Wednesday, April 25, 2018

BONDOWOSO GELAR INTERNATIONAL VILLAGE FASTIVAL



BONDOWOSO – ijenpost.net - Salah satu destinasi wisata di Desa Sukosari Kidul, Kecamatan Sumber Wringin, Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur, yang dikelola secara mandiri oleh desa melalui Badan Usaha Milik Desa (BUMDes).

Pemerintah Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur, akan mengundang perwakilan desa di seluruh Indonesia, dan 10 desa dari luar negeri, dalam ajang Bondowoso International Village Festival Tahun 2018. Kegiatan itu bertujuan untuk mengangkat dan mengenalkan potensi desa di Bondowoso, dengan desa lain yang ada di Indonesia dan luar negeri.

Bupati Bondowoso, Amin Said Husni, menjelaskan, sesuai nawa cita Presiden Joko Widodo, pembangunan Indonesia saat ini dimulai dari pinggiran di wilayah pedesaan. “Hari ini banyak potensi desa yang belum terangkat, dan belum dikenal secara luas oleh masyarakat. Nah, ide inilah yang melatarbelakangi event tersebut,” ungkap Amin, Rabu (25/4/2018).

 
Ada tiga rangkaian kegiatan besar dari acara itu, yakni ekspo produk unggulan desa, kemudian rembuk desa, serta studi lapangan. Inilah Bendungan Sampean Baru di Desa Bunotan, Kecamatan Tapen, Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur. Bendungan ini Menjadi Destinasi Wisata Alternatif di Kabupaten Bondowoso. Inilah Bendungan Sampean Baru di Desa Bunotan, Kecamatan Tapen, Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur.

Bendungan ini Menjadi Destinasi WIsata Alternatif di Kabupaten Bondowoso. “Daripada kita menggelar kunjungan atau studi banding ke sejumlah wilayah di Indonesia bahkan ke luar negeri, alangkah lebih baiknya kita undang desa-desa yang sudah berhasil ke sini (Bondowoso). Ini jauh lebih efektif, di sini mereka akan saling sharing, berbagi pengalaman, bagaimana membangun desa agar berhasil,” kata Amin.

Untuk peserta yang akan ikut dalam kegiatan tersebut berjumlah sekitar 300 perwakilan desa baik dari dalam maupun luar negeri. “Peserta di antaranya berasal dari 23 desa di Bondowoso, kemudian 38 desa yang ada di Jawa Timur, 34 desa mewakili provinsi, dan ada 10 desa dari luar negeri seperti Malaysia, Thailand, Vietnam, dan China,” paparnya. Sementara Sekretaris Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa Bondowoso, M Asnawi Sabil mengatakan, di Bondowoso sudah mulai tumbuh desa wisata yang digagas oleh pemerintah desa. “Ada beberapa desa yang membuat destinasi wisata yang dikelola secara mandiri melalui Badan Usaha Milik Desa (BUMDes),” ucapnya. Aktivitas pencelupan dan penjemuran batik di Batik Sumbersari, Bondowoso Aktivitas pencelupan dan penjemuran batik di Batik Sumbersari, Bondowoso.

Destinasi wisata tersebut, lanjut Sabil, disesuaikan dengan potensi yang dimiliki masing- masing desa. Nantinya, desa yang memiliki destinasi wisata akan ditetapkan sebagai desa wisata. “Kami sudah ada beberapa desa yang sudah kami tetapkan sebagai desa wisata,” tambahnya. Sabil berharap, melalui Bondowoso International Village Festival, potensi desa di Bondowo akan semakin terangkat, sehingga akan berdampak terhadap perekonomian masyarakat sekitar. (*)

Cak War

Asosiasi Media Online Indonesia

Asosiasi Media Online Indonesia

Mitra Ijen Post

Logo Ijen Post

INFO HARGA SEMBAKO JAWA TIMUR

http://picasion.com/