Thursday, August 23, 2018

BANK INDONESIA KEMBANGKAN KLASTER KOPI BONDOWOSO

BONDOWOSO - ijenpost.net - Bank Indonesia (BI) Kantor Wilayah Perwakilan Jatim Gandeng Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bondowoso untuk mengembangkan daerah ini menjadi kluster kopi di Jatim.

Kepala BI Kantor Wilayah Perwakilan Jatim, Difi. A. Johansyah bersama Media dalam kunjungannya ke Pemkab Bondowoso, Kamis (23/8) mengatakan, Bondowoso selain terkenal dengan wisatanya Kawah Ijen dan sebagai penghasil beras organik tersohor dengan kopinya. Oleh sebab itu, BI
Kantor Wilayah Perwakilan Jatim terus berusaha mensupport agar daerah ini terus bisa mengembangkan perekonomiannya melalui potensi daerahnya yakni petanian, perkebunan dan pariwisatanya.

Bupati Bondowoso, Amin Said Husni dalam diskusi, sharing dan paparannya bersama media di Pendopo mengatakan, akan terus menjaga Supplay Kopi sesuai dengan kemampuan dan para petani perlu terus dibina dan dipantau agar produksi kopi Bondowoso meningkat dan bisa mensejahterakan masyarakat khususnya petani. Dalam pengembangan klaster kopi, tentu dari sisi sumber daya manusia (SDM) terutama petani perlu terus dibina.

Menurut Bupati Amin Said Husni, kemampuan petani ini perlu dipantau untuk bisa menjaga supplay kopi terus berjalan secara kontinyu sehingga pasokan ke pasar bisa lancar. “Jangan sampai market ini yang mendikte petani. Tetapu petani ini perlu dibina melalui pendampingan yang salah satunya dilakukan oleh Bank Indonesia. Nah, selain itu merubah mind set atau pola pikir petani ini paling krusial," ujarnya.

Seperti dikatakan Amin, bagaimana mengubah mind set petani yang mulanya petani asalan menjadi petani berorientasi pada menjaga kualitas tetapi juga bisa berkembang menjadi petani mengolah hasil produksi dan memasarkannya. “Bukan hanya melulu mengejar produksi namun juga kualitas juga. Nah, mengubah pola pikir ini tidaklah mudah," tuturnya.

Kemudian dikatakan Amin, kini setiap daerah di Bondowoso dicanangkan adanya MPIG yaitu masyarakat peduli indikasi geografis dengan memberikan pengawasan dan pemahaman ke petani supaya pengembangan klaster kopi bisa dipertahankan. Indikasi geografis kopi Arabika sendiri terletak di Java Ijen Raus dan Argopuro dengan ketinggian diatas 1000 meter dari permukaan laut.

Sementara untuk di Java Ijen Raus luas lahan sekitar 13.636 hektare di mana 9.297 hektare menghasilkan kopi dengan total produksi sebesar 3.000 ton ose per tahun. Kemudian didaerah ini terdapat 44 kelompok tani yang tersebar di Kecamatan Ijen, Sumberwringin, Tlogosari, Cermee dan Botolinggo

Selanjutnya di Argopuro luas lahannya 825.12 hektare dengan produksi 247,54 ton dan terdapat 5 kelompok tani yang tersebar di Kecamatan Pakem, Maesan dan Grujugan, dan masih akan terus dikembangkan lahan lahan baru dengan melakukan kerjasama dengan Perhutani. (*)

Cak War

Asosiasi Media Online Indonesia

Asosiasi Media Online Indonesia

Mitra Ijen Post

Logo Ijen Post

INFO HARGA SEMBAKO JAWA TIMUR

http://picasion.com/