Tuesday, March 27, 2018

Plt Sekda Dorong Terobosan Sistem Pertanian Organik di Bondowoso




BONDOWOSO – ijenpost.net - Plt Sekda, Drs. H. Karna Suswndi mengaku akan berkomitmen pada konsep pertanian organik yang lebih menekankan pada upaya melestarikan lingkungan dan kembali ke alam.

“Berbicara masalah pertanian organik, Bondowoso sudah menjadi percontohan Nasional. Bondowoso memiliki lahan terluas di Indonesia untuk pertanian organik dan akan terus ditingkatkan,” ujarnya.

Menurutnya, pertanian organik merupakan sistem manajemen produksi yang bertujuan untuk produksi yang sehat dengan menghindari penggunaan kimia berbahan aktif dalam hal ini pupuk kimia maupun pestisida kimia untuk menghindari pencemaran udara tanah dan air juga hasil produksi pertanian pada khususnya. Selain itu, pertanian organik juga menjaga keseimbangan ekosistem dan sumberdaya alam yang terlibat langsung dalam proses produksi.

“Sistem pertanian organik memberikan beberapa manfaaat diantaranya tanaman menjadi sehat, bebas dari bahan kimia aktif, residu, baik dari akibat oleh pestisida ataupun pemupukan. Selain itu, hasil produksi akan lebih sehat dan menjadi pertanian yang mampu menjaga kelestarian alam dan menjaga keseimbangan ekosistem,” tambahnya.

"Pemerintah Kabupaten Bondowoso sendiri, telah memulai Gerakan Bondowoso Pertanian Organik (Botanik) sejak 2008 yang salah satunya bertujuan untuk mengubah pola pikir yang semula memupuk tanaman tetapi sekarang harus memupuk tanah. Konsep tersebut jelas sesuai dengan peta jalan pertanian organik di Kabupaten Bondowoso yang harus utuh dari hulu sampai hilir. Baik berupa sumber air, agro input, sistem berusaha tani maupun pengolahan hasil".

“Jika tanah yang dipupuk dengan bahan organik, seluruh yang hidup dibumi akan menjadi tanaman organik. Upaya itu, jalan secara kompak dilakukan oleh petani setempat dan didukung penuh oleh pemerintah,” ujarnya lagi.

Aspek yang perlu diperhatikan, kata Karna Suswandi adalah dalam sistem pertanian organik memakai pupuk organik dan pestisida organik (nabati), karena dalam sistem pertanian pupuk dan pestisida merupakan sarana produksi yang utama setelah benih. Pengguanaan pupuk organik sangat menentukan arah sistem pertanian kedepannya, menjadi organik atau akan tetep menjadi pertanian konvensional, dalam hal konversi juga penggunaan pupuk organik akan menjadi hal yang perlu diperhatikan.

“Untuk mengembalikan kesuburan tanah volume pupuk organik akan ditambah dengan tujuan untuk menyehatkan tanah dan membebaskan dari unsur residu. Selain itu, sangat tidak disarankan sekalipun penggunaan pestisida kimia, yang nantinya akan kembali merusak keberlangsungan pertanian organik, disarankan dalam pengendalian hama mengguanakan pestisida nabati atau pestisida organik,” sambungnya.

Kini, perjuangan petani, pemerintah daerah dan semua pihak terkait, terus membuahkan hasil memuaskan di level Nasional dan Internasional. Itu karena tiga jenis beras organik, sudah bisa dinikmati banyak pihak, termasuk luar Negeri karena sudah diekspor ke banyak negara, salah satunya ke Jepang.

“Bondowoso Pertanian Organik (Botanik) kini untuk dunia. Bukan hanya untuk Indonesia. Karena beras organik dari Bondowoso, sudah jadi rebutan pasar di banyak Negara,” tambahnya lagi.

Untuk itu, Karna Suswandi meminta petani harus terus berlomba-lomba bagaimana lahannya bisa menjadi lahan organik dan tidak hanya padi tapi bisa lainnya. Karena lahannya sudah bersertifikat Internasional. Dengan beras organik dan hasil pertanian lainnya, petani akan semakin sejahtera. Harga beras organik lebih tinggi dari beras non organik.

“Pemerintah akan terus mendorong dan siap membantu apa yang menjadi kebutuhan para petani dalam meningkatkan pertanian organik di Bondowoso,” pungkasnya. (*)

Cak War

Asosiasi Media Online Indonesia

Asosiasi Media Online Indonesia

Mitra Ijen Post

Logo Ijen Post

INFO HARGA SEMBAKO JAWA TIMUR

http://picasion.com/