumpulan dana sumbangan masyarakat kepada Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) yang akan mengumpulkan, itu sudah jelas makna yang terkandung”.

“Program apapun yang dilakukan pemerintah, adalah mandat Bupati kepada OPD terkait, jika tupoksinya dekat dengan kemiskinan atau kesejahteraan sosial, seharusnya mandat didelegasikan kepada Dinas Sosial. Karena dari awal proses inisiasi program dari Bappeda, kami tetap apresiasi. Persoalan hari ini sudah siap, program ini nanti pindah ke Dinas Sosial, dan mulai PAK 2021, operasional Program ini dari Dinas Sosial”.

Kepala Bappeda Bondowoso, Hj. Farida, menyatakan bahwa semua sudah dijelaskan kepada Komisi III secara lengkap, terkait tujuan dan ending dari program ini adalah ingin menanggulangi program kemiskinan. Tujuan dari program ini menerima pengaduan manyarakat miskin yang tidak tersentuh oleh program pemerintah.

“Kotak amal mungkin nanti namanya bukan “Bondowoso Bersedekah”, tetapi mungkin namanya “Sedekah Untuk Baznas”, tidak masalah, yang terpenting masyarakat miskin yang tidak tersentuh (APBD) dan mengadukan permasalahannya dapat terbantukan dengan baik”, pungkas Farida. (*)

Saturday, January 9, 2021

11 Kab/Kota di Jatim Diberlakukan PPKM, Gubernur Khofifah Ajak Semua Pihak Ikut Mematuhi

SURABAYA, Sebanyak 11 kab/kota di Provinsi Jatim akan diberlakukan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) mulai 11-25 Januari 2021. Adapun 11 kab/kota tersebut yakni Kota Surabaya, Kab. Sidoarjo, Kab. Gresik, Kota Malang, Kab. Malang, Kota Batu, Kota Madiun, Kab. Madiun, Kab. Lamongan, Kab. Ngawi dan Kab. Blitar.

          Penetapan Kesebelas daerah tersebut berdasarkan pertimbangan atas (1)  Instruksi Kemendagri No.1 Tahun 2021 yaitu Surabaya Raya meliputi Kota Surabaya, Kabupaten Gresik dan Kabupaten Sidoarjo; (2) atas dasar  daerah yang masuk zona merah  dalam peta  BNPB yaitu ( Kabupatwn.Blitar, Kabupaten Lamongan dan Kabupaten Ngawi)   serta (3) daerah yang memenuhi seluruh kriteria 4 indikator yang ditetapkan oleh Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPC PEN) yaitu Kabupaten Madiun dan Kota Madiun.

          Empat kriteria pembatasan kegiatan untuk pengendalian penyebaran Covid-19 yakni diukur dari (1)  tingkat kematian di atas rata-rata nasional (3%) ; (2)  tingkat kesembuhan di bawah rata-rata nasional (82%); (3)  tingkat kasus aktif di atas rata rata Nasional (14%)  serta (4)  tingkat keterisian tempat tidur rumah sakit (BOR) ICU dan isolasi di atas 70%.

          Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengatakan, berdasarkan Inmendagri 1/2021 diktum 1 disebutkan bahwa daerah prioritas adalah Surabaya Raya dan Malang Raya. Sedangkan diktum 3 yang menyebutkan bahwa Gubernur juga dapat menetapkan kabupaten - kota lain.

          Maka, landasan penetapan kabupaten dan kota yang akan diberlakukan PPKM adalah daerah yang ditetapkan sebagai prioritas dalam Inmendagri 1/2021, daerah yang masuk zona merah dalam peta  BNPB, serta daerah yang  memenuhi seluruh kriteria 4 indikator.

          Khofifah mengatakan, berdasarkan 4 Indikator yang telah ditetapkan oleh KCPEN dan Kemendagri, ada dua daerah di Jatim yang memenuhi kriteria tersebut, yakni Kota Madiun dan Kabupaten Madiun. Sedangkan berdasarkan Peta Resiko COVID-19 yang diterbitkan oleh Gugus Tugas COVID-19 Pusat, Jatim juga memiliki 3 zona merah saat ini yakni Kab. Blitar, Ngawi, dan Lamongan.

