Wednesday, August 21, 2019

OPINI : HASIL UN SMP/MTs TAHUN 2019 BONDOWOSO
"MELESAT” RANKING 36 SE-JATIM

OPINI – Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengakui masih rendahnya kualitas pendidikan meskipun pemerintah telah meningkatkan alokasi dana pendidikan secara signifikan dalam APBN. "Pendidikan mendapatkan alokasi tertinggi dalam APBN yang diamanatkan oleh konstitusi sebesar 20 persen. Namun kami mengakui masih lemahnya kualitas dari pendidikan tersebut", ujar dia di Jakarta, Kamis (1/8/2019), kompas.com.

Dana pendidikan yang dikelola oleh pemerintah daerah menurut Sri Mulyani memiliki transparansi dan akuntabilitas yang rendah. Hal tersebut berimbas pada performa sekolah yang kemudian tidak sesuai dengan besarnya pengeluaran yang dilakukan oleh pemerintah setempat.

Hal senada disampaikan Yuliani, dari Persatuan Orang tua Peduli Pendidikan (Saranglidi) saat menggelar jumpa pers di Pusat Kajian Anti Korupsi (PUKAT) UGM, Selasa (2/5), koransulindo.com, menyoroti adanya otonomi sekolah yang tidak dibarengi dengan pengawasan dari pemerintah baik daerah maupun pusat. Hal ini dipandang sebagai salah satu penyebab timbulnya berbagai kasus korupsi di dunia pendidikan. Karena itu Yuliani menyerukan pemerintah dan aparat penegak hukum melakukan pencegahan, pemberantasan, serta penegakan hukum dalam kasus-kasus korupsi dan pungli di dunia pendidikan Indonesia.

Hasil seluruh siswa SMP dan MTs Bondowoso yang mengikuti Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) atau Ujian Nasional Berbasis Kertas dan Pensil (UNKP) tahun 2019 menunjukkan hasil nilai UN yang masih di bawah standar. Data Pusat Penilaian Pendidikan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan mencatat, khusus SMP, rata-rata semua mata pelajaran UN berada di 46,51 poin, sedangkan standar kompetensi yang ditetapkan adalah 55 poin.
Bahasa Indonesia 59,15, bahasa Inggris 44,10, seterusnya IPA 42,46 poin dan yang terendah ini rata-rata Matematika 40,32 poin, rata-rata dari semua mata pelajaran di UN masih di bawah 55 threshold yang dianggap standar kompetensinya, juga masih jaug dibawah rata-rata provinsi jatim 54,33 poin dan rata-rata Nasional 51,76 poin.

Hasil UN SMP/MTs Kabupaten Bondowoso tahun ajaran 2018/2019 masuk pada peringkat 36 dari 38 kabupaten/kota, hanya sedikit lebih tinggi dari kabupaten Sampang dan Pamekasan.

Sedang Kabupaten tetangga seperti Jember yang tahun 2017 lalu menempati peringkat 36 Provinsi, sudah naik peringkat 31 dengan rata-rata nilai UN 48,97 poin. Kabupaten Situbondo di peringkat 32, dan Banyuwangi di peringkat 26.

Bondowoso sempat bertengger di peringkat 16 provinsi Jatim pada tahun ajaran 2015 lalu, tetapi prestasi terus “melesat” menurun, dan puncaknya tahun ajaran 2019, telah “melesat” di peringkat 36.

Masih ada sekolah yang rata-rata angkanya di atas standar kompetensi, tetapi perlu perbaikan terhadap sekolah yang hasil rata-rata UNBK di bawah standar kompetensi.

Penulis : Redaksi Ijen Post

Cak War

Asosiasi Media Online Indonesia

Asosiasi Media Online Indonesia

Mitra Ijen Post

Logo Ijen Post

INFO HARGA SEMBAKO JAWA TIMUR

http://picasion.com/