Monday, July 10, 2017

KELUHAN KINERJA BULOG RAMAI DI MEDSOS



NITIZEN KRITIK PENYALURAN RASTRA TIDAK LAYAK KONSUMSI

BONDOWOSO - ijenpost.net - Perum Bulog Sub Divre Bondowoso mulai menyalurkan beras sejahtera (rastra) atau sebelumnya dikenal raskin di wilayah Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur (Jatim). Penyaluran rastra pada 2017, ini sempat mendapat kritikan tajam dari masyarakat di media sosial Facebook dan Ketua DPRD, pasalnya kualitas rastra di beberapa daerah yang dikirimi rastra oleh Bulog, kualitas beras sejahtera tidak layak konsumsi.

Sebagaimana diketahui dari media sosial, banyak masyarakat mengeluhkan rastra yang tidak layak konsumsi, akun Facebook Ruhi Syam dalam statusnya (21 juni 2017) lalu “Hari ini di Pancoran rt 07 rw 07 beras jatah dari bulog masih tetep buruk banget... ktnya p.dhofir ketua dewan sudah marah2 tempo hr... (gak ngefek ato pencitran) Katanya sudah dilaporkan kepolres? Apa di86 ya?? Bgaimana di tempat andaa??

Kontan saja status Facebook tersebut mendapat bangyak tanggapan dari masyarakat luas, beberapa nitizen masih mempermasalahkan oknum pemerintah yang kinerjanya tidak baik, tetapi banyak pula nitizen yang mengaggap kesalahan ada di pemerintah secara umum.

Berberapa komen yang menjadi perhatian Redaksi di Ijen Post adalah ;

Akun Rachman Ramadhani, “Ditapen om, keruh, banyak kutunya juga”.

Akun Akang Nyot, “wez capek g onok sing bener pada mmpermainkan rakyat kcil smw”. “monggo pak dimana “MURKA” sampaian pak dan smpai mana “MURKA” smpean untuk bulog”

Akun Wafi Sal Salan, “Walah sama.dsni jgk buruk banget... d desa Klang.. itu mah marah2 congocoh”.

Akun Rizal Jibrillah, “sama di Koncer juga... ayo demo bulog”. “Berarti pak dafer yg di katakan angker du dunia perpolitikan bondowoso,tidak ada apa”nya buat Kabulog... Ahmad Shafir”.

Akun Ruhi Syam,”Buat bapak ahmad dhofir... tlg tindakannya yg signifikan... anda bapaknya rakyat bondowoso... Masak ngurusi beras jelek utk rakyat cilik gak bisa... Sing gennah pak...”. “Bulog hanya penyedia beras sesuai kontrak dgn pemerintah.. yaitui jatah rastra adalah beras medium seperti beras yg d jual d toko2. Maka manakala beras tdk sesuai panitia desa tdk salah tdk menandatangani tanda terima pengaman beras.. dan Bulog wajib ganti.. krn kontrak Pemerintahtdk hanya pengadaan beras tp jg biaya transportasi sampai d titik balai desa... mhn d bantu utk d jg d sampaikan ke panitia desa... mdh2an d catat sbg amal ibadah..)alhamdullillah ini ada pencerahan dri bapak kita Ahmad dhafir.. sy copypaste)”. “Kepala desa dan perangkat desa hrsnya menolak menanda tangani srt pengiriman beras dr bulog jika berasnya tidak sesuai dan tdk layak makan”.

Akun Yunus Beat Blue, “aspirasi dri rakyat miskin mhon diperhatikan skaligus dtanggapi dg sebaik”nya pak Ahmad Shafir.. krena rakyatlah yg menilai kerja kongkrit bpak, trims”.

Akun Rossi Achmad, “big bulog rakyat ereken manuk koddik... epakanin berres ancor”.

Akun Pertanian Ivan Hidayah, ”ni karena sistemnya yg gak bagus,coba bayangkan ni bulog asalnya dari mana?trus ditimbun brapa lama,ya kebanyakan rusak,seandainya berbentuk gabah,trus kerjasama dengan penggilingan di desa,maksudnya digiling di desa,trus langsung disalurkan,mkn tu lebih bagus.atau berbentuk beras,tap sebelum sampai masyarakat tu beras digiling lg,tap apakah mungkin pemerintah mau?hehehehe”.

Akun Muhammad Khairan, “Negara yg kaya hasil bumi dan segalanya tp sayang rakyatnya teraniaya,,tertindas dan dijajah bangsa sendiri”.

Akun Sri Hozaimah, “Saya sempat melihat sendiri kondisi beras dari bolok.tadi siang seorang ibu memegang kresek berisi beras jatah.beliaui tunjukkan pd saya.Ya Allah... warnanya hampir keabu abuan ketika beras itu di pites hancur. Beliau bilang”mungkin kudapun enggan makan ini buk” Sabar ya buu... semoga masalah beras ini segera diatasi dan dpt yg layak untuk dimakan apalagi menjelang lebaran”.semoga pejabat instansi terkait terketuk hatinya bahwa kaum duafapun juga manusia yg hrs diperlakukan manusiawi.Bukannya tidak tahu berterimakasih sdh dibantu pemerintah.tapi layakkah beras yg sdh rusak untuk dikonsumsi....?”

