Tuesday, July 11, 2017

LIPUTAN KHUSUS : BULOG SUB-DIVISI REGIONAL BONDOWOSO KLARIFIKASI RASTRA TAK LAYAK KONSUMSI


BONDOWOSO – ijenpost.net - Terkait ramainya pemberitaan banyaknya temuan beras tak layak konsumsi, pihak Bulog Sub-Divisi Regional Bondowoso melakukan klarifikasi secara khusus kepada Media Online Ijen Post yang bertempat di Kantor Bulog Sub-Divisi Regional Bondowoso Jl. Ahmad Yani, Badean, Kec. Bondowoso, Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur 68214, Indonesia pada senin, 10 Juli 2017.

Beredarnya pemberitaan temuan beras tak layak konsumsi di keluhkan oleh masyarakat di beberapa desa di Bondowoso, mendapat perhatian serius dari Pemda Bondowoso, Ketua DPRD dan Forpimda Kabupaten Bondowoso, dengan melakukan klarifikasi kepada pihak Bulog dan semua pihak terkait.

Pihak Bulog, selama ini hanya menjadi tumpuan kesalahan terhadap distribusi Rastra kepada masyarakat yang tidak layak konsumsi, padahal banyak faktor penyebab penurunan kualitas beras Rastra yang di distribusikan kepada Rumah Tangga Miskin (RTM) penerima Rastra. Pihak Bulog juga merasa tidak diberikan hak untuk memberikan klarifikasi, dan terkesan di “justistifikasi” atau dihakimi tanpa diberikan hak klarifikasi.

Lewat media online Ijen Post, pihak Bulog memberikan waktu untuk wawancara khusus, memberikan klarifikasi dan penjelasan secara komprehensif atas terjadinya penyaluran Rastra kepada masyarakat miskin yang tidak layak konsumsi.

Berikut wawancara Kepala Sub-Divre Bulog Bondowoso, Adhekan didampingi oleh Humas Bulog Bondowoso, Harisun, kepada jurnalis ijenpost.net Amir Hasan dan Fahkrul Hidayah, di Kantor Kantor Bulog Sub-Divisi Regional Bondowoso Jl. Ahmad Yani, Badean, Kec. Bondowoso, Kabupaten Bondowoso, yang dilakukan di tengah kesibukan dan dering telepon yang kerap terdengar sepanjang wawancara :

Proses pemeriksaan kualitas Gabah/Beras yang dilaksanakan oleh Pelaksanaan pemeriksaan kualitas (PPK)?

Setiap pengiriman beras dari mitra, sesuai dengan Standard Operating Procedure (SOP) dari Bulog secara Nasional, diambil sample sebanyak 10 % dari total barang yang dikirim oleh mitra, lalu dilakukan pembukaan karung beras sample tersebut, jika tidak sesuai dengan standar kualitas yang ditentukan Bulog, maka beras tersebut ditolak, dan mitra diwajibkan memperbaiki kiriman beras.

Penolakan Bulog kepada mitra berlaku sampai dengan 30 hari, jika kualitasnya masih tidak memenuhi standar kualitas Bulog, mitra tersebut telah wanprestasi, dan Bulog melakukan klaim dan pertanggungjawaban kepada mitra.

Semua barang dari mitra mendapatkan tanda terima dari Bulog, jadi barang yang dikirim dari mitra, di survey dan telah memenuhi syarat, lalu dikeluarkan surat dan sertifikat dari petugas analisa yang menjadi dasar Kabulog menerbitkan surat perintah pembayaran.

Bagaimana metode managemen stok beras, sehingga sering terjadi pembagian beras Beras Sejahtera (Rastra) dengan kualitas rendah, bahkan sempat beberapa masyarakat menerima beras berupa menir (beras patah) dan tidak layak konsumsi?

Sistem persediaan stok pada Bulog, menganut sistem First In First Out (FIFO) atau Pertama masuk pertama keluar yang berarti bahwa persediaan yang pertama kali masuk itulah yang pertama kali dicatat sebagai barang yang keluar oleh Bulog.

Pengadaan beras Bulog untuk Rastra 2017 dimulai pada 2016 lalu, sekitar 16.000 ton pengadaan beras Rastra tahun 2016 disimpan dalam gudang Bulog, atau sekitar 16 bulan yang lalu terhitung saat beras Rastra mulai di distribusikan kepada RTM penerima Rastra.

Target pembelian beras dan gabah Bulog Sub-Divisi Regional Bondowoso kurang lebih 75.000 ton, dipakai untuk Rastra Bondowoso hanya sekitar 16.000 ton, sedang sisanya kami distribusikan ke Nusa Tenggara Timur (NTT) dan Papua. Jadi beras Bondowoso, sampai juga ke NTT dan Papua.

Stok beras dari pengadaan 2016 masih ada 15.000 ton, sedang pada awal penyaluran Rastra masih ada 27.000 ton. Distribusi beras Rastra biasanya mulai bulan Januari, tetapi tahun 2017 Kementrian Sosial RI menyalurkan Rastra di mulai dari bulan April.

Bagaimana tanggungjawab terhadap kualitas dan kuantitas gabah/beras yang diterima digudang Bulog, selama penyimpanan hingga pada saat disalurkan? 

 
Perum Bulog Sub-Divisi Regional Bondowoso menerapkan sistem penyimpanan beras sejahtera (Rastra) secara periodik agar kualitas komoditas pangan tersebut tetap terjaga saat disalurkan ke masyarakat.

