Wednesday, July 31, 2019

Pernyataan Kadis DPKPCK Soal Pasar Tumpang Tak Sesuai Fakta Di Lapangan

MALANG - ijenpost.net - Polemik pembangunan pasar Tumpang Tahun anggaran 2018 yang masih menyisakan persoalan karena sesuai aturan, proyek tersebut telah selesai dan pekerjaan juga harus selesai sesuai jadwal yang telah di tetapkan yakni bulan Desember sebagai batas akhir penyerahan proyek dari pihak kontraktor kepada Pejabat Pembuat Komitmrn (PPK) Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan cipta Karya yang di tuangkan dalam PHO, namun kenyataan di lapangan, masih di temukan beberapa item pekerjaan yang kurang.

Menurut Kepala Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Cipta Karya (DPKPCK) Kabupaten Malang Wahyu Hidayat, "saat dilakukan serah Terima Pertama atau Provisional Hand Over (PHO) antara Kontraktor Pelaksana dan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), pembangunan pasar Tumpang Kecamatan Tumpang tahap 7 sudah selesai 100%. Semua sudah selesai dan lengkap, tidak ada kekurangan lagi, pasar Tumpang sudah selesai 100% saat dilakukan PHO, kata Wahyu saat ditemui wartawan, Selasa (30/7) di Gedung DPRD Kabupaten Malang".

Wahyu juga menjelaskan, "selain fisik bangunan, fasilitas umum (fasum) seperti box hydrant, lampu dan lainnya juga sudah lengkap, Bahkan kata Wahyu, Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) bersama Tim Pengawal, Pengamanan Pemerintah dan Pembangunan Daerah (TP4D) Kabupaten Malang belum lama ini, sudah lakukan sidak di Pasar tersebut, "Jadi pasar Tumpang itu sudah tidak ada masalah lagi, sudah selesai 100%, kita sudah lakukan Serah Terima Pertama atau PHO antara Kontraktor Pelaksana dan PPK," ucap Wahyu.

Namun pernyataan Wahyu tersebut berbanding terbalik dengan pengakuan Ketua Paguyuban Pedagang Pasar Tumpang (P3T) Beni Kasiyanto, yang menyampaikan, saat DPKPCK lakukan PHO, kondisi bangunan pasar tersebut belum selesai 100% dan fasum belum semuanya lengkap, hingga saat ini.

Dijelaskan Beni, kekurangan tersebut dibuktikan dengan adanya surat pemberitahuan dari Kepala Unit Pengelola Pasar Daerah (UPPD) Tumpang kepada Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Malang, pada 17 Maret 2019 lalu.

Dalam surat bernomor 300/17/35.7.113.06/2019 tersebut tertulis bahwa, ada beberapa fasilitas umum yang masih kurang dan belum maksimal pengerjaanya, antara lain:

Pipa hydran air sepanjang jalan toko sebelah selatan masih terbuka alias belum ditutup, hal ini dianggap mengganggu pengguna jalan. Kemudian, kontrol air hydran belum ada, pusat hydran sarana dan prasarana terbengkalai, sehingga tidak bisa difungsikan, pelampung sumur bor juga belum ada, bola lampu (bohlam) untuk bedak pedagang blok A lantai II sebanyak 159 buah belum diserahkan.

Selain itu, kran air Mandi Cuci Kakus (MCK) blok A lantai II tidak ada, pipanisasi pembuangan limbah MCK dari lantai atas ke lantai bawah juga ada yang bocor dan sambungan antara talang cor dengan pipa pembuangan air sebanyak 21 titik, tidak bisa dipergunakan sebagaimana mestinya.

Beni juga megungkapkan, "akan membuat notulen terkait pasar Tumpang secara keseluruhan yang di dalamnya itu di rinci apa saja kekurangan dari pekerjaan pasar Tumpang tahun anggaran 2018, tujuannya agar pihaknya tidak di salahkan apabila nanti terjadi serah terima dari Dinas Pasar lewat UPP Pasar Tumpang kepada Paguyuban Pedagang Pasar Tumpang", Pungkas Beni. (nes)

Cak War

Asosiasi Media Online Indonesia

Asosiasi Media Online Indonesia

Mitra Ijen Post

Logo Ijen Post

INFO HARGA SEMBAKO JAWA TIMUR

http://picasion.com/