Tuesday, March 12, 2019

Bekraf Penuhi Kebutuhan Permodalan Pelaku Ekonomi Kreatif Bondowoso

BONDOWOSO — ijenpost.net – Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) mempertemukan 200 pelaku ekonomi kreatif Bondowoso dengan perbankan syariah dalam acara Temu Bisnis Perbankan Syariah, di Aula Ijen View, Selasa (12/3).

Dalam acara tersebut seluruh pelaku ekonomi yang hadir selama sehari penuh bukan hanya bertemu BRI Syariah sebagai perwakilan perbankan syariah. Melainkan juga, menyimak penjelasan produk perbankan syariah sekaligus persyaratan mengaksesnya. Di samping itu mereka juga mempelajari pentingnya laporan keuangan untuk mengembangkan usaha.

Direktur Akses Perbankan Bekraf, Yuke Sri Rahayu, dalam siaran persnya, menerangkan, hingga saat ini masih banyak pelaku ekonomi kreatif yang belum bankable. Sehingga, hanya sedikit yang mengakses pembiayaan perbankan. Padahal, perbankan merupakan salah satu lembaga keuangan yang memenuhi kebutuhan permodalan pelaku ekonomi kreatif. Termasuk juga menyimak pengalaman keberhasilan salah satu pelaku ekonomi kreatif, yakni Owner Ayam Bakar Mas Mono.

” Salah satu hal yang biasa dikeluahkan oleh komunitas ekonomi kreatif atau UKM adalah masalah permodalan, pemasaran.. Dimana idenya besar, modalnya nggak ada, selalu itu,” ujar Yuke saat menyampaikan sambutannya.

Sementara itu, Anggota Komisi X DPR RI, Anas Thahir, yang turut membuka acara tersebut, mengatakan, bahwa yang dihadapi oleh teman-teman pelaku ekonomi kreatif selama ini adalah masalah permodalan. Oleh karena itulah, diharapkan agar pertemuan dengan perbankan ini menjadi salah satu upaya untuk membantu permasalahan akses permodalan yang dialami oleh pelaku ekonomi kreatif.

Meskipun demikian, Anas Thahir mengingatkan bahwa modal bukan satu-satunya pengembangan ekonomi kreatif. Karena, kekuatan ekonomi kreatif terletak pada sumber daya manusianya. Terlebih lagi, kreatifitas bisa melipatgandakan nilai sebuah produk.

“Semakin dia memperkuat kreatifitas inovasinya maka semakin kuat pertumbuhan ekonomi kreatifnya,” ujarnya.

Ia pun berharap dengan pertemuan ini bermanfaat untuk pertumbuhan ekonomi di Bondowoso.

Bupati, Drs. KH. Salwa Arifin, mengatakan, bahwa Bondowoso memang sangat membutuhkan ekonomi kreatif dalam pengembangan pertumbuhan ekonominya. Mengingat memang pihaknya ingin membuat ekonomi Bondowoso tumbuh melesat seperti visi dan misi yang diemban pemerintahan Bondowoso, yakni Bondowoso Melesat. Oleh karena itulah, pihaknya mengharapkan ke depan perlunya pelatihan-pelatihan secara khusus dari Bekraf secara berkelanjutan.

Ia pun mengaku apresiatif dengan langkah Bekraf yang telah menginisiasi adanya pertemuan bisnis ini.
“Saya salut dengan langkah yang dilakukan oleh Bekraf,” pungkasnya. (*)

Cak War

Asosiasi Media Online Indonesia

Asosiasi Media Online Indonesia

Mitra Ijen Post

Logo Ijen Post

INFO HARGA SEMBAKO JAWA TIMUR

http://picasion.com/