Saturday, November 24, 2018

ULAH MAKELAR TANAH RUGIKAN WARGA GENTONG BONDOWOSO


BONDOWOSOijenpost.net - Rencana Pemprov Jatim membangun Pusat Pengelolaan Sampah dan Limbah B3 (PPSLB3) di atas tanah Perhutani Kabupaten Mojokerto bakal segera terealisasi. Pembangunan direncanakan dimulai tahun depan.

Tetapi rencana Pemprov Jatim akan mengganti tanah Perhutani Mojokerto untuk lahan PPSLB3 dengan lahan di Desa Gentong Kecamatan Taman Krocok Kabupaten Bondowoso, direcoki oleh ulah para Makelar yang menjadikan alur administrasi semakin ruwet dan bertentangan dengan prosedur yang berlaku.

Dalam Nota Dinas laporan hasil pengumpulan keterangan para pihak terkait permasalahan pembebasan lahan untuk tukar menukar kawasan hutan (TMKH) Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi Jawa Timur, ditemukan banyak persoalan yang ditimbulkan dari ulah para makelar tanah.


Baca : 
Tim Penyelesaian permasalahan yang terdiri dari Inspektorat, Bagian Hukum, DLHP dan Bappeda Kabupaten Bondowoso yang membantu Tim DLH Prov Jatim untuk melaksanakan perekaman pengaduan para pihak yang terkait, telah mengurai permasalahan.

Pihak Pengadu terdata 14 orang, namun yang telah di BAP pengaduannya sebanyak 13 orang (1 orang atas nama Yudi belum bisa hadir), dengan katagori permasalahan sebagai berikut ; masyarakat yang menjual tanah pada tahap I dan II, namun baru mendapat DP/tanpa DP, dan sampai sekarang belum dilunasi, terdiri lahan atas nama P Nasrul (P Asmin), B. Ike, P. Sum/P. Tori.

Masyarakat yang tidak menjual tanah pada tahap I dan II, namun tanahnya termasuk dalam peta lahan yang terjual, dan berencana akan menjual tanahnya, terdiri lahan atas nama ; P. Jaham (P. Sunar), P. Lin/B. Pit (B. Yudi), P. Arik, P. Sukarso, P. Ni/Muhrawi, B. Yeni Rumlahwati, P. Muklis (akan menjual sebagian).

Berikutnya adalah masyarakat yang tidak menjual tanah pada tahap I dan II, namun tanahnya termasuk dalam peta lahan yang terjual, tetapi tidak akan menjual tanahnya terdiri lahan atas nama P. Erwanto dan P. Sopian.

Ada juga pihak yang menjual tanah pada tahap I dan II, sudah lunas, melaporkan adanya lahan yang sudah dibebaskan tetapi di usulkan kembali di tahap III (indikasi double karena kenakalan oknum), tanah tersebut atas nama P. Sopian

Inventarisasi permasalahan yang disebabkan oleh ulah para makelar dalam Nota Dinas tersebut antara lain ; Pengukuran oleh tim ukur tidak melibatkan kepala desa atau perangkatnya, Pemeriksaan berkas administrasi oleh notaris yang ditunjuk kurang teliti dan cenderung membiarkan dokumen kurang lengkap dan valid, Kepala desa sebagai pihak terpenting dalam pengesahan dokumen pertanahan merasa tertekan dan tidak sempat mempelajari dokumen dengan cermat (asal tanda tangan), banyak penggunaan surat kuasa, baik dalam pengurusan penjualan maupun dalam penggunaan rekening penerimaan dana menjadikan alur administrasi semakin ruwet, dan Tim DLH sebagai pembeli lahan kurang crosscheck di lapangan terhadap keberadaan bidang lahan yang akan di beli, dikarenakan kurang paham wilayah, kurang paham pertanahan dan lokasi yang jauh.

Berdasarkan keterangan para pengadu, di identifikasl nama-nama “makelar” yang menerima uang atas penjualan tanah masyarakat tersebut adalah ;

  1. Fathorazi, terkait lahan P Jaham/Surnar, P. Lin, dan B. Yeni
  2. Kusnadi, terkait lahan B Yeni dan P Sum
  3. Awi/Suryani terkait lahan P. Erwanto
  4. Sucipto terkait lahan P. Ni
  5. Rival terkait lahan P. Lin
  6. Warno, terkait tahan P. Sopian
  7. Eko Yovi, terkait lahan P. Arik, B. Ike dan P Nasrul (Ainur)
Dalam Nota Dinas Bappeda, terhadap 7 nama penerima transfer dana tersebut, yang dapat dimintai keterangan adalah Eko Yovi, sedangkan 6 orang lainnya sulit untuk ditemui dan dihadirkan di forum mediasi.

Sampai berita ini diturunkan, belum ada konfirmasi dari pihak “makelar” yang memberikan konfirmasi atas Nota Dinas yang dikeluarkan oleh Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) kabupaten Bondowoso. Bersambung (*)

Cak War

Asosiasi Media Online Indonesia

Asosiasi Media Online Indonesia

Mitra Ijen Post

Logo Ijen Post

INFO HARGA SEMBAKO JAWA TIMUR

http://picasion.com/