          "Berdasarkan berbagai pertimbangan tersebut baik Instruksi Kemendagri, kemudian 4 indikator serta peta resiko Covid-19 yang diterbitkan Gugus Tugas pusat, maka ditetapkan 11 kab/kota di Jatim diberlakukan PPKM mulai 11 hingga 25 Januari 2021," ungkap Khofifah di  Surabaya, Sabtu (9/1/2021).

          Untuk itu, Khofifah mengajak semua pihak termasuk masyarakat ikut mematuhi pelaksanaan PPKM tersebut. Dengan kerjasama semua pihak, ia berharap penyebaran Covid-19 dapat terus ditekan sehingga kegiatan masyarakat termasuk pemulihan ekonomi dapat berjalan maksimal.

          "Salah satu penyebab peningkatan kasus Covid-19 ini adalah peningkatan mobilitas  manusia sehingga penularan Covid-19 terus berjalan dan belum bisa dihentikan. Padahal, penurunan mobilitas akan sangat berpengaruh terhadap proses penularan Covid-19. Dengan diberlakukannya PPKM ini diharapkan dapat menekan penularan Covid-19," terangnya.

          Sementara itu, saat ini kasus Covid-19 di Jatim menujukkan tren yang cukup signifikan. Dimana per Sabtu , 9 Januari 2020, kasus Covid-19 di Jatim mencapai 91.609 kasus dengan kasus konfirmasi sembuh sebanyak 78.602  kasus (85,80%), kasus yang dirawat sebanyak 6.627 kasus (7,24%) dan meninggal 6.380 kasus (6.96%).

          Sementara berdasarkan data kapasitas TT Covid-19 di Jatim, terdapat peningkatan jumlah BOR ICU isolasi maupun isolasi biasa untuk pasien Covid-19. Saat ini, BOR ICU COVID-19 telah mencapai 72% dan Isolasi COVID-19 mencapai 79%. Angka ini tentunya perlu diwaspadai karena standar dari WHO adalah 60%.

          "Tidak hanya itu, tren kasus mingguan baru Covid-19 di Jatim mengalami peningkatan yang signifikan sejak minggu kedua November sampai Januari. Tampak bawa kasus COVID-19 maupun kematian belum menunjukkan tren penurunan sehingga dibutuhkan pembatasan mobilitas guna mencegah penyebaran Covid-19 di Jatim, harapannya PPKM ini menjadi upaya yang masif dan terstruktur untuk menghambat penyebaran COVID-19 di bumi Jawa Timur ini," pungkasnya.


Friday, January 8, 2021

Wujudkan Healthy-Smart Trendsetter Life bersama #realmeWatchSFitChallenge di tahun 2021

