Sunday, August 25, 2019

Opini : BAPERJAKAT vs BAPERJAHAT (Bagian I)

OPINI – Sebuah jargon Tanpa Korupsi, Tanpa Pungli, dan Tanpa Jual Beli Jabatan, memang sangat ampuh digunakan calon kepala daerah untuk “membujuk” masyarakat pemilih. Kejenuhan masyarakat akan korupsi, pungli dan jual beli jabatan “dimanfaatkan” calon kepala daerah untuk merebut simpati masyarakat.

Tetapi jaringan mafia jual beli jabatan strategis di daerah sudah mendarah daging, atau sudah menjadi penyakit kronis stadium 4. Pergantian pemimpin juga diikuti oleh pergantian personil mafianya. Nggak peduli kepala daerahnya “MALAIKAT” sekalipun, tetapi jika sudah dikelilingi oleh para “oportunis” pada akhirnya akan “menyerah” juga. Apalagi jika adanya kerabat kepala daerah yang tiba-tiba menjadi oportunis baru, ini sangat membahayakan.

Buat calon Kepala Daerah, prinsipnya adalah “kalau nggak janji nggak menang”. Setelah dapat menduduki jabatan, janji itu dapat di bayar dengan kata "SABAR", walau kenyataanya rakyat hanya di suruh
"SABAR" menunggu "KETIDAKPASTIAN" janji-janji pemimpinnya.

Banyak sudah informasi masyarakat, bahwa para makelar jabatan strategis sudah beroperasi secara masif dibeberapa tempat, bahkan lebih terstruktur ada pembagian wilayah sampai tingkat kecamatan. Wow... HEBAT...

“Saya datang kesini karena kebetulan, saya diserahi oleh Sekda untuk melakukan seleksi mutasi pejabat di empat kecamatan. Saya yang di serahi untuk mengutak-atik mutasi pejabat. Jangan menganggap saya makelar jabatan, karena saya langsung disuruh Sekda”, kata seorang makelar Jabatan yang datang kepada salah satu pejabat.

Sebenarnya mudah untuk mendeskripsi dan mengidentifikasi siapa sesungguhnya para makelar jabatan ini, pastilah mereka yang ada dalam ring satu atau ring nol.. hehehe.. Mereka Memiliki kedekatan dan pengaruh yang amat sangat besar terhadap Kepala Daerah. Makelar biasa duduk semeja dengan Kepala Daerah, sering keluar masuk Rumah Dinas untuk mendiskusikan kursi jabatan yang akan “dijual belikan”.

Tidak itu saja, yang lebih penting bahkan mengerikan itu adalah siapa-siapa saja makelar-makelar ini, bagaimana makelar-makelar itu bisa dengan mudah dilibatkan atau melibatkan diri dalam lingkaran kekuasaan, bahkan membawa misi yang berbau KKN untuk mengubah kebijakan mutasi.

Makelar-makelar tersebut juga menjadi badan pertimbangan jabatan dan kepangkatan (BAPERJAKAT) “abal-abal” di lingkungan pemda setempat, atau istilah yang lebih mudah sebut saja “BAPERJAHAT” karena terindikasi kuat terlibat dalam kasus kejahatan mafia jabatan di daerah.

Kunci mutasi dan penempatan para pejabat ini ada di tangan BAPERJAHAT karena badan KW inilah yang menggodok nama-nama pejabat yang akan dimutasi. Melakukan eksekusi langsung ke ASN, mulai mewacanakan opini mutasi, menjanjikan posisi, tawar menawar, sampai dengan intimidasi “membuang” ASN akan ditempatkan di jabatan “kering”. (Bersambung)

Cak War

Asosiasi Media Online Indonesia

Asosiasi Media Online Indonesia

Mitra Ijen Post

Logo Ijen Post

INFO HARGA SEMBAKO JAWA TIMUR

http://picasion.com/