Monday, April 30, 2018

PRONA DESA PENIWEN, PANITIA TARIK UANG Rp. 700 RIBU PER SERTIFIKAT


MALANG - ijenpost.net - Program Nasional Permohonan Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap yang di cadangkan Presiden bertujuan membantu masyarakat kurang mampu untuk memperoleh sertipikat tanah secara murah, namun apa yang terjadi di Desa Peniwen Kec. Kromengan Kab. Malang berbeda, Panitia yang di bentuk oleh Desa Peniwen telah menarik uang pada warga yang ikut Program Prona tersebut. Dari hasil investigasi di lapangan pihak Panitia mematok tarif sebesar Rp. 700 000,00 per-sertifikat dari warga desa Peniwen, dan itu melanggar Surat Keputusan Tiga Menteri yang mematok harga sebesar Rp. 150.000,00 belum lagi masih ada Subsidi dari APBN untuk BPN yakni setiap pemohon mendapatkan subsidi sebesar Rp. 293 000,00.

Kepala Desa (Kades) Peniwen "Sih Utama" kepada Wartawan mengatakan tidak tau adanya pungutan pada program PTSL tersebut.

"Saya tidak tau soal itu mas, itu urusan panitia jadi kami sebagai pemerintah Desa tidak ikut campur," kata Sih.


Sementara Panitia pelaksana, Anang, saat ditemui pewarta Ijen Post, mengaku memang benar pihaknya melakukan pungutan pada pemohon.

"iya benar kami melakukan pungutan mulai dari Rp. 500 hingga Rp. 700 ribu rupiah pada tiap pemohon," akunya.

Hal ini kata dia, dilakukan atas dasar musyawarah Desa seiring dengan adanya surat edaran Gubernur Jawa Timur (Jatim).

Anang juga mengaku, pihaknya belum mengetahui adanya Surat Kesepakatan Bersama (SKB) 3 Menteri yang mana hanya merestui biaya sebesar Rp. 150.000,00, kepada tiap pemohon PTSL.

Sekedar diketahui, mengacu pada SKB 3 Menteri nomor 25/SKB/V/2017 tentang pembiayaan persuapan Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) tersebut, bahwa wilayah Jawa dan Bali hanya dipungut sebesar Rp. 150. 000,00. (Ones)

Cak War

Asosiasi Media Online Indonesia

Asosiasi Media Online Indonesia

Mitra Ijen Post

Logo Ijen Post

INFO HARGA SEMBAKO JAWA TIMUR

http://picasion.com/