Selain itu, Akun Dyo Lotus, dalam statusnya kemarin 9 juli 2017, “Assalamualaikum, mohon maaf hanya sekedar usul, mungkin tan-tretan SRB ada yang bisa memfasilitasi acara "MAKAN BERSAMA NASI DARI BERAS RASKIN", kita undang para pejabat Bondowoso, agar mereka tahu bagaimana rasanya makan beras raskin yang bau apek itu, agar mereka yang selama ini digaji oleh rakyat sadar, bahwa beras raskin tidak layak dikonsumsi manusia. Masalah biaya untuk acara tersebut bisa urunan. Terima kasih”

Status Akun Dyo Lotus juga mendapatkan komentar beragam dari Nitizen ;

Akun Vinno Allan, “haha betul...gini saja...buat masak nasi raskin bersama d alun alun bondowoso...undang jajaran pemeriintah bondowoso sbagai tamu ke hormatan...”. “sama semua ..mau bulog .mau kades...atau lainnya sama sama g peduli rakyat ....beras sampai terkirim itu karna adanya pembiaran...jd....initinya...memang g peduli....titik)”.

Akun Fendys, “Jka tidak berlebihan sya sarankan unt di kembalikan ke bulog,dngan semua biaya angkut dan pekerja dibebankan ke bulog,dan minta ganti beras yg baik,dan sya siap bantu jika di butuhkan....slbhnya sya mhon maaf”. “Makanya sebelom di salurkan ke masyarakat beras kan di cek baik dan buruknya,klau jelek kayak gtu jgn di bagi,sebelom di kembalikan ke bulog di kumpulkan semua penerima agar tau klau beras di kembalikan tjuannya biar gak berprasangka buruk ke koordinatornya,dan warga yg mau bekerja unt naik dan nurunkan berasnya sekalian kerja,toh nanti kita minta bulog yg bayar beserta angkutannya,toh bisa dilakukan dalam 1 hari,artinya tukar langsung dpt barang nya hari itu juga”. “Bulog menyediakan rastra dngan standart 20persen artinya perbandingan beras utuh dngan menir dan broken adalah 20persen dngan harga 7300, dan beras di atas jelas sekali tdak msuk standar pembelian bulog”. “Dan yg bisa kita toleran jika beras ada sdkit kutu,sdkit hancur mnepung,dan sedikit bau apek dan bukan apek bnget karna pengadaan bulog th kemarin di bagikan th ini,tapi bukan berarti hancur cuma jadi menir dan broken,dan bau apek,kutu beras ataupun hancur tepung bisa di atasi dngan kekeringan gabah kering giling yang benar dan standar kering giling beras bulog dngan k.a 14 persen”.

Akun Juna Idi, “Ya itu saya juga setuju mas tapi msak iya dari bulog gak ada pengawassan saat pengiriman ,iya kalau masyarakat yg punya kendaaran dan deket jlan raya tapi yg jauh mas”

Akun Syamsul Ma'arif, “Boleh buat halal bihalal jemput bupatinya DPR nya bagi makan beras raskin biar tau juga rasa”

Akun Subangkit Adiputra, “Mhn maaf teman-teman, masalah raskin yg tidak layak atau tidak baik, sdh ada ketentuan. Bahwasanya bilamana ditemukan raskin yg tidak layak, maka raskin akan diganti sejumlah raskin yg tidak layak. Dan bilamana utk mengantarkan raskin tersebut ke Bulog maka akan diganti juga transport nya. Ini merupakan pengalaman saya terhadap masalah raskin di wilayah kami. Monggo bagi daerah yg mendapatkan raskin tdk layak, langsung menghubungi Bulog atau p HARISUN. InsyaAllah akan ditindaklanjuti secara baik”.

Akun Buyung Permana, “Kenapa lok emang beras itu tdak layak konsumsi masih diterima oleh pemetintah desa harusnya dikembalikan ke bulog biar diganti yg layak konsumsi gtu aja kok repot”.

Akun Ahmad Albarzanji, “wahai bapak2.. meski kami rakyat miskin, kami ini bukanlah ayam.. kami adalah manusia pak..”.

Akun Suhar Yono, “lo pemerintah emang syang am rakyatx,mk sblm d edar seharusx d kontrol dl am pemerintah”. “yaitu,rakyt d anggap hwan peliharaan aj.beras yg udah bau apek msih d edar”.

Akun Untung Supriono, ”Memang sayang kok mas..... Sayang kalo gak di manfaatin”. (Tim)

Cak War

Asosiasi Media Online Indonesia

Asosiasi Media Online Indonesia

Mitra Ijen Post

Logo Ijen Post

INFO HARGA SEMBAKO JAWA TIMUR

http://picasion.com/