Wednesday, June 14, 2017

Opini : DEMI MENANG TENDER, KIRIM SETAN KE ULP LPSE UNTUK RUBAH DATA


Isu miring terkait tender proyek kembali mencuat dari lingkungan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan. Setelah gencarnya pemberitaan lelang gedung Pembangunan Educatoin Development Centre (EDC) yang dipaksakan calon pemenangnya, pihak ULP dengan segala cara masih mempertahankan calon pemenang dengan mengulur waktu pengumuman pemenang lelang.

Beredarnya kabar soal dugaan terjadinya rekayasa proses lelang proyek pembangunan Gedung EDC milik Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, bermula dari adanya sorotan banyak pihak saat mencium adanya kejanggalan.

Diberitakan sebelumnya, media online mengungkapkan, indikasi dugaan rekayasa lelang itu terlihat dengan adanya beberapa syarat yang tidak dipenuhi oleh peserta lelang berupa kualifikasi rekanan yang tidak memenuhi persyaratan menjadi peserta lelang. Diantaranya adalah kualifikasi batasan nilai satu pekerjaan sesuai pengumuman lelang senilai 12,4 milyar yang diikuti oleh usaha jasa kontruksi dengan kualifikasi M1.

Sesuai dengan Permen PU Nomor 08/PRT/M/2011 tentang Kualifikasi Usaha Pelaksana Konstruksi, sangat jelas bahwa kualifikasi usaha jasa kontruksi dengan kualifikasi M1 batasan nilai satu pekerjaan senilai 10 milyar, sehingga untuk pekerjaan dengan nominal 12,4 milyar dibutuhkan usaha jasa kontruksi dengan kualifikasi minimal M2.

Itu sudah menjadi syarat wajib yang harus dipenuhi oleh rekanan yang mengerjakan pembangunan gedung EDC. Ironisnya, 2 (dua) perusahaan yang mengajukan penawaran lelang hanya memiliki kualifikasi M1, bahkan salah satu perusahaan yang mengajukan penawaran tidak memiliki pengalaman pekerjaan selama 4 tahun terakhir, sesuai dengan pengumuman lelang pembangunan gedung EDC tersebut.

Hebatnya lagi, Unit Layanan Pengadaan (ULP) LPSE, seakan menantang masyarakat untuk saling “pinter-pinteran” mencari celah pembenaran. Sebagai buktinya, pengumuman lelang yang seharusnya di umumkan pada Rabu 14 Juni 2017 pukul 14.00 WIB, harus diundur dengan alasan Pokja membutuhkan tambahan waktu untuk evaluasi. Lebih “GILA”-nya lagi, perubahan evaluasi dokumen kualifikasi dilakukan pada pukul 22.17 WIB, jauh diluar jam kantor. Atau mungkin bisa jadi, ada “GHOST” atau “SETAN” yang sedang utak-utik komputer server milik LPSE. Lalu siapa yang menyuruh "SETAN" malam-malam ke server ULP...

Masyarakat sudah berusaha mengingatkan Pokja, ULP, dan PPK yang berkaitan dengan lelang gedung EDC, tetapi seakan mereka lebih “lihai” dalam mempermainkan masyarakat. Sayangnya, ulah “NAKAL” mereka dapat selalu diketahui.

Pembangunan gedung EDC merupakan pembangunan gedung dengan nilai yang sangat besar,  sangat dimungkinkan para pemangku jabatan yang berkepentingan berusaha mencari pembenaran agar lelang tetap dimenangkan oleh “jago” mereka yang sudah dipersiapkan.

Pernyataan ULP, Pokja dan PPK yang saling lempar taanggungjawab, merupakan indikasi kuat ada yang “dimainkan” dalam pengadaan pembangunan Gedung EDC. Hal ini terlihat saat adanya oknum ULP yang melakukan editing tahapan evaluasi dokumen kualifikasi diluar jam dinas.

Semua seharusnya sudah jelas, rekanan yang mengerjakan Gedung EDC tidak bisa dari rekanan sembarangan tapi hanya dilakukan oleh rekanan yang berkualifikasi minimal M2, dan dengan pengalaman pekerjaan selama 4 tahun terakhir sesuai dengan persyaratan.

Media yang mempublikasikan indikasi dugaan rekayasa lelang gedung EDC, tidak mendapatkan klarifikasi dan tidak mendapatkan jawaban yang memuaskan dari pihak-pihak terkait, bahkan saling lempar tanggungjawab dan saling membenarkan diri mereka masing-masing.

Beberapa pemenang lelang pembangunan gedung yang disinyalir ada pengaturan pemenang dan terkesan dipaksakan pemenangnya sudah sangat sering dijumpai oleh rekanan dan masyarakat. Tetapi oknum-oknum “pemain” lelang proyek sudah memiliki ilmu "lebih" dari masyarakat dan rekanan, untuk melakukan rekayasa lelang yang aman, nyaman dan damai. (Tim Redaksi Ijen Post)

Cak War

Asosiasi Media Online Indonesia

Asosiasi Media Online Indonesia

Mitra Ijen Post

Logo Ijen Post

INFO HARGA SEMBAKO JAWA TIMUR

http://picasion.com/