Jakarta, 4 Januari 2021 – Kesehatan selalu jadi elemen penting namun kerap kali dilupakan oleh beberapa orang. Jika kamu salah satu diantaranya, kamu perlu membaca artikel ini hingga selesai. Jika kamu terus-terusan menyepelekan kesehatan, tanpa kamu sadari imun yang menjaga ketahan tubuh lama-kelamaan akan turun dan badan akan terserang banyak penyakit. Menyambut tahun baru, biasanya muncul juga semangat untuk mencapai resolusi baru. Momentum pergantian tahun menjadi waktu yang tepat untuk kembali memperhatikan kesehatan diri dan membuat resolusi besar di bidang kesehatan, misalnya dengan berolahraga secara rutin minimal 3x seminggu. Selain punya banyak manfaat bagi kesehatan secara fisik, olahraga juga dapat membantu kesehatan mental dan mempengaruhi suasana hati. Meski sebentar, olahraga yang rutin dilakukan dapat mempengaruhi perasaan secara signifikan. Apalagi ditambah dengan menerapkan pola sehat. Dampaknya akan terasa oleh tubuh. Kamu juga dapat menggunakan bantuan smartwatch untuk menjadi trendy personal health assistant-mu. realme, merek Favoritnya Anak Muda yang menawarkan kehidupan cerdas kepada anak muda melalui produk miliknya, kali ini mengajak teman-teman untuk hidup lebih sehat. Nah, sebelum mulai berolahraga, simak beberapa cara agar tetap bugar dan siap menjadi pribadi yang baru dengan memulai gaya hidup sehat di tahun 2021 dari realme: Tetap Aktif dan Cukup Minum Air Putih Melewati tahun yang penuh tantangan hingga merasakan karantina di rumah masing-masing membuat kegiatan fisik sehari-hari menjadi sangat terbatas karena mobilitas yang minim. Ironisnya, hal mendasar namun amat penting, yaitu konsumsi air putih yang cukup dan tetap aktif bergerak seringkali terlupakan. Secara umum, manusia membutuhkan sekitar 8 gelas air per hari. Namun, jumlah tepat asupan air yang diperlukan tiap individu sebenarnya bergantung pada jenis kelamin, berat badan, usia, dan aktivitas yang kita lakukan sehari-hari. Tak perlu khawatir dan repot berhitung, jika menggunakan realme Watch S, jam pintar ini akan secara otomatis mengingatkan kamu kapan harus minum dan bergerak. Lebih perhatian dari si doi, ya? Pantau Detak Jantung dan Cek Kadar Oksigen dalam Darah Denyut jantung merupakan indikator kesehatan umum yang akan mengetahui kebugaran seseorang. Dengan fitur real-time Heart Rate Monitor yang ada pada realme Watch S, kini kamu dapat memantau detak jantungmu selama 24 jam tanpa gangguan. Bahkan, realme Watch S juga akan memberikan notifikasi jika detak jantung mu terlalu rendah atau terlalu tinggi. Di tengah pandemi ini, kadar oksigen atau saturasi dalam darah juga merupakan indikator penting yang harus dipantau setiap hari untuk mengetahui seberapa baik tubuh dalam mendistribusikan oksigen dari paru-paru ke seluruh sel-sel dalam tubuh. Normalnya, kadar oksigen dalam darah berada pada rentang 95-100 persen. Di bawah angka itu, tubuh akan mengalami kekurangan oksigen dan harus segera dikonsultasikan ke dokter. Untuk memantau kadar oksigen dalam darah, realme Watch S dibekali dengan fitur SpO2 yang akan membantu pengguna untuk memantau oksigen dalam darah dengan mudah kapan saja tanpa perlu membeli alat medis terpisah. Last but not Least, Yuk Olahraga Secara Rutin Selain memantau kesehatan melalui fitur yang canggih dan real-time, kamu bisa melakukan sedikit peregangan dengan olahraga agar badan tetap fit dan bugar. Dilengkapi dengan 16 mode olahraga, realme Watch S semakin memudahkan kamu untuk menganalisis tingkat kebugaran tubuhmu saat melakukan berbagai macam aktivitas olahraga harian. Jika kamu merupakan pribadi yang perlu dorongan untuk berolahraga, realme punya solusinya. Berawal dari tantangan yang diberikan Palson Yi selaku Marketing Director realme Indonesia kepada salah satu timnya, Adhie sebagai Project Manager realme Indonesia untuk hidup lebih sehat, realme akan mengadakan program realme Watch S Fit Challenge. Sebagai merek Favoritnya Anak Muda yang menawarkan smart trendy lifestyle kepada anak muda melalui produk-produknya, realme akan berkolaborasi dengan @alderjakarta dan mengajak kamu, para anak muda, untuk ikut berpartisipasi dalam challenge ini selama 7 hari secara online, mulai tanggal 4-10 Januari 2021. Pada program realme Watch S Fit Challenge ini, realme akan melakukan live workout dan memberikan kamu daily workout menu setiap harinya selama 7 hari berturut-turut mulai tanggal 4 Januari 2021. Unggah foto/video selama mengikuti program ini di Instagram Story dan masukan ke dalam highlight khusus di profile Instagram-mu yang diberi judul “realme Watch S”. Tag @realmeindonesia dan @alderjakarta, serta gunakan hashtag #realmeWatchSFitChallenge. Jangan private akunmu dan ikuti challenge ini hingga selesai. Karena kamu akan berkesempatan untuk memenangkan hadiah smartphone dan smartwatch seperti realme 7 Pro Special Edition, realme C12, realme Watch S, dan Alder Online Class Vouchers. Mari mulai gaya hidup sehat dengan realme Watch S, ikuti tantangannya, dan menangkan hadiahnya! Jangan lupa saksikan perjalanan Adhie menuju hidup lebih fit dan sehat dengan realme Watch S Fit Challenge di channel YouTube resmi realme Indonesia. Untuk informasi lebih lanjut tentang realme Watch S Fit Challenge, anak muda bisa follow @realmeindonesia di Instagram. (###)