Saat ini penyimpanan dilakukan dengan teknik spraying dan fumigasi. Sementara dari Kepala Gudang melaporkan diskualitas setiap minggu sekali. Sehingga jika beras yang didistribusikan kepada RTM penerima Rastra ditemukan beras yang tidak layak konsumsi, dapat dikembalikan dalam waktu 2x24 jam, dan untuk biaya trasportasi akan kita ganti. Hal tersebut sesuai dengan Pedoman Umum (Pedum) Kementrian Sosial RI. Hal tersebut merupakan bentuk garansi dari Bulog, karena Bulog pada dasarnya menyimpan barang hidup, jadi pasti ada penurunan kualitas beras, apalagi sudah ditimbun selama 16 bulan.

Sesuai Standar Harga Pembelian Pemerintah, beras sampai di gudang Bulog adalah Rp. 7.300,-, mohon penjelasan terhadap beras yang baru-baru ini diterima oleh masyarakat miskin, berupa beras menir? Karena sesuai dengan standar harga tersebut, mitra Bulog seharusnya dapat mengirim beras dengan kualitas standar/premiun sesuai dengan ketentuan?

Tujuan Bulog adalah stabilisasi dan pengelolaan persediaan bahan pokok dan pangan juga kesejahteraan petani. Dan seharusnya petani itu sejahtera, tetapi faktanya Bulog sesuai Impres No 5 Tahun 2015, harga pembelian beras di gudang Bulog seharga Rp. 7.300/kg, GKP Tingkat Petani Rp. 3.700/kg dan GKP Tingkat Penggilingan Rp. 3.750/kg. Jika harga naik, konsekwensinya Bulog tidak dapat barang (gabah/beras) karena petani lebih memilih menjual gabah dan berasnya kepada tengkulak dengan harga yang lebih tinggi dari Bulog. Tetapi jika harga gabah jatuh dan Bulog tidak membeli gabah petani karena kualitas tidak memenuhi standar, Bulog tetap disalahkan.
 

Ada berapa mitra kerja yang dari Poktan/Gapoktan?

Sampai dengan hari ini, mitra Bulog Sub-Divisi Regional Bondowoso berjumlah 8 mitra, terdiri dari SK, RA, SJ, DS, GM, KJ, SH dan GS.

Untuk mitra dari Poktan, kami tidak ada. Padahal untuk mitra dari Kelompok Tani (Poktan), Bulog tanpa harus melihat kelengkapan peralatannya, jadi persyaratan jauh lebih mudah. Tetapi sampai sekarang tidak ada Poktan yang bermitra dengan kami (Bulog Sub-Divisi Regional Bondowoso).

Gabah/beras yang memenuhi persyaratan diterima oleh kepala gudang untuk kemudian disiman digudang Bulog dan ada bukti penerima barang kepala gudang. Mohon diberikan penjelasan, terhadap beras Rastra yang belum lama ini diserahkan kepada masyarakat dan tidak layak konsumsi atau tidak memenuhi standar kualitas?

Bulog memiliki Satuan Pengawas Intern (SPI), Fungsi Audit Internal di Perum BULOG dijalankan oleh Satuan Pengawas Intern (SPI). Sesuai Peraturan Pemerintah Nomor 7 tahun 2003 tentang Pendirian Bulog, Satuan Pengawas Intern bertanggung jawab kepada Direktur Utama dan bertugas membantu Direktur Utama dalam melaksanakan pemeriksaan intern keuangan dan pemeriksaan operasional perusahaan serta menilai pengendalian, pengelolaan dan pelaksanaannya pada perusahaan serta memberikan saran-saran perbaikan.

Bagi pihak yang punya kepentingan, Bulog membebaskan pihak tersebut untuk memilih beras yang ada di gudang. Seperti desa yang akan mengambil beras, kami bebaskan Pelaksana Distribusi Rastra di desa/kelurahan untuk memilih beras.

Jika momen panen raya, silahkan para jurnalis dan pihak-pihak lain yang ingin melihat langsung proses pengadaan, penyimpanan dan lainnya dapat turut serta mengecek ke gudang Bulog.

Pernah Bulog menerapkan SOP, pengecekan barang satu per satu setiap karungnya. Tetapi hal itu juga menimbulkan konsekwensi, kendaraan truk mitra pengadaan beras bisa menginap 4-5 hari di gudang bulog. Akhirnya ada demo mitra Bulog se-Indonesia, memprotes tentang pengecekan Bulog yang di nilai lambat. Makanya sekarang memakai sample 10%, tetapi konsekwensinya ada 90 % barang tidak dilakukan pengecekan langsung.

Pernyataan Bulog Sub-Divisi Regional Bondowoso, terhadap kualitas Rastra yang telah diterima masyarakat tetapi tidak layak konsumsi!

Kerusakan beras Rastra bukan merupakan Human Error (kesalahan manusia) di Bulog, tetapi salah satu faktor utamanya adalah penyimpanan yang terlalu lama, atau sekitar 16 bulan dari pengadaan 2016 dan baru di distribusikan kepada RTM penerima Rastra pada bulan April 2017. Sehingga beras mengalami penurunan kualitas. Bulog tetap menjaga komitmen, melayani masyarakat yang tidak mampu, jadi dari kami tidak ada niatan untuk mengkhianati amanah yang diemban, tetapi murni karena faktor penyimpanan yang terlalu lama. (Tim Ijen Post)

Cak War

Asosiasi Media Online Indonesia

Asosiasi Media Online Indonesia

Mitra Ijen Post

Logo Ijen Post

INFO HARGA SEMBAKO JAWA TIMUR

http://picasion.com/