Friday, February 2, 2018

KLARIFIKASI IJAZAH OLEH LSM TEROPONG, KETUA TIM KOALISI DHAFIR-DAYAT NILAI ADA MUATAN POLITIK


Ketua Tim Koalisi Pasangan Calon Dafir-Dayat, H. Tohari, S.Ag
Bondowoso – ijenpost.net - Ketua Tim Koalisi Dafir-Dayat, H. Tohari, S.Ag bersama Bakal Calon Bupati dan Wakil Bupati Bondowoso, Dafir-Dayat memberikan keterangan pers usai Ketua LSM Teropong meminta klarifikasi keabsahan Ijazah pasangan Dafir-Dayat di Kantor KPUD Bondowoso, Kamis (2/2/18) kemarin.

Aksi LSM Teropong, yang di ketuai oleh Nawiryanto, mendatangi KPUD Bondowoso meminta klarifikasi keabsahan ijazah Cabup H. Ahmad Dafir, ditanggapi Ketua Tim Koalisi dan Pemenangan Dafir-Dayat, H. Tohari, S.Ag.

Menurut Tohari, "Uji publik telah dilakukan oleh KPU ke masyarakat sebagai evaluasi bakal calon Bupati dan wakil Bupati Bondowoso 2018”.

“Tetapi aksi mendatangi ke KPU Bondowoso yang dilakukan LSM Teropong, dinilai tidak profesional dan tidak fair. Yang bersangkutan (Nawiryanto, red) selain sebagai ketua LSM Teropong,  juga menjabat sebagai Ketua Partai Hanura yang mendukung Bakal Calon Bupati dan Wakil Bupati yang menjadi pesaing Bacalon Dafir-Dayat".

"KPUD Bondowoso juga sudah melaksanakan tugas untuk mengoreksi atau verifikasi secara faktual berkas Bacalon. Oleh KPU data sudah diumumkan secara online, jadi jika ada yang keberatan dengan keabsahan ijazah calon, seharusnya bisa meminta klarifikasi ke instansi terkait,” kata Tohari, saat ditemui di kantor DPC PKB, Jumat (2/2/18).
Nawiryanto, saat memberikan konferensi pers sesaat setelah meminta klarifikasi ijazah di KPUD Bondowoso
Hanya saja, Tohari meminta agar tidak ada intervensi atau penekanan terhadap KPU, apalagi KPU memiliki peraturan atau rambu-rambu yang dilakukan, karena saat ini tidak ada yang disembunyikan oleh KPU, berkas pendaftaran calon sudah di umumkan ke publik.

“KPU tidak boleh di intervensi dan di intimidasi oleh LSM dan Ketua Partai seperti kemarin, karena KPU independen sehingga tidak bisa di intervensi oleh siapapun. Lagi pula data lengkap sudah diumumkan oleh KPU, dan sampai hari ini belum ada penetapan calon”, tandasnya.

Terhadap upaya itu, Tohari menilai bahwa hal itu merupakan kepentingan politik. “Biar masyarakat yang menilai itu, issue ijazah selalu dipermasalahkan mulai 2004 lalu dan selalu diungkit setiap menjelang Pemilu/Pilkada. Kami sudah sering menghadapi issue negatif ini setiap periode pemilu,” ujarnya.

Diakui, Tim Koalisi sebenarnya tidak akan memberikan reaksi terhadap aksi itu, lantaran akan membuang-buang energi dan waktu, sehingga tim koalisi lebih konsentrasi bekerja secara cerdas untuk memenangkan pasangan Dafir-Dayat pada Pilbup Bondowoso tahun 2018.

“Saya kira, apapun isu yang diangkat, rakyat sudah tahu siapa yang akan dipilihnya dalam Pilbup Bondowoso tahun 2018,” ujarnya.

Ditanya reaksi tim koalisi Dafir-Dayat terhadap aksi LSM Teropong itu? Tohari menambahkan, jika pihaknya akan mengumpulkan data dan informasi terkait langkah LSM Teropong. Jika ditemukan hal-hal yang melanggar hukum dan memenuhi unsur-unsur pidana, akan kami serahkan ke pihak berwajib.

“Kami masih menunggu penetapan Calon 12 Februari mendatang, jika hasil verifikasi faktual KPUD Bondowoso ijazah tersebut sah sesuai ketentuan. Saya harap tidak ada lagi issue masalah ijazah lagi. Mari kita berkompetisi sehat,  kami harap Ketua Partai koalisi pesaing tidak merugikan nama baik Dafir-Dayat?,” pungkasnya.

Pada kesempatan yang sama, Bakal Calon Bupati H. Ahmad Dhafir, memberikan pernyataannya. Menurut H. Ahmad Dhafir, Daftar Riwayat Pendidikan yang diserahkan ke KPUD Bondowoso sebagai syarat pencalonan, menurutnya sudah sesuai dengan ketentuan per-Undangan yang berlaku.
Ketua LSM Teropong sekaligus Ketua Partai Hanura Bondowoso, Nawiryanto bersama Bacalon Wakil Bupati H. Irwan Bachtiar R., SE, M.Si.
“Daftar Riwayat Pendidikan saya, sudah sesuai dengan ketentuan per-Undangan yang berlaku. Untuk ijazah yang saat ini digunakan untuk mendaftar ke KPUD Bondowoso adalah ijazah Paket A, B dan C. Hal itu semata-mata mentaati dan melaksanakan amar Putusan dan rekomendasi PTUN Jawa Timur, tetapi dalam putusan tersebut ijazah saya sebelumnya, dinyatakan sah oleh PTUN Jawa Timur sesuai dengan ketentuan per-Undangan yang berlaku”, jelas H. Ahmad Dhafir.

Sebelumnya, LSM Teropong mendatangi KPUD Bondowoso untuk menyerahkan surat klarifikasi terhadap keabsahan ijazah Paket A, Paket B dan Paket C milik Bacabup atas nama H. Ahmad Dhafir  seperti yang sudah dipublikasikan oleh KPU di situs resmi KPU.


Aksi mendatangi kantor KPUD Bondowoso, menuntut KPUD Bondowoso untuk memberikan jawaban atas surat klarifikasi ijazah 7x24 jam.

“Kita memberikan jeda waktu 7x24 jam kepada KPU untuk menjawab surat yang kita kirim itu," kata Nawiryanto, seperti dilansir oleh suara-publik.com.

Sedang Komisioner KPU, Junaidi, berterima kasih dan meminta LSM Teropong tidak tergesa meminta  jawaban. "Saya berharap LSM Teropong tidak tergesa-gesa karena semua komisioner akan duduk bersama membahas surat ini. Mudah mudahan dalam waktu dekat ini, KPU segera dapat menjawab permintaan LSM Teropong", jelas Junaidi. (Tim)

Cak War

Asosiasi Media Online Indonesia

Asosiasi Media Online Indonesia

Mitra Ijen Post

Logo Ijen Post

INFO HARGA SEMBAKO JAWA TIMUR

http://picasion.com/