Tuesday, February 27, 2018

Bupati Launching Gebrak Meja di Pendapa

Bondowoso – ijenpost.net - Bupati Amin Said Husni bersama Kepala Dinkes Provinsi Jatim, dr Kohar Hari Santoso launching Gerakan Bersama dan Masyarakat Mengendalikan Jentik Aides (Gebrak Meja) di Pendapa Selasa pagi (27/2). Hal itu untuk menekan angka laju pertumbuhan penyakit yang disebabkan oleh nyamuk aides aegypti, yakni demam berdarah (DB).

Data dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Bondowoso, awal tahun ini ada 48 kasus Demam Berdarah (DB). Jumlah ini menurun tajam dari tahun sebelumnya. Sebab, tiga bulan pertama 2017 lalu, ada 150 serangan DB di Bondowoso. “Menurun tajam, hal ini karena kesadaran masyarakat untuk peduli jentik nyamuk semakin meningkat,” terang Pasidi Sidik, Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Bondowoso.

Adanya penurunan itu karena adanya kader jumantik Bondowoso. Dengan Gebrak Meja, diharapkan ada satu juru pemantau jentik (jumantik) di setiap rumah. Sehingga, ada program satu rumah satu jumantik. Yakni, dari anggota keluarga di masing-masing rumah. Sehingga, kasus DB bisa ditekan penyebabnya.

Dalam acara Launching Gebrak Meja tersebut, hadir Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur (Jatim) dr Kohar Hari Santoso. Dia bersama Bupati Amin Said Husni dan Kepala Dinkes Bondowoso launching Gebrak Meja Bondowoso.

dr. Kohar mengatakan, sistem pencegahan demam berdarah akan sangat efektif ketika dilakukan dengan promotif preventif. Gebrak Meja masuk dalam cara tersebut. Karenanya, pihaknya menilai adanya gerakan tersebut sangat bagus. “Sebab, ada penurunan kasus DB di Bondowoso,” ujarnya.

Dia sangat bangga adanya dukungan Forum Pimpinan Daerah (Forpimda) di Bondowoso. Seperti Kapolres Bondowoso AKBP Taufik Herdiansyah Zeinardi dan Dandim 0822 Bondowoso Letkol Inf Tarmudji yang ikut mendukung penuh. Sehingga, ada gerakan menyeluruh. “Dulunya angka (DBD) di Bondowoso menonjol, namun saat ini semakin menurun,” terangnya.

Sementara Bupati Amin Said Husni menuturkan, satu rumah satu jumantik adalah program yang bagus. Program ini sudah diujicobakan di dua kecamatan. Yakni, Kecamatan Tamanan dan Kecamatan Bondowoso. “Dan hasilnya sangat bagus, namun dengan launching hari ini, gerakan satu rumah satu jumantik dilaksanakan di semua kecamatan,” tegasnya.

Tentunya, gerakan ini melibatkan kepala desa dan lurah. Selain itu, para kader jumatik menjadi ujung tombak sosialisasi. Dalam penerapannya, sistemnya kolaboratif. Sehingga, bisa tepat sasaran dan DBD bisa ditekan. (*)

Cak War

Asosiasi Media Online Indonesia

Asosiasi Media Online Indonesia

Mitra Ijen Post

Logo Ijen Post

INFO HARGA SEMBAKO JAWA TIMUR

http://picasion.com/