Monday, April 18, 2016

Mengungkap kebenaran, Hari ini Cak War Diperiksa Majelis Hakim



Cak War : " Apapun yang terjadi, Saya berpegang teguh pada prinsip. Apa yang kami beritakan adalah KEBENARAN.

BONDOWOSO, ijenpost.co.id
Perjalanan panjang kasus dugaan pelanggaran UU ITE dengan dakwaan jucto pencemaran nama baik dan fitnah dengan terdakwa Suwarno alias Cak War, Pimpinan Redaksi ( non aktif) Ijen post, memasuki babak akhir. Setelah sepuluh saksi diajukan oleh JPU dan 2 Saksi A De Charge dihadapan majelis, kini tinggal pemeriksaan terdakwa suwarno untuk dimintai keterangan/kesaksian oleh majelis hakim.
Suwarno Alias Cak War, yang telah ditahan selama 72 hari yang akhirnya penahanannya dialihkan oleh majelis hakim menjadi tahanan kota, bersikukuh bahwa apa yang diberitakan melalui media yang dipimpinnya adalah sebuah kebenaran dan fakta lapangan.
" Apapun yang terjadi, saya masih berpegang teguh pada prinsip. Apa yang kami beritakan adalah KEBENARAN", tutur Cak War di sela persiapan menghadapi sidang hari ini ( 18/4)
Mencermati perjalanan selama sidang dan hasil dari kesaksian saksi saksi yang dihadirkan oleh JPU, Cak War optimis majelis hakim akan memutus bebas perkara yang dilaporkan CV Rekso Joyo ini. 
Dilain tempat, persidangan yang telah memakan waktu hampir dua bulan ini, saat dimintakan penilaian pada Iwan Arif, Koordinator nasional sekaligus peneliti IMC Stratis Jakarta yang selalu memantau persidangan menyatakan bahwa Tidak ada satupun kesaksian saksi ahli yang menerangkan bahwa dalam tulisan yang di beritakan oleh Ijen post ada unsur fitnah dan pencemaran.
" Bukankah dengan mencermati fakta sidang, apa yang dituliska  ijen post adalah suatu kebenaran ? Dan dari saksi personil Pemerintah Daerah menjelaskan bahwa alasan tidak diberinya pekerjaan pada CV Rekso Joyo tidak ada kaitannya dengan berita ijen post. Dalam kesaksian saksi saksi yang dihadirkan JPU maupun Pengacara Cak War tidak menemukan pembuktian unsur Pencemaran yang merugikan CV Rekso Joyo. Dengan demikian tidak ada alasan bagi majelis hakim untuk tidak membebaskan Cak War dari seluruh Dakwaan JPU", papar Arif saat acara diakusi bulanan di kantor IPJI Surabaya, minggu ( 17/4)
Saat didesak pertanyaan tentang legalitas dari Ijenpost, Iwan Arif menyatakan bahwa Kesaksian saksi ahli dari Dewan Pers perlu diragukan.
" Cek pada berita acara pemeriksaan Saksi Ahli dari dewan pers. Dimana dia diperiksa dan disumpah. Pengakuan saksi ahli dari dewan pers bahwa dia didatangi penyidik Polres dikantornya ( jakarta,red) tapi yang tertera dalam BAP dan Berita Acara Sumpah Delicte Locus berada di Bondowoso. Dan cermati tanggal pemeriksaan dan tanggal berita acara sumpah. Semua tidak sesuai dengan Fakta yang terjadi. Selain itu dengan tidak hadirnya saksi ahli dari dewan pers yang juga sebagai saksi kunci dalam perkara ini, tentunya pihak terdakwa dirugikan, karena persidangan sudah tidak memenuhi azas keadilan karena terdakda hanya diposisi pasif sebab kesaksian Dewan Pers yang hanya dibacakan diterima oleh Majelis. Dengan demikian pengacara terdakwa tidak ada kesempatan menyangkal kesaksian saksi ahli bahwa ijenpost secara legalitas sudah sesuai dengan Undang", Papar panjang Aktivis 98 ini dengan penuh optimis bahwa Cak War akan lepas dari jerat hukum.
" Saya hanya berharap, Majelis bersikap obyektif, karena perkara Ijenpost ini bukan hanya perkara Cak War Semata, tapi akan menjadi yurisprudentia kasus kasus yang lain.", papar Iwan Arif mengakhiri kesimpulan diskusinya.
Bukan hanya Cak War yang berharap kebebasan, tapi tentunya semua insan pers akan berharap, bahwa Cak War bisa bebas, sebab jika Cak War diputus bersalah tentunya keputusan itu akan menjadi preseden buruk bagi semua insan pers yang bekerja dengan On Line System.(tim/str01)




Dikirim dari perangkat Samsung saya

Cak War

Asosiasi Media Online Indonesia

Asosiasi Media Online Indonesia

Mitra Ijen Post

Logo Ijen Post

INFO HARGA SEMBAKO JAWA TIMUR

http://picasion.com/