Friday, August 30, 2019

OPINI : BAPERJAKAT vs BAPERJAHAT Bagian IV


OPINI : Pasca ditetapkannya SENGKUNI sebagai Plt. Kepala Kepegawaian, kesombongan dan kecongkakan mulai di perlihatkan kepada ASN. Tak segan akan memutasi bahkan memecat ASN yang berani menentangnya. Mantan Kepala OPD Politik yang sempat lolos dari kasus penghinaan kepada Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) tersebut, semakin arogan mengimbangi Bosnya.

Sedang para oportunis BAPERJAHAT merayakan eforia kemenangannya, bagaimana tidak, berkas mutasi yang di himpun BAPERJAHAT serta sudah dibubuhi disposisi Kepala Daerah, tinggal di realisasikan dan menikmati hasil panen raya JUAL BELI jabatan.

Manusia bermetal SENGKUNI seperti Plt. Kepegawaian, merupakan manusia langka dan sangat dibutuhkan oleh kaum oportunis. Orang berpendidikan hukum yang berani “otak atik” aturan hukum tidak sembarangan orang, SENGKUNI harus bisa jadi “raja tega” dan menghalalkan segala cara demi ambisinya.

Modus operandi BAPERJAHAT semakin terang benderang, sang penguasa membentuk Multilevel Kurowo BAPERJAHAT, dari tingkat Kepala OPD sampai tingkatan staf OPD. Serta melibatkan Banom Ormas Keagamaan, dan para Tim Sukses penguasa.

Oknum Kasi OPD Ketenagakerjaan dan oknum Sekcam, keduanya lulusan Sekolah Tinggi Kedinasan, berperan penting dalam melaksanakan eksekusi mutasi jabatan. Oknum Sekcam yang bertugas dibawah kaki gunung Raung, meminta nomor Nomor Induk Pegawai (NIP) dan Surat Keputusan (SK) terakhir ASN, dari teman se-angkatan dan adik kelasnya, lalu diserahkan kepada oknum anggota Banom Ormas Keagamaan untuk janjikan pada posisi tertentu.

Kurowo BAPERJAHAT cukup menggunakan pendekatan Manajemen SDM berbasis KOMPENSASI. Oleh karena itu setiap SDM dalam suatu organisasi yang berotak “BODOH” atau “BERMASALAH” tidak ada jalan lain kecuali menjual “KETAATAN, KEPATUHAN, dan tentunya KOMPENSASI” yang jelas dan terukur kepada penguasa.

Dengan merujuk pada konsep Manajemen SDM berbasis KOMPENSASI, BAPERJAHAT telah melaksanakan “PROMOSI JABATAN” melalui para Kurowo dengan menerapkan metode “INTIMIDASI”, guna membuat takut ASN akan dimutasi pada jabatan “KERING” dan jauh dari tempat tinggalnya.

Meskipun Kurowo sudah didik di sekolah khusus pencetak Pamong Praja, tetapi bagi oknum alumni yang memang bermental Kurowo tetap saja Kurowo.

Dia marah disaat ajakannya kepada yuniornya untuk bergabung menjadi kaki tangan Kurowo ditolak mentah mentah. Sungguh ironi padahal para Kurowo sudah menjabat pada posisi penting di tingkat Kelurahan yang di wilayahnya ada perkampungan dari salah satu etnis tertentu.

Tatanan pemerintahan yang sudah diatur dalam UU di nafikan dan ditabrak demi memenuhi nafsu berkuasa “Bos”nya Sengkuni dan Kurowo. Baperjakat seharusnya diisi oleh Pejabat tinggi yang berperilaku santun selayaknya orang yang memiliki pendidikan dan ambisi mensejahterakan rakyat.

Sayang harus dikotori oleh SENGKUNI dan para KUROWO yang berkarakter penjilat kepada tuannya dan berprilaku melebihi kewenangannya. (*)

Cak War

Asosiasi Media Online Indonesia

Asosiasi Media Online Indonesia

Mitra Ijen Post

Logo Ijen Post

INFO HARGA SEMBAKO JAWA TIMUR

http://picasion.com/