Wednesday, January 6, 2021

Fraksi PKB Anggap Pj Sekda Soekaryo Tidak Jujur Menjelaskan Dasar Hukum “Kotak Amal”


BONDOWOSO – ijenpost.com
- Press release Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah (Sekda) Bondowoso, Soekaryo, SH, MM menjawab polemik kotak amal dalam program Bondowoso Bersedekah, menentang pernyataan yang menyatakan sumbangan masyarakat adalah pungli, Selasa 5/1/2021.

“Kebijakan kotak amal Bondowoso Bersedekah sudah mengacu pada UU 13 2011, PP 16 Tahun 2015, Permensos No. 15 Tahun 2017 dan Perbup Bondowoso Nomor 42A Tahun 2019 tentang Tentang Gerakan dan Tanggap Peduli Masyarakat Miskin Kabupaten Bondowoso. Kotak amal Bondowoso Bersedekah, tidak ada unsur paksaan dan tidak ada unsur memperkaya diri”, tegas Soekaryo.

Sekretaris Fraksi PKB DPRD Bondowoso, Sutriono, menanggapi press release Pj Sekda Soekaryo. Dia menjelaskan, Pemerintah Daerah kurang jujur dan utuh dalam memahami dan menerapkan dasar hukum. “Dalam PP 16 Tahun 2015 Pasal 8, Seluruh hasil pengumpulan sumbangan masyarakat yang diterima oleh Menteri, gubernur, atau bupati/walikota dikelola sesuai dengan mekanisme anggaran pendapatan dan belanja negara atau anggaran pendapatan dan belanja daerah”.

Lebih lanjut, Sutriono menjelaskan, “Pasal 27 Permensos Nomor 15 Tahun 2017, ayat (1) Penerimaan Pengumpulan Sumbangan Masyarakat berbentuk uang oleh gubernur atau bupati/wali kota sebagaimana dimaksud dalam Pasal 6 ayat (1) dan ayat (2) disetorkan ke rekening yang ditetapkan dan telah mendapat persetujuan menteri yang menyelenggarakan urusan di bidang keuangan sebagai bagian dari penerimaan anggaran pendapatan dan belanja daerah”.

“Pada ayat (2), Pengumpulan Sumbangan Masyarakat berbentuk uang sebagaimana dimaksud pada ayat (1) harus dimasukkan kedalam dokumen anggaran bendahara umum daerah sebagai pendapatan hibah langsung dalam negeri dalam bentuk uang dan didalam dokumen Rencana Kerja Anggaran Satuan Kerja Perangkat Daerah penyelenggara Pengumpulan Sumbangan Masyarakat sebagai pagu belanja/penggunaan bantuan sosial”.

“Mekanisme anggaran tersebut, akan menghasilkan Penyesuaian pagu belanja melalui revisi Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran yang diajukan kepada Kepala Kantor Direktorat Jenderal Perbendaharaan setempat untuk disahkan sesuai dengan Peraturan Menteri Keuangan mengenai tata cara revisi anggaran”.

