Monday, September 17, 2018

DUGAAN KORUPSI DANA HIBAH TERNAK KAB. BONDOWOSO MULAI TERKUAK


BONDOWOSO – ijenpost.net – Dugaan Korupsi bantuan sapi hibah kepada Kelompok Masyarakat (Pokmas) dan Kelompok Ternak Kabupaten Bondowoso, yang diperoleh dari bantuan hibah Pemerintah Provinsi Jawa Timur Pada Tahun 2017 lalu, akhirnya mulai terbongkar pada september 2018 ini. Sementara itu modus yang dilakukan terduga yaitu dengan membuat pokmas atau Kelompok Ternak, agar bisa mendapatkan bantuan dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur, tetapi rata-rata bantuan hibah dilaksanakan jauh menyimpang dari ketentuan yang berlaku.

Empat Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) sekaligus melakukan investigasi di lapangan, yang hasilnya informasi data dan fakta yang mereka dapatkan dari penerima hibah sesuai dengan alamat yang tercantum dalam daftar penerima hibah Prov Jatim 2017, sangat mencenangkan semua pihak. Bagaimana tidak, fakta dari penerima hibah ada yang hanya terdapat 2 ekor sapi saja, ada yang dananya di pakai mencalonkan kades dan kalah, ada yang langsung dibagi 2 dengan kadesnya, jelas Azura Kunang, ketua LSM Rasung Centre, mengawali penjelasan hasil investigasnya.

Temuan LSM Aliansi Kebijakan Publik (AKP), Edi Wahyudi, ada 2 penerima hibah diwilayah Desa Selolembu Curahcami, Desa Taman Kecamatan Taman Krocok, Poncogati Curahdami. Lembaga-lembaga yang sudah kami datangi tersebut, di duga kuat menyimpang dari ketentuan. “temuan kami ada 2 penerima hibah di desa Selolembu curahdami, dan desa taman Kecamatan Taman Krocok, 1 lembaga di Poncogati, dan 1 lembaga di Penambangan Curahdami. Saya tidak menyatakan fiktif, tetapi jelas ada penyimpangan”, jelas Edi Wahyudi yang didampingi oleh Ketua LSM Teropong, Ansori.

“Penerima Bantuan Hibah di Poncogati, Pokmas Karya Sejati senilai Rp. 250.000.000, di lakukan oleh Calon Petinggi (Kepala Desa) Hamzah alias Amze. Turunnya dana hibah ternak sapi tersebut, menjelang pemilihan Kepala Desa Poncogati Curahdami. Menurut Ketua Kelompoknya bernama P. Maya, saat di konfirmasi menyatakan tidak ada dan tidak bisa memberikan jawaban, dimana sapi bantuan hibah tersebut, mana sampelnya tidak bisa membuktikan. Besok harinya saya di perlihatkan ada 2 lokasi kandang dengan masing-masing terdapat 2 ekor sapi. Sesuai dengan informasi pihak yang dapat dipercaya, disinyalir dana hibah tersebut digunakan untuk pencalonan Kades, dan kalah. Sedang Hamzah sendiri ketakutan, saat akan ditemui dia menghilang. Dia sempat memohon kepada saya, untuk tidak dilaporkan”, Tambah Azura Kunang menambahi keterangan Edy wahyudi yang lebih dikenal dengan Edy AKP.

Temuan di Desa Penambangan Curahdami, Penerima Bantuan atas nama PC GP Ansor Bondowoso beralamatkan Desa Penambangan Curahdami Bondowoso, senilai Rp. 100.000.000,- yang langsung ditansfer ke Rekening Bank Jatim Bondowoso No. 0312365154, SP2D No. 31319 tertanggal 15-11-2017. Menurut Azura Kunang, barangnya nggak ada. “faktanya barang ngga ada, atas nama Ketua PC GP Ansor Bondowoso, Muzamil. Pencairannya juga dilakukan sendiri oleh Muzamil. Lokasi letak bantuan hibah nggak jelas, saya juga tidak bisa menyatakan fiktif, tetapi pencairan langsung ketua kelompok, hanya barangnya nggak ada. Saya juga konfirmasi kepada kepala desa Penambangan, Bu. Marta, tetapi yang bersangkutan tidak tahu menahu tentang bantuan hibah tersebut”, jelas Azura Kunang ketua LSM dan Media Pas Rauang Centre didampini Ketua LSM Rengganis, Samsul.

“Jika nanti kita sudaha melaporkan hal ini, lalu Jaksa menyatakan kurang bukti. Saya yang akan di depan, saya akan memanggil semua orang-orang yang siap dipanggil kejaksaan kapan saja memberikan kesaksian”, tegas Kunang. Bersambung (Tim Redaksi)

Cak War

Asosiasi Media Online Indonesia

Asosiasi Media Online Indonesia

Mitra Ijen Post

Logo Ijen Post

INFO HARGA SEMBAKO JAWA TIMUR

http://picasion.com/