Thursday, October 4, 2018

SMP 1 BONDOWOSO SELENGGARAKAN PROGRAM TANFIDZ QUR’AN


BONDOWOSO – ijenpost.net - Dalam salah satu hadistnya rasulullah pernah bersabda bahwa “Sebaik-baik kalian adalah orang yang mempelajari Al-Quran dan mengajarkannya.” (HR. Bukhari). Hadist shahih ini menegaskan bahwa mempelajari dan menghayati Al-Quran, pada dasarnya, adalah kebutuhan setiap manusia. Selain itu, hadist tersebut juga menegaskan keutamaan Al-Quran yang harus dipelajari dengan berbagai pendekatan, dibaca hingga dihafalkan, kemudian diamalkan.

Namun demikian, upaya mempelajari dan mengamalkan Al-Quran tidak mungkin dilakukan seorang diri, apalagi pada usia dini. Dalam hal ini dibutuhkan sebuah institusi yang memandu, mendukung, serta memotivasi seseorang untuk terus menerus mempelajarinya. Bahkan hingga tahap menghafalkannya. Kiranya, proses mempelajari Al-Quran dalam sebuah institutsi pendidikan ini bukan persoalan sederhana.

SMPN 1 Bondowoso dalam upaya mengakkan program mempelajari Al-Quran, khususnya tahfidz Al-Quran sebagai salah satu program unggulan sekolah, tidak serta merta didukung oleh semua komponen institusi pendidikan.

Kepala Sekolah SMPN 1 Bondowoso, Mohamad Rubangi, S. Pd., mengutarakan, satu hal fundamental untuk mengawali program tersebut adalah tekad dan keberanian yang kuat. Apalagi, jika program yang di inginkan menyangkut eksistensi kurikulum standar sekolah. Perlunya keberanian menerobos pakem kurikulum standar, dimulai dari keberanian mengeluarkan kebijakan, harus berani menerjang pakem kurikulum standar. Jika melihat program ini penting, seharusnya, sekolah berani menggambil sikap.

SMPN 1 Bondowoso merupakan salah satu pilot project penyelenggaraan Program Tahfidz Al-Quran di sekolah yang bekerjasama dengan Pondok Pesantren Al-Maliki Koncer Bondowoso. SMPN 1 Bondowoso dapat dikatakan sebagai pioneer Program Tahfidz Al-Quran yang baru berjalan tahun 2018 ini. Salah satu kekhasan program yang dikembangakan di sekolah tersebut adalah sistemnya yang diterapkan pada kegiatan intrakulikuler. Konsekwensi sekaligus tantangan terbesar dari konsep tersebut adalah alokasi dana serta komitmen yang tinggi dari guru kelas maupun guru Tanfidz Quran yang di datangkan dari Pondok Pesantren Al-Maliki.

Keterbatasan personil Guru Agama Islam, tentunya akan sangat kesulitan menangani sekian banyak peserta didik, maka kami perlu bekerjasama dengan pihak-pihak terkait. Dengan pertimbangan yang memiliki kapasitas di bidang Tahfidz. Yang sudah berjalan kami menjalin kerjasama dengan mitra yaitu Pondok Pesantren Al-Maliki Koncer Bondowoso

Pemilihan Program Tahfidz, dengan tujuan anak didik akan terbiasa berkonsentrasi dan fokus pada ayat-ayat, sehingga harapannya selain mendekatkan peserta didik dengan kalam Ilahi, serta diberikan motivasi untuk menjaga Al-Qur’an di dalam dada mereka, kegiatan ini juga akan berkontribusi menjaga akhlak mereka. Disamping itu jika anak sudah terbiasa berkonsentrasi, maka dimasuki dengan materi-materi umum akan lebih mudah. Sehingga mereka akan memiliki prestasi baik di akademik maupun non akademik. Hal lain yang menjadi alasan adalah karena lokasi SMPN 1 Bondowoso yang strategis dan berdekatan dengan Pondok Al-Maliki, yang notabene memiliki sumber daya yang mumpuni di bidang ini, maka menjadi pendorong bagi kami untuk melaksanakan program Tahfidz di SMPN 1 Bondowoso.

Sistem ini juga menuntut masing-masing guru kelas untuk menguasai target capaian hafalan yang diwajibkan di setiap kelasnya. “Jadi setiap guru dituntut menguasai hafalan setidaknya sesuai dengan target kelas. Walaupun yang lebih penting adalah kemampuan memberikan motivasi. Intinya tim guru harus sepakat dengan program tersebut, selanjutnya mampu menjelaskan kepada wali murid karena kegiatan ini berimbas pada jam pelajaran”, tegas Kepala SMPN 1 Bondowoso Mohamad Rubangi, S. Pd.

“Yang dikembangkan oleh SMPN 1 Bondowoso, baik segi sistem dan pendetakannya, memiliki karakteristik yang cukup berbeda dengan sekolah negeri lain, dimana sebagian besar diterapkan dalam kegiatan ekstra kulikuler. Dengan demikian, penerapan program tahfidz Al-Quran memang semestinya dikembangkan sesuai dengan kultur dan kemampuan sekolah masing- masing. Kenyataan ini juga menunjukkan bahwa tantangan masing-masing sekolah dalam menerapkan program tersebut nantinya juga akan beragam. Maka dalam hal ini, peran penting pendidik untuk membina dan mendukung agar masing-masing sekolah mampu mengatasi tantangan yang mereka hadapi”, jelas Rubangi.

Disisi lain, Kepala Sekolah SMPN 1 Bondowoso, Mohamad Rubangi, S. Pd., juga bercita-cita, ingin sekolahnya tidak hanya menjadi rujukan dalam ilmu pengetahuan umum saja, akan tetapi menjadi rujukan Ilmu Agama untuk siswa SMP Bondowoso, sehingga tidak hanya mempersiapkan anak didik saja yang dijadikan kelas unggulan tetapi setiap minggu semua guru-guru juga di wajibkan belajar ilmu agama yang di kaji di sekolah yang di akomodir sekolah.

SMPN 1 Bondowoso bukan hanya menjadikan Tahfidz sebagai kelas unggulan tetapi juga mengakomodir semua siswa yang tidak mengaji di rumah, mushollah atau masjid untuk mengaji. Tetapi dengan di SMPN 1 Bondowoso mendatangkan ustad-ustad yg berkompeten khusus mengajar mengaji dan ilmu agama. (*)

Cak War

Asosiasi Media Online Indonesia

Asosiasi Media Online Indonesia

Mitra Ijen Post

Logo Ijen Post

INFO HARGA SEMBAKO JAWA TIMUR

http://picasion.com/