Tuesday, May 22, 2018

PETANI KOPI BISA BERPENGHASILAN Rp. 6-7 JUTA PER BULAN

  BONDOWOSO – ijenpost.net - Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menambah lima kali lipat bibit kopi di Kabupaten Bondowoso, dari 100.000 menjadi 500.000 Penambahan bibit kopi dilakukan karena Bondowoso dinilai memiliki iklim yang cocok untuk ditanami kopi.

Asal tahu saja, Kabupaten Bondowoso menjadi lokasi keempat sasaran program Bedah Kemiskinan Rakyat Bekerja (Bekerja) setelah Kabupaten Cianjur, Kabupaten Magetan dan Kabupaten Purbalingga.

"Ini (Bondowoso) menarik cocok kopi, jadi sini ekspor tingkatkan bantuan lima kali lipat menjadi 500.000," ujarnya di Desa Sumberwringin, Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur, Selasa (22/5/2018).

Amran berharap, dengan pemberian bibit kopi masyarakat bisa mulai menanam kopi di lingkungan rumah dan sekitar. Dengan kopi, diharapkan juga bisa mengentaskan kemiskinan di wilayah Bondowoso.

"Dengan kopi per hektare bisa hasilkan Rp. 200 juta per tahun, jika per bulan Rp20 juta. Kemudian bila lahan masyarakat hanya sepertiga hektare bisa dapat Rp 6 juta-7 juta. Luar biasa, iklim cocok jadi bisa tanam kopi Arabika, sehingga ini lebih baik," tuturnya.

Dalam program Bedah Kemiskinan Rakyat Bekerja (Bekerja), Amran juga memberikan bantuan berupa 500 benih pohon manga arumanis dan 300 benih pohon durian monthong, optimalisasi pemanfaatan pekarangan pangan berkelanjutan (PPB) pada 3 kelompok dengan total 90 RTM, 2.000 ekor ayam dan 20 ekor kambing yang diberikan kepada 40 RTM. Kemudian 40 kandang ayam dan bantuan pakan selama 6 bulan.

Pada kesempatan yang sama, Bupati Bondowoso Amin Said Husni mengatakan, masyarakat Bondowoso 60% bekerja sebagai petani, hanya saja memiliki lahan rata-rata seluas 0,3 hektare.

Ada dua produk unggulan Bondowoso yang patut diperhatikan. Pertama kopi, sejak 2013 dilakukan penelitian oleh Perhutani didukung perbankan dan bekerjasama Asosasi Petani Kopi, akhirnya dibuatkan klaster kopi Arabika.

"Kemudian kita sudah memperoleh sertifikat geografi kopi Java Ijen Raung. Kami bina petani dan kopi dikembangkan para petani, lahan Perhutani dikerjasamakan dengan pola menguntungkan sudah 1.300 ha lahan Perhutani dikerjasamakan dengan petani kopi," tuturnya.

Pada 2017 produksi kopi Bondowoso mencapai 2.900 ton per tahun. Seperti tiga dari produksi tersebut sudah diekspor, sedangkan dua per tiga diperuntukan ke dalam negeri.

"Perkembangan kopi berkembangan tidak hanya di sini, di Lereng Gunung Argopuro, bahkan dampak lanjutan berkembang dengan menjamurnya cafe di Perkotaan dan Kecamatan. Karena itu kita jadikan Bondowoso sebagai Republik Kopi," tuturnya. (*)

Cak War

Asosiasi Media Online Indonesia

Asosiasi Media Online Indonesia

Mitra Ijen Post

Logo Ijen Post

INFO HARGA SEMBAKO JAWA TIMUR

http://picasion.com/