Saturday, February 27, 2016

Opini Akhir Pekan ; Bondowoso, Riwayatmu Kini...

Oleh Blawong Saketi

Hampir satu bulan, aktifis pro Revolusi Bondowoso, Suwarno alias Cak War, Seorang Pimpinan Media Lokal Bondowoso, menikmati pengapnya dinding tertutup deruji besi, sel Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) yang rata rata penghuninya Narapidana kasus kriminal dan Korupsi.  Tapi kali ini Lapas yang terletak di tengah Kota Bondowoso ini "terisi" seorang patriot yang memperjuangankan perubahan demi kemakmuran Kota yang dicintainya. BONDOWOSO....
Undang Undang Informasi dan Transaksi Elektronik yang sejak semula " dicurigai" oleh sebagian kalangan sebagai sebuah Undang Undang " Pesanan " Kaum Feodal yang merasa risih dengan sepak terjang Komunitas Jurnalistik, menjadi intrumen yang ampuh untuk " mengkandangkan" aktifis kritis seperti Cak War ini.
Meninggalkan cerita diatas, dari sisi sosial, bahwa apa yang terjadi di Bondowoso mengindikasikan " ada sesuatu yang tidak beres". Tidaklah suatu pergerakan di Bondowoso tidak didahului oleh suatu sebab. Pergerakan sosial yang dimotori oleh Cak War adalah sebuah embrio kejenuhan akan adanya suatu aplikasi sistem yang membuat rakyat " tidak nyaman " dengan kondisi yang ada. Sehingga keadaan itu mendorong rakyat bergolak untuk melawan. Dan perlawanan itu membuahkan hasil yang dirasakan oleh beberapa pihak.Paling tidak ada " titik kejut" yang membuat kaum feodal terhenyak dan " kringetan".
Cak War adalah sebuah simbul perlawanan tapi bukan perlawanan yang sesungguhnya. Dia hanyalah sebuah embrio dari perlawanan yang sesungguhnya. Terbukti,rumor yang santer, Dewan Informasi dan strategi Kebijakan Badan Intelijen Negara ( Disk BIN) beserta beberapa persolnil dari Intelijen Kepresidenan," turun" untuk menyerap informasi situasi yang terjadi. Terlepas benar dan tidaknya rumor kedatangan " pasukan pasukan siluman" tersebut, nyatanya akhir akhir ini Kota yang dijuluki sebagai Kota Tape ini banyak dikunjungi pejabat pejabat pusat secara terbuka maupun tertutup. Bukan itu saja, dari institusi yudikatif, banyak pejabat yang turun melakukan supervisi dan pengawasan langsung terhadap laporan dan pengaduan masyarakat.
Fenomena fenomena tersebut, jika tidak segera disadari oleh Pemangku Kebijakan, baik dari eksekutif maupun Legeslatif dan Yudikatif untuk segera melakukan "revolusi" segala lini, tidak tertutup kemungkinan akan menjadi " Bangkalan Kedua" yang pejabatnya diporak porandakan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi ( KPK) dan kotanya akan menjadi " incombent" pemegang " medali" kota Tertinggal yang abadi.
"Semoga pengorbanan saya tidak sia sia", Mengutip pesan moral Cak Waf sebelum menghuni sel pengap Lapas Bondowoso.
Gelombang revolusi itu belum berakhir, Kawan...( Tim/Pekkak)
(Penulis adalah Pemerhati masalah sosial yang aktif di bidang pergerakan sosial di Jakarta)

Cak War

Asosiasi Media Online Indonesia

Asosiasi Media Online Indonesia

Mitra Ijen Post

Logo Ijen Post

INFO HARGA SEMBAKO JAWA TIMUR

http://picasion.com/