Thursday, November 29, 2018

Rapat Paripurna DPRD Kab Malang Agenda HUT Kab Malang Ke 1258

MALANG - ijenpost.net - Kab Malang yang telah memasuki tahun ke 1258, di peringati dalam suasana hangat kekeluargaan di Gedung DPRD Kab Malang yang mana pada hari Rabu (28/11) di laksanakan Sidang Paripurna Istimewa dalam memperingati HUT Kab Malang ke 1258.

Hadir pada acara tersebut Wakil Bupati Malang M. Sanusi, Sekda Pemkab Malang, Didik Mulyono beserta seluruh Pejabat Pemkab Malang, Ketua dan Wakil Ketua DPRD Kab Malang beserta anggota, unsur Forkompimda dan Tim Penggerak PKK Kab Malang.

Wakil Bupati Malang M. Sanusi dalam sambutan Rapat Paripurna mengatakan, "Peringatan Hari Jadi Kabupaten Malang yang diselenggarakan setiap tanggal 28 November, dan pada tahun ini memasuki usia ke-1258, menegaskan bahwa Kabupaten Malang telah mengarungi sejarah panjang sebagai daerah yang memiliki pemerintahan sejak masa Kerajaan Kanjuruhan silam".

Dari perjalanan panjang tersebut tentunya pasang surut, prestasi, dan pengharapan senantiasa menyertai perjalanan kita. Banyak hal yang telah diraih, namun juga masih banyak pula yang masih menjadi harapan dan cita-cita kita bersama. Dalam rentang sejarah 1258 tahun pemerintahan Kabupaten Malang yang telah terlewati, telah banyak para tokoh pemimpin dan pejuang yang telah berkarya silih berganti membangun Kabupaten Malang ke arah yang lebih baik demi mencapai kesejahteraan masyarakat. Oleh karena itu, kita patut berbangga dan memberikan penghargaan yang tulus atas jasa dan pengabdiannya.

Kabupaten Malang mendapat kado spesial, yakni disetujuinya pengusulan Singosari sebagai salah satu Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) oleh Dewan Nasional Kawasan Ekonomi Khusus, yang selanjutnya tinggal menunggu penetapan KEK Singosari dari Presiden Joko Widodo. Pengembangan KEK diarahkan untuk memberikan kontribusi optimal dalam pencapaian empat agenda prioritas Nasional yang tertuang di Nawacita, yaitu: Membangun Indonesia dari pinggiran dengan memperkuat daerah-daerah dan desa dalam kerangka negara kesatuan ; Meningkatkan kualitas hidup manusia Indonesia ; Meningkatkan produktivitas rakyat dan daya saing di pasar internasional ; Mewujudkan kemandirian ekonomi dengan menggerakkan sektor sektor strategis ekonomi domestik.

Peranan DPRD Kabupaten Malang, lanjut Sanusi, "sebagai mitra eksekutif merupakan peran yang bersifat konstruktif dalam rangka penyelenggaraan roda Pemerintahan Daerah. Begitu juga ucapan terima kasih kepada jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Kabupaten Malang atas dukungan untuk mengemban amanah dalam mewujudkan cita-cita Kabupaten Malang".

Dengan Visi Misi MADEP MANTEB MANTEP yang membawa Kab Malang mancapai cita cita yang berorientasi untuk kesejahteraan masyarakat Kabupaten Malang, Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik, bahwa pada tiga tahun terakhir pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Malang tahun 2016 sebesar 5,30%, tahun 2017 naik menjadi 5,43% angka ini masih dibawah pertumbuhan ekonomi Jawa Timur sebesar 5,45%, namun diatas pertumbuhan ekonomi Nasional sebesar 5,07% dan tahun 2018 diperkirakan antara 5,40% hingga 5,61%.

Pertumbuhan ekonomi tersebut telah mendorong pendapatan per-kapita penduduk Kabupaten Malang pada tahun 2016 sebesar 31 Juta 940 Ribu 699 Rupiah 23 Sen, tahun 2017 sebesar 34 Juta 611 Ribu 631 Rupiah, sedangkan tahun 2018 diperkirakan mencapai 37 Juta 715 Ribu 577 Rupiah 65 Sen.

