Sunday, August 19, 2018

RAPAT PARIPURNA MENDENGARKAN PIDATO KENEGARAAN PRESIDEN RI DALAM RANGKA HUT KEMERDEKAAN RI KE-73


MALANG - ijenpost.net malang - Seperti tahun -tahun sebelumnya setiap menjelang peringatan Hari Kemerdekaan RI 17 Agustus yang selalu di laksanakan mendengarkan" Pidato Kenegaraan Presiden Republik Indonesia", demikian juga pada tahun ini, di Gedung DPRD Kab Malang di laksanakan Sidang Paripurna pada kamis (16/8) mendengarkan Pidato Kenegaraan Presiden Republik Indonesia Ir H. Joko Widodo dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia (RI) ke-73.

Hadir pada Sidang Paripurna tersebut, Bupati Malang Rendra Kresna, Wakil Bupati Malang M. Sanusi, Sekda, dan seluruh Pejabat Pemkab Malang, Forkompimda dan Ketua Tim Penggerak PKK Kab Malang.Dari Legislatif hadir seluruh Pimpinan Ketua DPRD kab Malang Drs Hari Sasongko dan Wakil Ketua DPRD Kab Malang beserta seluruh anggota.

Mengawali sambutannya, Ketua DPRD Kabupaten Malang Drs. Hari Sasongko mengatakan, semoga kamerdekaan ini akan semakin mengangkat dan menambah semangat bagi kita semua dalam bekerja dan menjalankan tugas. Karena, tema yang di usung pada HUT RI tahun 2018 berkaitan erat dengan kata kerja yakni, “Kerja Kita Prestasi Bangsa”.

Tema ini kata Sasongko, terinspirasi dari kata kerja, yang berarti adanya energi yang dapat memberikan manfaat bagi masyarakat, serta tema ini adalah suatu kesatuan yang melengkapi, sekaligus melambangkan optimisme bagi kita semua dalam bekerja. Mudah-mudahan kemerdekaan ini, dapat mengingatkan kita pada nilai-nilai kebangsaan dan juga terus mengingatkan kita kepada para kusuma bangsa, ujarnya. Semoga para kusuma bangsa yang telah berjuang memperebutkan kemerdekaan ini, dapat balasan yang setimpal sesuai amal ibadahnya, tutup Hari Sasongko.

Dalam pidatonya, Presiden RI Ir.Joko Widodo menyampaikan, selama 73 tahun Bangsa Indonesia sudah menunjukkan diri sebagai bangsa yang tangguh, bangsa yang tahan banting dan bangsa yang ingin terus berprestasi meraih kemenangan dan kemajuan. Harus kita akui, ada beberapa Negara lain yang mencapai kemajuan lebih cepat dibanding Negara kita dan kita juga harus bersyukur bahwa Negara kita masih lebih baik dibanding banyak Negara lain di dunia, kata Jokowi.
Kita juga harus bersyukur, telah mampu memanfaatkan ke-bhinneka-an dengan ciri khas budaya dan kearifan lokal masing-masing, sehingga kita bisa menjadi sumber kreativitas untuk memenangkan dan mengharumkan nama Bangsa dan Negara dalam pentas persaingan global. Kita bersyukur memiliki Pancasila sebagai sumber energi ideologis bangsa dan sebagai bintang pengarah, penggerak, sumber inspirasi sekaligus sebagai pemersatu bangsa Indonesia yang bisa memandu seluruh anak bangsa dalam mewujudkan janji-janji kemerdekaan.

Dengan berpegang teguh pada Pancasila, Jokowi yakin, bangsa Indonesia akan menjadi bangsa yang berdaulat dan bermartabat dalam pergaulan bangsa-bangsa lain di dunia. Lanjut Jokowi, Negara dengan penduduk Muslim terbesar di dunia, sekaligus menjadi negara demokrasi terbesar keempat di dunia, kita telah berhasil lepas dari ketakutan terhadap ancaman instabilitas dan kekerasan politik dalam setiap regenerasi kepemimpinan nasional maupun Daerah. Indonesia harus menjadi negara maju, harus menjadi negara yang berdaulat, bermartabat, dan dihormati negara-negara lain di dunia. Untuk itu, kita harus memperkuat fondasi dan mengumpulkan energi untuk melakukan lompatan kemajuan, berani melakukan terobosan dan harus berani membuat kebijakan, himbau Jokowi.

