Sunday, September 15, 2019

Dalam Rangka HUT TNI ke-74, Dandim 0822/Bondowoso Ngopi Bareng

BONDOWOSO – ijenpost.net – Dalam rangka menyemarakkan Hari Ulang Tahun TNI ke-74, KODIM 0822/Bondowoso beserta jajaran datang di acara Ngopi Bareng Charity Kopi Nusantara, bertempat di Desa Tangsil Kulon, Kec. Wonosari Bondowoso (15/09) malam.

Selain dihadiri Dandim 0822/Bondowoso Letkol. INF. Jadi S.I.P., hadir pula Kasdim 0822/Bondowoso Mayor. INF. Irawan setyadi, SH., dan Perwira Staf dan Danramil jajaran Kodim 0822 Bondowoso.

Hadir pula dalam acara tersebut Kapolsek Kec. Wonosari Iptu. Syamsul Arief, SH., Camat Wonosari, Mahfud, Kades Tangsil Wetan, Jajaran Forkopimka Kec. Wonosari dan kelompok pecinta kopi. Sedang antusias masyarakat desa Tangsil Wetan yang turut memeriahkan acara
Ngopi Bareng Charity Kopi Nusantara bersama Dandim 0822/Bondowoso mencapai lebih dari 300 orang.
Dalam sambutannya, Dandim 0822/Bondowoso letkol. INF. Jadi S.I.P., menyatakan, “Indonesia sekarang sedang diuji, dengan dibenturkan satu dengan lainnya, dibenturkan perbedaan-perbedaan yang ada, antar agama, internal agama dan suku, oleh pihak yang tidak mau NKRI utuh”.

“Semua pihak bisa berbuat, dibidang apapun, mau seniman, TNI, Polri, Kiai, Pendeta, semua dapat berkontribusi untuk menyatukan NKRI. Diantaranya adalah para pecinta kopi dan seniman, dapat membuat konsep menyatukan NKRI”, tambah letkol. INF. Jadi S.I.P.

“Dengan mendatangkan 52 jenis kopi dari seluruh Nusantara, bukan untuk bersaing, tetapi suatu kekayaan yang harus kita eksplore, untuk bersanding dengan kopi dunia. Syukur-syukur kopi Bondowoso kita tampilkan dan kita hidangkan bersama-sama dan rasanya tidak kalah dengan lainnya”, jelas Dandim disambut tepuk tangan masyarakat Tangsil Wetan.
“Bukan hanya mengangkat kopi Bondowoso, tetapi juga dapat mengangkat ekonomi rakyat. Konsepnya, dengan “Kopi Pemersatu NKRI”, artinya apapun masalahnya, dapat diselesaikan dengan Ngopi Bersama, kopi bisa digunakan sebagai insprirasi. Seperti filosofi kopi, tidak semua yang hitam itu kotor, kopi itu pahit tetapi tidak menyakitkan. Kopi tidak pernah memlilih siapa yang meminum, siapa saja bisa meminumnya”.

“Gayung bersambut oleh pemerintah, bagaimana memajukan kesejahteraan umum, melalui industri-industri kemasyarakatan, kesenian, perkebunan, pertanian, dan seterusnya. Ini adalah gayung bersambut dari masyarakat terhadap program-program pemerintah”.
Sebelum mengakhiri sambutannya, letkol. INF. Jadi S.I.P., mengucapkan selamat kepada para pecinta kopi, pecinta seni, dan berharap terus berbuat untuk NKRI. “Selamat kepada para pecinta kopi, pecinta seni, dan teruslah berbuat untuk NKRI. Membela NKRI tidak harus menjadi TNI, Polri atau PNS. Menjadi pengusaha, Kiai, seniman, itu juga bisa menyatukan NKRI. Tugas kita berbeda, saya dibidang pertahanan, Polisi dibidang keamanan, ada seniman, ada penggerak ekomoni dan seterusnya. Tetapi semua muaranya satu, mewujudkan empat cita-cita bangsa sesuai dengan Pembukaan UUD 1945 Alenia IV. Jangan jadikan perbedaan sebagai jurang pemisah, mari kita saling mengoreksi dan saling membangun”. (*)

Cak War

Asosiasi Media Online Indonesia

Asosiasi Media Online Indonesia

Mitra Ijen Post

Logo Ijen Post

INFO HARGA SEMBAKO JAWA TIMUR

http://picasion.com/