Wednesday, August 28, 2019

OPINI : BAPERJAKAT vs BAPERJAHAT (Bagian III)


OPINI – Disaat daerah lainnya sibuk berinovasi membangun daerah, tetapi masih ada saja daerah miskin yang hanya sibuk mengurusi mutasi. Jual beli jabatan sepertinya sudah menjadi hal lumrah, jarang sekali promosi atau mutasi karena prestasi. Justru kedekatan kekuasaan lebih dominan.

Sebenarnya banyak orang pintar dan orang baik menjadi abdi negara. Namun biasanya kalah dengan pejabat “bodoh” yang loyal dan royal kepada pimpinan. Percuma pintar dan baik kalau berani membantah perintah pimpinan walau sikap tersebut dibenarkan bila perintah pimpinan di luar ketentuan.

Sementara orang berpengalaman diarsipkan karena mereka takut BAPERJAHAT tidak bisa leluasa bekerja dan menikmati hasil panen jualan jabatan. Berikut salah satu modus cara kerja pentolan BAPERJAHAT yang baru saja menjalankan aksinya.

Mutasi pejabat OPD Kepegawaian, senin (26/8) lalu, Surat Keputusan (SK) Bupati sudah dibuat oleh Calon Plt. OPD Kepegawaian. Lucu juga, belum menjabat, sudah bisa membuat SK Mutasi pejabat. Kita sebut calon Plt. OPD Kepegawaian, karena peristiwa pembuatan SK Bupati olehnya pada jum’at, (23/8) dirinya belum sah sebagai Plt. OPD Kepegawaian.

Calon Plt. Kepala OPD Kepegawaian ini, yang sebelumnya menjabat di Kepala OPD Politik, saya sebut saja dengan julukan “Sengkuni” yang gila jabatan. Salah satu “kebodohan” Sengkuni yang pernah dia lakukan adalah penyataan kontroversi “Aktifis Lembaga hanya berurusan dengan Dapur saja”, yang menimbulkan gelombang protes dari LSM atas penghinaan tersebut.

Sengkuni, membuat SK Mutasi Kepala OPD Kepegawaian untuk di Staf-kan sekaligus membuat SK untuk dirinya sendiri sebagai Plt. Kepala OPD Kepegawaian. Sengkunipun masih berujar “Untung masih di Staf-kan, seharusnya dia layak untuk dipecat”... benar-benar Sengkuni sejati.

SK Bupati yang dibuat oleh Sengkuni tersebut hari jum'at (23/8), sehingga pada hari jum'at, Sengkuni pesan nomor SK Bupati ke bagian hukum dengan alasan sudah diperintah pak Sekda, dan demi kepentingan daerah.

Namanya Sengkuni, dia sempat berbohong menyatakan Kaget, saat hari senin dirinya menerima perintah dan diangkat sebagai Plt. OPD Kepegawaian. Bohongnya orang “gila jabatan” terbantahkan, karena jum'at siang Sengkuni sudah berusaha membuat SK Pengguna Anggaran sebagai Kepala OPD Kepegawaian, untuk kepentingan dirinya sendiri.

Tetapi nomor SK tidak langsung diberikan oleh bagian hukum, dan baru diberikan pada hari minggu pagi. Sengkuni berusaha menyakinkan bagian hukum, bahwa nomor SK yang diminta untuk kebaikan daerah, tidak ada alasan detail penggunaan nomor SK tersebut untuk surat apa.

Untuk memastikan apa benar Sekda memerintahkan Sengkuni meminta nomor SK, maka bagian hukum konfirmasi kepada Sekda, dan Sekda menjawab "benar dan Kabag Hukum nggak usah dikasih tau”, jawab Sekda merangkap komandan BAPERJAHAT kepada bagian Hukum.

Sampai dengan, senin (26/3), misterius 2 nomor SK yang diminta Sengkuni untuk kepentingan apa, belum terjawab. Terjawabnya misteri Nomor SK, setelah ramai di Media ada penyerahan SK mutasi kepada Kepala OPD Kepegawaian yang dimutasi sebagai Staf.

Namanya kejahatan tidak ada yang sempurna, SK mutasi yang dibuat oleh Sengkuni tidak jelas menyebutkan kelas dan jabatan pejabat yang dimutasi. Sayangnya SK sudah terlanjur diserahkan, tinggal penerima SK korban “BAPERJAHAT” menyikapi SK tersebut.

Sengkuni masih memiliki misi “MELESAT” lainnya, permasalahan pribadi dengan mantan Plt. Sekda menjadi ajang “balas dendam” untuk menyingkirkan, mumpung menjadi bagian penting dari “BAPERJAHAT”. Konsep sudah dibuat, mantan Plt. Sekda akan di Staf Ahli-kan. (*)

Cak War

Asosiasi Media Online Indonesia

Asosiasi Media Online Indonesia

Mitra Ijen Post

Logo Ijen Post

INFO HARGA SEMBAKO JAWA TIMUR

http://picasion.com/