Monday, September 2, 2019

OPINI : Jika Sekretaris Menjalankan Amanah PESANAN Penguasa

OPINI : Sekretaris Penguasa di Daerah Miskin merespon kekecewaan Wakil Penguasa (Wapeng) yang mengaku tidak dilibatkan dalam kebijakan di daerahnya. Padahal menurut Wapeng, komitmen Penguasa dalam kebijakan tatakelola pemerintahan di daerah kekuasaannya disepakati akan selalu dibahas bersama.

Menurut Sekretaris Penguasa, tatakelola pemerintah merupakan hak prerogatif Penguasa, dan sang Penguasa sudah memberikan kepercayaan penuh kepada saya sebagai Sekretarisnya. Sehingga Sekretaris tidak perlu takut kepada Wapeng, semua berdasarkan perintah Penguasa sesuai dengan ketentuan PerUdangan-Undangan.

Ditangan penguasa oportunis, ketentuan UU memiliki irisan tipis dengan UUD. Dalih pelaksanaannya disesuaikan UU dapat juga dilaksanakan sesuai dengan PESANAN Penguasa dan UUD... Ujung-Ujungnya Duit.

“Anda masih kerasan dijabatannya”, kata singkat Sekretaris mengintimidasi ASN yang tidak bisa mengakomodir kepentingan Penguasa atau Kepentingan pribadi Sekretaris dan kroninya.

Intimidasi tersebut, dilakukan Sekretaris Penguasa kepada beberapa Kepala OPD yang menolak permintaan Sekretaris. Penolakan tersebut pasalnya, Sekretaris Penguasa membawa Profil Perusahaan REKANAN yang tidak memenuhi KUALIFIKASI yang diperlukan dalam proses pemilihan atau pelelangan Sistem pengadaan barang/jasa. Tetapi Sekretaris
Penguasa tetap “MEMAKSA” kepala OPD menerima REKANAN yang direkomendasinya agar mendapatkan pekerjaan pengadaan barang dan jasa.

“Saya berdiri di sini karena perintah UU. Janganlah menolak permintaan saya. Saya seorang pemimpin yang jujur dan mendapat amanah Penguasa. Saya sendiri yang akan mengurus REKANAN untuk mendapatkan pekerjaan (proyek), jika kalian (Kepala OPD) tidak bisa,” marah Sekretaris
Penguasa pada OPD yang menolak “KKN” sesuai permintaannya.

“Jika Wapeng mempermasalahkan saya dalam mengelola pemerintahan, apa dasarnya?. Saya hanya menjalankan amanah Penguasa dan perintah Undang-Undang. Kalau ada kebijakan yang perlu saya ambil, ya akan saya eksekusi. Saya tidak takut dengan Wapeng,” tegasnya.

Padahal setelah dilantik jadi Sekretaris Penguasa, dia berjanji,”Selama menjabat sebagai Sekretaris Penguasa, saya bekerja bersih dan profesional. Saya cukup hidup dengan gaji dan honor dan tidak akan bermain proyek sedikitpun”.

Tetapi janji Sekretaris Penguasa sebagai ASN yang sudah larut ke ranah politik, hanya sekedar janji. Karena apa yang sekarang dilakukan, sangat bertolak belakang dengan janjinya. Pandai bicara, mahir dalam menangkis pertanyaan. Memang itu anugerah yang patut disyukuri. Tapi bukan jaminan adanya kebaikan, kebenaran, bahkan kejujuran. Seperti kata hadits, "Yang paling aku takuti atas kamu sesudah aku tiada adalah orang munafik yang pandai bersilat lidah." Mari kita renungkan.

Sekretaris juga menyinggung jika dirinya jujur, amanah, tidak pernah korupsi dan berpengalaman berkeliling di 40 Kabupaten sehingga sudah memahami dinamika pemerintahan. Namun demikian, dirinya tetap membuka kritik dan koreksi atas kebijakannya.

“Anggota DPRD disini juga biasa-biasa saja, saya sudah pernah menghadapi DPRD yang jauh lebih hebat dari pada disini. Pembahasan P-APBD tidak ada yang sulit, semua biasa-biasa saja”, kata Sekretaris setelah P-APBD di sahkan DPRD, walau sempat alot dan dua kali pembahasan tanpa hasil.

Walau semua pernyataan Sekretaris hanya lip service atau omongan belaka saja, tidak disertai dengan perbuatan yang nyata bahkan menipu publik. Sehingga integritas dan moral pemimpin seperti ini perlu dipertanyakan. Karena apa yang dia katakan, hanya menutupi kelemahan dan kekurangannya saja.

“Marilah kita menjaga harmonisasi. Kalau saya salah, silahkan koreksi. Saya orang bersih, tidak pernah korupsi. Saya akan jadi BPK dan KPKnya. Jadi tidak ada lagi proyek “main-main” di kepemimpinan saya. Saya selalu menjaga sholat lima waktu, sholat dhuha dan tahajud,” ujar Penguasa yang mengaku ahli ibadah dan bersih.

Di masa Orde Baru, segala hal berbau kritis nyaris tak boleh hidup. Mengkritik pemerintah sama saja cari mati. Tetapi ada yang lebih kejam, di suatu Daerah Tertinggal, jangankan berita kritik, opini saja akan dibungkam dan di somasi. Waraskah anda wahai Penguasa..... (*)

Cak War

Asosiasi Media Online Indonesia

Asosiasi Media Online Indonesia

Mitra Ijen Post

Logo Ijen Post

INFO HARGA SEMBAKO JAWA TIMUR

http://picasion.com/