Demikian pula dengan Produk Domestik Regional Bruto Atas Dasar Harga Berlaku tahun 2016 sebesar 81 Triliun, 785 Miliar 43 Juta Rupiah, tahun 2017 sebesar 89 Triliun 180 Miliar 19 Juta Rupiah, dan tahun 2018 direncanakan sebesar 96 Triliun 572 Miliar 24 Juta Rupiah, dengan laju inflasi tahun 2017 sebesar 3,43% dan pada tahun 2018 diperkirakan antara 4,74% sampai 5,19%. Begitu pula dengan capaian penurunan angka kemiskinan dari tahun ke tahun, dimana pada tahun 2016 sebesar 11,49%, tahun 2017 menurun menjadi 11,04%, dan tahun 2018 diprediksi berkisar 10,94% hingga 10,54%. Kondisi ini akan lebih baik dari Provinsi Jawa Timur sebesar 11,20%, namun masih di bawah tingkat kemiskinan rata-rata Nasional yang bergerak kisarannya 10,12%, pada tahun 2017. Sedangkan untuk desa tertinggal di Kabupaten Malang berdasarkan self assesment penurunannya cukup signifikan dimana tahun 2015 berjumlah 7 desa, tahun 2016 sejumlah 4 desa dan tahun 2017 berjumlah 1 desa yaitu Desa Kalisari Kecamatan Kalipare. Insya Allah akhir tahun 2018 seluruh desa di Kabupaten Malang bebas dari Desa tertinggal.

Tingkat Pengangguran Terbuka tahun 2016 sebesar 4,95% tahun 2017 sebesar 4,60%, dan tahun 2018 diperkirakan sebesar 4,30%. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) tahun 2016 sebesar 67,51 dan Tahun 2017 sebesar 68,47 sedangkan Tahun 2018 diprediksi berkisar 68,75 sampai 69,00, pencapaian IPM tersebut menunjukkan bahwa tingkat kesehatan, pendidikan, dan kemampuan daya beli masyarakat Kabupaten Malang semakin baik. Dari semangat membangun ekonomi di daerah, di tengah-tengah krisis ekonomi global yang saat ini sedang terjadi di berbagai belahan dunia yang berdampak di Kabupaten Malang, terjadi Inflasi tahun 2016 sebesar 5,19% sedangkan tahun 2017 sebesar 3,43%.Bertepatan dengan pelaksanaan tahun ketiga RPJMD Kabupaten Malang Tahun 2016-2021, sekaligus peringatan hari jadi ke-1258 ini,

Penghargaan Role Model Penyelenggaraan Pelayanan Publik Terbaik dari Kementerian Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi atas inovasi One Day Service, Two In One, dan Jebol Anduk.

Penghargaan Abdi Bakti Tani atas Inovasi Si Brilian dari Kementerian Pertanian ,Penghargaan Satya Lancana Karya Bhakti Praja Nugraha dari Presiden Republik Indonesia kepada Bupati Malang, sekaligus memperoleh peringkat dan status kinerja 10 besar Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah Kabupaten yang berprestasi paling tinggi secara Nasional dari Kementerian Dalam Negeri, Juara Pembinaan KB dan PKK Tingkat Provinsi Jawa Timur atas program Surveilans Keluarga Sejahtera dan Contraceptive For Women At Risk atau Contra War dan Penghargaan Pelayanan Publik serta Penghargaan Service Of The Year Jawa Timur dari Mark Plus Incorporation, Penghargaan Pastika Parahita dari Kementerian Kesehatan, Ke-empat kalinya meraih Predikat Opini Wajar Tanpa Pengecualian atau WTP dari Badan Pemeriksa Keuangan dan dari Kementerian Keuangan.

Penghargaan Kabupaten Layak Anak Kategori Madya dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak; Penghargaan Top 40 Pelayanan Publik untuk Contra War dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, Penghargaan Otonomi Awards dari The Jawa Pos Institute of Pro-Otonomi atau JPIP kategori daerah dengan profil menonjol bidang pembangunan inklusif, Penghargaan 25 Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik atau KOVABLIK Tahun 2018 dari Kementerian Dalam Negeri, Peringkat ke-4 Top 10 Smart Sanitation Award dari Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Penghargaan Pencapaian Peserta KB Baru MKJP terbanyak dari Gubernur Jawa Timur, Penghargaan kategori Madya Bidang Partisipasi dan Pengembangan Kapasitas Lomba Desa/Kelurahan Tangguh Bencana Tingkat Provinsi Jawa Timur, Penghargaan Proklim Utama dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.

Akhir kata saya mengucapkan Dirgahayu Ke-1258 Kabupaten Malang, semoga dengan semakin bertambahnya usia daerah kita tercinta ini, akan semakin meningkatkan motivasi kita bersama untuk lebih giat, kreatif, inovatif dan lebih bersemangat untuk mengakselerasi pemerataan pembangunan di seluruh wilayah Kabupaten Malang", pungkas Sanusi. (gun)

Cak War

Asosiasi Media Online Indonesia

Asosiasi Media Online Indonesia

Mitra Ijen Post

Logo Ijen Post

INFO HARGA SEMBAKO JAWA TIMUR

http://picasion.com/