Tuesday, March 22, 2016

Intrupsi !!! Hidupnya Demokrasi di Gedung Dewan

BONDOWOSO, Ijenpost.co.id
Suasana "panas" pada Rapat Paripurna DPRD Bondowoso, Senin ( 21/3) adalah merupakan indikasi hidupnya sistem Demokrasi yang mulai hidup. Fungsi Kontrol Dewan yang selama ini dinilai " mati suri", dikejutkan dengan interupsi dari anggota dewan yang selama ini hanya sebagai komunitas politik " Yes Mam". 
Adalah Irwan Bachtiar, Wakil Ketua DPRD Bondowoso, memulai "greget kehidupan" lembaga monitoring dan kontrol yang telah dimanifestasikan dalam lembaga Legeslatif ini menjadi lembaga yang " hidup". Intrupsinya dalam rapat paripurna rencana pengesahan 7 raperda yang diajukan oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Bondowoso, menjadi petir di siang bolong dalam gedung Dewan yang selama ini dipenuhi " kesejukan".  Tetapi jika kita renungkan, bahwa " kesejukan" selama ini justru akan menjadi situasi yg membuat iklim biokrasi kontra produktif dengan tujuan bertata negara khususnya dalam pembangunan daerah.
Fenomena itu ditanggapi serius  Oleh M.Arif, Koordinator Imc Strategis Jakarta. Selaku pengamat sosial dan politik, M.Arif menyatakan bahwa Intrupsi yang dilakukan Irwan Bachtiar adalah indikasi yang positif iklim demokrasi Di Bondowoso.
" Saya kurang sependapat bahwa apa yang dilakukan Irwan Bachtiar sebagai hal yang kurang ethis dilakukan di Rapat Paripurna. Justru apa yang dilakukan Irwan adalah hal yang positif sebagai indikasi hidupnya lembaga kontrol pemerintah tersebut. Saya menduga bahwa yang menyatakan hal itu tidak " elok" adalah oknum oknum yang pro status quo yang selama ini diuntungkan dengan " kesejukan" digedung dewan", Papat Arif dalam konfermasinya melalui seluler.
" Intrupsi Irwan, sebuah indikasi ketelitian seorang anggota dewan terhadap materi yang disodorkan oleh Eksekutif selaku inisiator Perda. Jika saja Irwan tidak melakukan intrupsi dan kemudian Raperda itu diloloskan begitu saja oleh Rapat paripurna, tentunya akan menjadi sebuah aturan yang " asal jadi" dan kurang efektif serta hanya menghamburkan keuangan negara. Selain itu dengan adanya dugaan manipulasi naskah Akademik yang dinilai " abal abal" tentunya ada dugaan penyelewengan keuangan negara.sebab pembuatan naskaj akademik juga menggunakan anggaran negara.", Pungkas Arif menutup selulernya.
suatu hal yang positif telah dimulai dari keberanian anggota dewan menginterupsi sebuah fakta yang " salah" yang selama ini didiamkan dalam " kesejukan iklim" di Gedung Dewan.(tim/str01)





Dikirim dari perangkat Samsung saya

Cak War

Asosiasi Media Online Indonesia

Asosiasi Media Online Indonesia

Mitra Ijen Post

Logo Ijen Post

INFO HARGA SEMBAKO JAWA TIMUR

http://picasion.com/