Monday, June 5, 2017

Opini : DUNIA PENDIDIKAN BONDOWOSO KEMBALI MENERIMA “PIL PAHIT” NILAI RATA-RATA UN PAKET B DI PERINGKAT 31 DARI 38 KABUPATEN/KOTA SE-JATIM

BONDOWOSO – ijenpost.net - Kejar Paket B setara SMP merupakan  program Depdiknas RI dalam menyelesaikan masalah pendidikan Non formal. Bagi pelajar yang mempunyai keterbatasan waktu belajar di pendidikan  formal, putus sekolah, konsentrasi belajar, Drop Out, homeschooling dan lain-lain. Dalam Program Paket B, Siswa yang akan mengikuti Ujian Nasional Pendidikan Kesetaraan (UNPK) diwajibkan untuk terlebih dahulu mengikuti kegiatan belajar mengajar yang diselenggarakan oleh Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM).

Ijazah dari Paket B  ini berpenghargaan sama dengan Ijazah Sekolah Menengah Pertama (SMP) yang dapat dipergunakan untuk melamar kerja, melanjutkan sekolah ke jenjang Pendidikan SLTA ( Sekolah Lanjut Tingkat Atas ) Negri maupun Swasta.

Program Pendidikan Non Formal Kabupaten Bondowoso dengan realisasi Anggaran sebesar Rp. 4.844.450.040,-. Dari realisasi anggaran tersebut, ada data yang tidak sama antara data jumlah siswa yang mengikuti ujian sesuai antaran data Depdiknas Provinsi Jawa Timur dengan data Pemerintah Daerah Bondowoso.

Depdiknas Jawa Timur mencatat jumlah peserta ujian nasional Paket B/Wustha Kabupaten Bondowoso adalah sebanyak 202 peserta didik, sedang realisasi terlaksananya ujian paket B sesuai dengan data LKPJ Bupati Bondowoso 2016, terlaksananya Ujian Kejar Paket B adalah sebanyak 570 anak didik. Ada selisih sebanyak 368 anak didik yang mengikuti ujian Nasional Paket B/Wustha.

Dari total realisasi anggaran Pendidikan Non Formal, alokasi anggaran sebesar Rp. 4.133.233.040 atau sekitar 86% dialokasikan untuk penyediaan sarana dan prasarana pendidikan non formal. Sementara anggaran yang digunakan untuk Pengembangan Pendidikan Keaksaraan hanya dialokasikan sebesar Rp. 195.740.500,- atau hanya 4 % saja dari taotal anggaran Pendidikan Non Formal.

Melihat ketimpangan alokasi Anggaran Pendidikan Non Formal, antara penyediaan sarana dan prasarana pendidikan non formal dibanding dengan kegiatan pendidikannya sangat menyolok. Sehingga hasil prestasinya pun dapat sangat terlihat dari alokasi anggaran yang kurang tepat sasaran.

Data Hasil rata-rata nilai Ujian Negara Paket B/Wustha Depdiknas Jawa Timur jelas mengambarkan, bahwa Bondowoso jatuh pada peringkat 31 dari 38 kabupaten/kota se-Jawa Timur. Sedang 1 kabupaten, yaitu Kota Madiun absen tidak melaksanakan Ujian Negara Paket B. Tetapi prestasi terpuruk rata-rata nilai UN Paket B Kabupaten Bondowoso, sedikit lebih baik mengungguli nilai rata-rata UN SLTP Kabupaten Bondowoso yang masuk pada peringkat 37 dari 38 kabupaten/kota se-Jatim. (Tim)

Cak War

Asosiasi Media Online Indonesia

Asosiasi Media Online Indonesia

Mitra Ijen Post

Logo Ijen Post

INFO HARGA SEMBAKO JAWA TIMUR

http://picasion.com/