Saturday, July 6, 2019

Dugaan Pungli PPDB SMAN 1 Tumpang Kab. Malang
Tabrak Aturan Pergub Jatim "Program TISTAS"

MALANG – ijenpost.net – Program yang di canangkan Gubernur Jawa Timur " TISTAS " gratis berkualitas yang di tuangkan dalam Pergub Jawa Timur 2019 tentang Pendidikan Gratis yang dalam beberapa poinnya tertera , mulai tahun ajaran 2019 siswa SMA dan SMK Negeri seluruh Jawa Timur di gratiskan uang SPP tiap bulannya serta mendapatkan seragam gratis sebanyak 2 stel.

Namun aturan dan program tersebut tidak di indahkan dan di langgar oleh SMAN 1 Tumpang Kab. Malang yang mana pada Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) 2019 ini , pihak sekolah secara terang-terangan menarik sumbangan iuran bahkan sumbangan untuk anak didik baru. Untuk terlaksananya Program TISTAS tersebut Pemprov Jatim menganggarkan dana 1,9 triliun.

Dari informasi yang kami terima SMAN 1 Tumpang mematok tarif bagi peserta didik baru sebesar Rp. 4.680.000 yang terdiri dari SPP dan kegiatan selama 1 tahun Rp 833.500, seragam Rp 850.000 dan uang gedung Rp 3.000.000. 
Menurut salah satu wali murid baru mengatakan, "ini sangat memberatkan kami mas , sebagai warga biasa dengan penghasilan pas-pasan ada sumbangan yang begitu besar sangat membebani kami”.

“Pihaknya berharap semoga pihak Diknas Provinsi Jawa Timur mendengarkan keluhan kami dan dapat di tindak lanjuti permasalahan ini, dan ini tidak terjadi pada saya saja tapi semua wali murid baru yang berjumlah kurang lebih 300 ratusan siswa baru di SMAN 1 Tumpang",pungkas ibu yang tidak mau di sebutkan namanya.

Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur sendiri Telah Merilis Juknis PPDB Jenjang SMA, SMK dan PK-PLK Negeri tahun pelajaran 2019-2020. Nantinya dapat menjadi pedoman bagi semua pihak yang terlibat dalam pelaksanaan PPDB yang juga mengacu kepada standar pengelolaan pendidikan dan Permendikbud nomor 51 tahun 2018.

Direktur LSM Satya Galang Indonesia (SGI), Bagus Yudistira angkat bicara terkait permasalahan ini, saat dikonfirmasi wartawan (5/6), permasalahan PPDB SMA 1 Negeri Tumpang, mengatakan, "apa yang dilakukan pihak sekolah, sangat bertentangan dengan program Gubernur Jatim dan Pemerintah Pusat wajib belajar 12 tahun dan apalagi anggaran DAK 2019 bidang pendidikan sangat besar"ujarnya.

Bagus juga menambahkan, saya akan membuat somasi terkait kejadian di SMA 1 Negeri Tumpang karena hal tersebut sudah mengandung unsur pidana yaitu adanya dugaan praktek pungutan liar (Pungli) yang tidak berlandasan hukum", ujar Bagus saat ditemui dikantornya. (Nes)

Cak War

Asosiasi Media Online Indonesia

Asosiasi Media Online Indonesia

Mitra Ijen Post

Logo Ijen Post

INFO HARGA SEMBAKO JAWA TIMUR

http://picasion.com/