Mantan Gubernur DKI Jakarta itu juga menghimbau, kita tidak boleh terjebak dalam pragmatisme jangka pendek, yang akan membuat jalan kita melambat di masa depan dan kita tidak boleh terjebak pada status sebagai negara berpenghasilan menengah serta Kita tidak boleh terkena “middle income trap”. Menurut Jokowi, apa yang sudah dilakukan bangsa ini sebelumnya dan saat ini bukanlah semata-mata untuk memecahkan masalah satu-dua tahun ke depan, tapi semua itu harus menjadi bagian dari lompatan kemajuan Indonesia untuk menjawab masalah-masalah di masa depan.

Jokowi menegaskan, semangat gotong royong juga harus ditopang dengan tata kelola pemerintahan yang baik, untuk membebaskan Indonesia dari jeratan korupsi yang mengkhianati kepercayaan rakyat dan menggerogoti anggaran negara. Dikatakannya, Pemerintah akan terus mendukung upaya KPK dalam memberantas korupsi dan akan memberikan prioritas yang tinggi pada upaya pencegahan dan upaya penindakan. AUntuk itu, Pemerintah telah mengeluarkan Strategi Nasional Pencegahan Korupsi, melalui Peraturan Presiden Nomor 54 tahun 2018 sebagai arah kebijakan nasional yang memuat fokus dan sasaran pencegahan korupsi dan Pemerintah telah meneruskan inisiatif Saber Pungli yang sampai semester I tahun 2018 telah melaksanakan 2.911 kegiatan Operasi Tangkap Tangan.

Selain itu, Pemerintah juga telah memberikan perhatian pada penegakan Hak Asasi Manusia (HAM) sebagaimana telah di atur pada Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 33 tahun 2018 tentang Perubahan PerPres Nomor 75 Tahun 2015 tentang Rencana Aksi Nasional Hak Asasi Manusia (RANHAM) Tahun 2015-2019, agar kejadian kasus-kasus HAM pada masa lalu tidak terulang lagi di masang mendatang. Selain HAM, Ketegasan juga harus dilakukan dalam menjaga kekayaan alam kita serta kedaulatan maritim, mulai laut, teluk, sampai dengan samudra, karena tidak sedikit aksi pencurian ikan yang sering terjadi di perairan Indonesia, begitu juga dengan pemberantasan narkoba yang telah merusak masa depan bangsa harus terus di lakukan dan kita juga harus tegas untuk menjaga NKRI dalam meneguhkan ikrar Bhinneka Tunggal Ika, mencegah dan memberantas terorisme.

Di akhir pidatonya, Presiden Joko Widodo mengajak seluruh anak bangsa dari Sabang sampai Merauke, Miangas hingga Pulau Rote, agar selalu menjaga optimisme, saling berbagi, berani membuat terobosan, dan selalu mengejar prestasi secara bergotong royong. “Mari bersama-sama kita bawa Indonesia menjadi negara maju. Kerja Kita Prestasi Bangsa, Dirgahayu Republik Indonesia,,,! Dirgahayu Negeri Pancasila”, tutup Joko Widodo.

Bupati Malang Dr. H Rendra Kresna usai rapat paripurna menyampaikan, dimanapun masyarakat berada di Indonesia, khususnya di Kabupaten Malang harus terus mengolah serta menginisiasi potensi yang bisa dikembangkan untuk kemajuan dan kemakmuran masyarakat itu sendiri. Menurut Rendra, dengan banyaknya peningkatan anggaran Nasional yang akan digelontorkan ke Daerah, tidak menutup kemungkinan akan memberi peluang untuk meningkatkan prestasi yang ada di masyarakat Kabupaten Malang terutama pengentasan kemiskinan.

“Dengan program Nasional dan program Daerah yang sinergi salah satunya program PKH, itu sangat membantu untuk mengurangi dan mengatasi permasalahan kemiskinan,” ujar Bupati dua periode itu. Selain itu, salah satu indeks keberhasilan Pemerintah Daerah dalam merealisasikan program Nasional adalah pemanfaatan potensi pariwisata, yang beberapa kali mendapatkan penghargaan tingkat nasional. “semua itu terwujud karena dukungan semua pihak yang ada di Kab Malang, Pungkas Rendra. (wan)

Cak War

Asosiasi Media Online Indonesia

Asosiasi Media Online Indonesia

Mitra Ijen Post

Logo Ijen Post

INFO HARGA SEMBAKO JAWA TIMUR

http://picasion.com/