Saturday, September 21, 2019

Mutasi Langka, Dua ASN Menempati Satu Jabatan

BONDOWOSO – ijenpost.net – Peristiwa langka terjadi di Kabupaten Bondowoso, dimana dua Aparatur Sipil Negara (ASN) mengisi satu jabatan. Jabatan tersebut adalah Sekretaris Kecamatan Wonosari. Sedang ada dua jabatan lainnya diisi ASN baru, sedang ASN yang lama posisinya masih menduduki jabatan tersebut.

Sebagaimana diliput media, dibacakan dalam acara pelantikan, Lampiran Keputusan Bupati Bondowoso Nomor: 188.45/508/430.4.2/2019 tentang Pengangkatan dan Pemindahan Pegawai Negeri Sipil Dalam Jabatan Administrasi dan Pengawas tertanggal 21 September 2019, pagi tadi.

Pembacaan Keputusan Bupati termasuk copy Lampiran Keputusan yang beredar ke media, ada dua Pejabat yang menduduki satu jabatan, yaitu Subagio, S.Pd, menduduki jabatan Sekretaris Kecamatan Wonosari Kabupaten Bondowoso, berikut masih dalam Keputusan yang sama, Ir. Satriyo Seputro, juga menduduki jabatan sebagai Sekretaris Kecamatan Wonosari Kabupaten Bondowoso.

Selain itu, Hendra Ari Wibowo, S.STP, menduduki jabatan Kepala Seksi Pemberdayaan Masyarakat pada Kecamatan Cermee Kabupaten Bondowoso, sedang pososi tersebut juga masih diduduki oleh Agus Sudaryanto. Lalu Yuni Samsi, SH, menduduki jabatan Pj. Kepala Seksi Pemerintahan pada Kecamatan Taman Krocok Kabupaten Bondowoso, pososi jabatan yang sama tersebut juga masih dijabat oleh Muhammad.

Mutasi juga menempatkan PNS yang menduduki jabatan Kepala Bidang Pelayanan Perijinan pada Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu dan Tenaga Kerja Kabupaten Bondowoso, Kartono, ST, pangkat III/d, sedang Yoyok dengan pangkat yang lebih tinggi IV/a menduduki jabatan Kasubid sebagai bawahan Kartono.

Ketua Fraksi PDIP DPRD Bondowoso, Bambang Suwito, sangat menyesalkan dalam proses mutasi banyak yang ditemukan mutasi Aparatur Sipil Negara (ASN) tidak sesuai aturannya, tanpa melihat kemampuan, latar belakang, kebutuhan pegawai ASN yang menduduki jabatannya.

"Fraksi PDIP banyak terima keluhan dari ASN. Mereka bingung, pemerintah saat ini selalu mengintimidasi ASN akan di mutasi atau di copot dari jabatannya,"kata BK sapaan akrab Bambang Suwito, Sabtu (21/9/2019).

"Sampai ada yang ngomong, mendingan di non job saja dari pada nantinya dapat masalah (hukum) karena menuruti perintah atasan yang semena-mena terhadap bawahan”.

“Pemerintah juga terkesan teledor, ada dua nama ASN sebagai sekretaris kecamatan Wonosari dan menempatkan dua ASN pada satu jabatan yang sama di dua kecamatan. Belum lagi menempatkan ASN yang memiliki pangkat lebih rendah dari bawahannya," tukas BK.

Fraksi PDIP sebagai partai pengusung Bupati menginginkan pemerintah Bondowoso dapat berjalan dengan baik “MELESAT” seperti pada visi misi saat kampanye. Tetapi jika cara-cara ancaman dan memakai “tangan besi” seperti ini selalu digunakan pemerintah untuk mengintimidasi ASN, kata melesat akan terbaca terbalik “TASELEM”, kata BK dengan kesal.

Saat ditanya wartawan, PDIP sebagai partai pengusung sudah tidak dilibatkan lagi dalam urusan pemerintahan bahkan keberadaan PDIP terkesan diabaikan oleh Pemerintah. BK dengan singkat menjawab,”itu pendapat masyarakat, kalaupun keberadaan PDIP diabaikan, tetapi kami tetap komitmen membangun Bondowoso”.

Klarifikasi pihak BKD, diwakili oleh Kasubid Mutasi dan Promosi, Munir, seperti dilansir di media, terjadi salah ketik, dan dipastikan SK asli terhadap nama-nama ASN tersebut benar. Munir juga menyatakan, dibawah (SK) itu kan ada klausul, kalau ada kekeliruan akan diperbaiki sebagaimana mestinya. (*)

Cak War

Asosiasi Media Online Indonesia

Asosiasi Media Online Indonesia

Mitra Ijen Post

Logo Ijen Post

INFO HARGA SEMBAKO JAWA TIMUR

http://picasion.com/