Dalam hal Kuasa Pengguna Anggaran, lanjut Sutriono, Permensos Nomor 15 Tahun 2017 pasal 27 angka 3 dan 4 mengamanahkan, “Kuasa Pengguna Anggaran Pengumpulan Sumbangan Masyarakat dalam bentuk uang pada satuan kerja perangkat daerah yang menyelenggarakan Pengumpulan Sumbangan Masyarakat melakukan penyesuaian pagu belanja yang bersumber dari hibah langsung dalam bentuk uang pada Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran”.

Sutriyono menambahkan, ketentuan pada Pasal 11 angka (2) PP 16 tahun 2015 Bupati/walikota sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dapat mendelegasikan kewenangannya kepada kepala satuan kerja perangkat daerah yang menangani urusan sosial di kabupaten/kota

Dikatakan Sutriono, dalam Peraturan Bupati Bondowoso Nomor 42A Tahun 2019 juga jelas menjelaskan sumber dana Tape Manis, “Pada pasal 10, menjelaskan 2 sumber pembiayaan Gerakan Tape Manis, pertama berasal dari APBN, APBD Prov/Kab, APBDes/Kelurahan. Kedua berasal dari sumber lain yang sah dan tidak mengikat salah satunya dari sumbangan masayarakat”.

Sutriono mempertanyaan, apakah ketentuan PP 16 tahun 2015 pasal 11 angka (2) dan Permensos pasal 27 angka (1 dan 2) sudah dilaksanakan oleh Pemkab. “Jika ketentuan tersebut tidak dipenuhi, pertanyaannya apakah kegiatan menarik sadekah itu sah atau ilegal, berdasarkan peraturan perundang undangan. Karena setiap pasal dalam regulasi pasti memiliki hubung kait yang tidak terpisahkan sebagai satu kesatuan”.

“Sebagai pejabat pembantu Bupati, seharusnya Bapak Sekda membaca aturan secara lengkap serta memberikan penjelasan yang jujur dan utuh kepada masyarakat", pungkas Sutriono. (Suwarno)

Sunday, January 3, 2021

New Man, Ikon Protokol Kesehatan Pemkot Surabaya Beraksi Keliling KBS dan Mal

SURABAYA, Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya atau Satgas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Surabaya sudah lama menciptakan ikon 'new man, Biasakan yang Tidak Biasa' untuk mensosialisasikan protokol kesehatan demi mencegah penyebaran Covid-19 di Kota Pahlawan. Jika selama ini ikon new man hanya berbentuk foto dan video yang tersebar di berbagai media sosial, reklame dan mural di berbagai lokasi, kini ikon new man itu langsung beraksi ke lapangan.

 

Ikon yang diperankan langsung oleh Camat Sawahan M. Yunus itu langsung beraksi keliling ke Kebun Binatang Surabaya (KBS) dan Mal Tunjungan Plaza (TP) Surabaya, Jumat (1/1/2021). Sosok New Man yang unik, dengan kepala plontos dan perut buncit, dibalut dengan pakaian hijau dan kaos tangan serta sepatu orange sembari memakai masker, ternyata menyita perhatian para pengunjung KBS dan TP 5. Mereka tampak kaget dan beberapa langsung mengabadikan sosok New Man itu.

 

Tiba di KBS, dia langsung menyapa para pengunjung dan meminta untuk selalu disiplin menjaga protokol kesehatan. Bahkan, ia juga memberikan dan memakaikan masker kepada anak-anak yang terlihat tidak memakai masker. "Maaf ya dik, New Man pakaikan masker ya," kata Sang New Man kepada Fathin Amiratul Ummah sembari memakaikan masker.

 

Setelah itu, ia terus keliling menyusuri berbagai wahana dan kandang satwa di KBS itu. Selama keliling, ia tak henti-henti mensosialisasikan protokol kesehatan dengan menggunakan pengeras suara. "Ayo dulur-dulur, tetap dijaga protokol kesehatannya, maskernya jangan diplorot, jaraknya dijaga, cuci tangan dengan sabun, karena Covid-19 ini belum selesai. Ayo kita lawan Covid-19 ini bersama-sama," kata Sang New Man.

