Tuesday, February 19, 2019

Bupati Salwa Perkuat Komitmen Pencegahan Stunting dengan Perangkat Daerah Terkait


BONDOWOSO – ijenpost.net Pemerintah Daerah Bondowoso memperkuat komitmen dalam penanganan stunting di wilayahnya. Komitmen tersebut tertuang dalam penandatangan komitmen pencegahan stunting yang dilakukan di Pendopo Bupati, Selasa (19/2) oleh pimpinan daerah, dan seluruh perangkat daerah terkait termasuk Kejaksaan Negeri, TNI dan Polri.

Kepala Dinas kesehatan Bondowoso, M.Imron saat memberikan sabutan dalam Kampanye dan Penandatangan Komitmen Pencegahan Stunting di Pendopo Bupati, menyebutkan hasil survei dari PSG di Jatim mencatat bahwa ada 38 persen balita di Bondowoso masuk kategori stunting. Kondisi ini membuat Bondowoso berada di urutan ketiga kasus stunting tertinggi di Jawa Timur. Adapun, jumlah balita stunting dari hasil pengukuran dari bulan timbang pada Agustus 2018 kemarin, dari jumlah 42.213 balita yang ditimbang di semua kecamatan, di semua wilayah kerja Puskesmas. Dinkes menemukan sekitar 8 ribuan balita atau sekitar 19,1 persen yang tingginya kategori pendek atau pun sangat pendek.

“Angka ini berbeda dengan hasil survey Pemantauan Status Gizi (PSG) tadi,” terangnya.

Ia mengatakan bahwa sekalipun jumlah angka stunting ini berbeda namun stunting harus dicegah, agar tidak muncul lagi. Khusus yang tentunya pihaknya inginkan yakni memperoleh komitmen di daerah baik antar OPD terkait, pimpinan daerah, dalam pelaksanaan intervensi baik itu spesifik maupun yang sensitif dalam penanggulangan dalan pencegahan stunting.

Sementara itu, Bupati Salwa Arifin dalam sambutannya, mengatakan, stunting di Bondowoso ini harus mendapatkan perhatian serius, terutama dengan menitikberatkan penanganan penyebab masalah gizi. Yaitu faktor yang menghubungkan dengan ketahanan pangan khususnya akses kepada pangan bergizi. Kemudian, lingkungan sosial yang terkait dengan praktek pemberian makanan bayi dan ibu, maupun pengasuhan.

“Termasuk akses pelayanan kesehatan untuk pencegahan dan pengobatan. Kesehatan lingkungan yang meliputi tersedianya air bersih, dan sanitasi,” tambahnya.

Ia mengatakan penurunan stunting memerlukan intervensi yang terpadu, yang mencakup intervesi gizi spesifik, gizi sensitif yang sejalan dengan insiatif.

“Saya mengajak semua pihak, Dinkes dan instansi terkait, mari kita bersama-sama untuk menyelesaikan masalah stunting ini. Kalau tadi disebutkan ada beberapa desa di Bondowoso ini, ke depan mari kita tangani secara serius, kita kerjasama gotong royong untuk mengurangi stunting ini. Pada saat ini kita tandatangani komitmen pencegahan stunting, kita upayakan Bondowoso lepas dari stunting,” pungkasnya.(*)

Cak War

Asosiasi Media Online Indonesia

Asosiasi Media Online Indonesia

Mitra Ijen Post

Logo Ijen Post

INFO HARGA SEMBAKO JAWA TIMUR

http://picasion.com/