Tuesday, June 25, 2019

LSM LIBAS Tuding Bupati-Wakil Bupati Bondowoso Ingkar Janji
Jangan Hanya Berani Mengumbar Janji, Tetapi Sabar Dalam Memenuhi Janji

BONDOWOSO - ijenpost.net - Seorang pemimpin sejati tidak akan pernah ingkar janji, baik pada janji yang diucapkannya secara sadar kala menerima amanah jabatan (pelantikan) lebih-lebih janji yang dilontarkan kepada rakyat secara langsung lewat lisannya sendiri.

Hal ini menjadi pembahasan dikalangan aktivis dan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM), salah satunya adalah LSM Libas. Dalam pembahasan dengan beberapa aktivis dan LSM, Ketua LSM Libas, Ahmad Fauzan Abdi, membeberkan janji-janji politik Bupati dan Wakil Bupati Bondowoso, Drs. KH. Salwa Arifin – H. Irwan Bachtiar Rahmat,SE.M., yang telah dipublikasikan di media online.

Di awal diskusi, Ahmad Fauzan Abdi, membacakan berita yang dikutip dari suara-publik.com, tayang 19 Juli 2019, dengan judul “ASN Pemkab Bondowoso Gembira, Pemerintahan Sabar Segera Kembalikan Tunjangan ULP”  dan, janji-janji Bupati dan Wakil Bupati yang dipublikasikan oleh www.teropong.co.id, tayang 1 April 2018, dengan judul ”JANJI POLITIK PASLON SABAR UNTUK BONDOWOSO” 

Dalam diskusi tersebut, Ahmad Fauzan Abdi berpendapat, ”janji membayar Tunjangan Uang Lauk Pauk (ULP) Aparatur Sipil Negara (ASN) sudah sangat sulit direalisasikan. Kalau kita membaca RPP Kementrian ASN, pada ketentuan BAB IX pasal 32 ayat 1 dan 2, menyatakan : PNS dilarang menerima penghasilan lain dan/atau honorarium apapun yang dananya bersumber dari Anggaran Pendapatan Belanja Negara/ Anggaran Pendapatan Belanja Daerah, dan pada Pasal 2 menyebutkan, apabila PNS menerima penghasilan lain atau honorarium yang dananya bersumber dari Anggaran Pendapatan Belanja Negara/Daerah, PNS tersebut harus mengembalikan penghasilan lain atau honorarium yang telah diterima tersebut ke kas negara”.

“Sehingga janji mengembalikan ULP ASN, bisa dikatakan asal janji yang tidak mungkin dapat ditepati, karena hal tersebut akan melanggar ketentuan yang ada”, jelas Ahmad Fauzan Abdi 

“untuk janji politik menaikan honor guru ngaji mungkin masih bisa di realisasikan, tetapi untuk tahun ini harus menunggu pembahasan Perubahan Anggaran 2019 dengan anggota DPRD yang baru. Tetapi besar kemungkinan masih sangat alot, karena belum ada pijakan hukum yang jelas untuk mencairkan honor guru ngaji tersebut”.

“Sementara untuk janji pengangkatan tenaga Honorer K2, Pemerintah Daerah hanya bisa mengakomodir semua usulan, ke Pemerintah Pusat, dan finalnya ada di Pemerintah Pusat, baik itu diangkat atau tidaknya tenaga honorer Katagori dua tersebut, sehingga janji inipun tidak mungkin dapat ditepati oleh Pemda. Selama Undang-undang Nomor 5 tahun 2014 tentang ASN, tidak direvisi oleh Pemerintah, maka nasib tenaga honorer K2 tetap ada di tangan Pemerintah Pusat”. 

“Janji menaikkan Bosda Madin, ini juga saya nilai kurang tepat, karena Bosda Madin adalah dana sharing dengan pemerintah Provinsi Jawa Timur, sebesar 50:50, rinciannya dari Pemprov Jawa Timur sekitar Rp 5,6 milliar dan dari pemerintah daerah Kabupaten Bondowoso sekitar Rp 5,7 milliar, sehingga besaran kenaikan Bosda Madin tergantung pada porsi Anggaran dari Pemprov jatim, daerah hanya mengikuti saja”, jelas Ahmad Fauzan Abdi yang semakin geram membahas janji politik Bupati dan Wakil Bupati.

Ahmad Fauzan Abdi sangat menyayangkan, karena begitu besarnya dampak dari mengumbar janji terhadap kehidupan kita, “kita harus berhati-hati dalam menjanjikan sesuatu.” Jika memang sesuatu itu terasa berat dan di luar kemampuan dan kapasitas kita, selayaknya kita tidak menjanjikannya”.

“Belum lagi slogan tanpa KORUPSI, tanpa PUNGLI dan tanpa JUAL BELI JABATAN, akan hanya sebatas slogan saja, karena info dari kalangan ASN, kondisi saat ini lebih parah dari kepemimpinan Kepala Daerah sebelumnya. Banyak oknum-oknum bergerilya mencari proyek dan menawarkan jual beli jabatan kepada ASN. Jadi, jangan hanya BERANI mengumbar janji, tetapi SABAR dalam menepati janji. Dengan kata lain, ditepati atau tidak janji-janji politik tersebut, rakyat harus SABAR”, komentar Ahmad Fauzan Abdi menutup diskusinya. (*)

Cak War

Asosiasi Media Online Indonesia

Asosiasi Media Online Indonesia

Mitra Ijen Post

Logo Ijen Post

INFO HARGA SEMBAKO JAWA TIMUR

http://picasion.com/