 

Usai keliling KBS, New Man pun bergeser menuju Mal TP 5 Surabaya. Di mal besar yang ada di tengah kota itu, ia langsung mensosialisasikan protokol kesehatan dengan pengeras suaranya. Sosok New Man yang unik itu langsung menyita perhatian para pengunjung mal. Mereka pun tampak memperhatikan sosialisasi yang disampaikan Sang New Man.

 

Ia pun langsung menuju area food court TP 5. Di tempat makan itu, ia tak henti-henti mensosialisasikan para pengunjung untuk tetap menjaga protokol kesehatan. Bahkan, ia meminta mereka untuk menutup maskernya ketika sudah selesai makan. "Ayo dipakai lagi maskernya kalau sudah selesai makan, jaga jaraknya juga. Mari kita bersama-sama lawan Covid-19 ini," ujarnya.

 

Pada kesempatan itu, Sang New Man yang sekaligus Camat Sawahan M. Yunus mengatakan Ikon New Man itu merupakan ide Bu Risma yang saat itu meminta jajarannya di Pemkot Surabaya untuk membuat ikon supaya masyarakat selalu ingat kepada protokol kesehatan. Ide itu kemudian diterjemahkan oleh Wakil Sekretaris IV Satgas Percepatan Penanganan Covid-19 Surabaya yang sekaligus Kepala BPB Linmas, Irvan Widyanto, dengan membuat ikon New Man.

 

"Kebetulan yang dipilih oleh Pak Irvan saya, karena perut saya buncit dan kepala saya botak, mungkin ini unik, sehingga saya wakafkan diri saya ini untuk terus mensosialisasikan protokol kesehatan kepada masyarakat, supaya Covid-19 ini cepat selesai di Surabaya. Apalagi, kalau hanya penertiban terus saya kira warga bosen ya, makanya beliau bikin ini," kata Yunus.

 

Oleh karena itu, ia juga mengajak kepada warga Kota Surabaya untuk terus disiplin menjaga protokol kesehatan. Apalagi, saat ini sudah ada Perwali 67 yang memberlakukan denda bagi pelanggar protokol kesehatan sebesar Rp 150 ribu. "Jadi, bagi pengusaha dan masyarakat sebagai individu akan didenda Rp 150 ribu jika melanggar protokol kesehatan, dan itu tidak perlu sidang. Makanya ayo kita sama-sama disiplin," ujarnya.

 

Sementara itu, Wakil Sekretaris IV Satgas Percepatan Penanganan Covid-19 Surabaya yang sekaligus Kepala BPB Linmas, Irvan Widyanto, mengaku sengaja beraksi bersama New Man ke KBS dan Mal saat ini karena momennya tepat, yaitu momen New Year dan ada New Man. Makanya, yang di sasar saat ini adalah tempat-tempat yang banyak dikunjungi warga pada saat libur tahun baru ini. "Rencananya nanti kami juga akan sasar pasar-pasar tradisional dan tempat kerumunan lainnya," tegas Irvan yang sejak awal mendampingi Sang New Man.

 

Mantan Kasatpol PP Surabaya ini juga memastikan bahwa selain sosialisasi protokol kesehatan, ia bersama jajaran Linmas juga membagi-bagikan masker kepada para pengunjung KBS dan Mal TP 5 Surabaya. "Tadi kami bagi-bagi sekitar 1000 masker, baik masker anak-anak maupun dewasa. Kami berharap warga tidak kendor dalam menjaga protokol kesehatan. Menurut kami, vaksin terbaik adalah perubahan perilaku dengan biasakan yang tidak biasa, dengan cara itu, insyallah Covid-19 di Surabaya akan segera selesai," pungkasnya. (*)

 

 



Cak War

Asosiasi Media Online Indonesia

Asosiasi Media Online Indonesia

Mitra Ijen Post

Logo Ijen Post

INFO HARGA SEMBAKO JAWA TIMUR

http://picasion.com/