Sunday, September 22, 2019

Saya Bangga Bondowoso, Jangan Seenaknya Berkata Miskin Dan Sombong

BONDOWOSO – ijenpost.com - Pernyataan Sekda Bondowoso Saifullah mengagetkan dan membuat geram banyak pihak. Sebagai Sekda, Saifullah bersetetmen di media “Bondowoso ini Miskin Sombong”, adalah pernyataan yang sangat disayangkan keluar dari mulut seorang Sekda Bondowoso. Hal ini di ungkapkan Supriyanto, Ketua DPC Gerindra Bondowoso.

“Belum lagi statemen kontroversi ini reda, Sekda sudah melakukan Mutasi Pejabat yang dinilai banyak pihak sebagai mutasi yang sangat teledor. Sebelumnya juga sering mengancam Aparat Sipil Negara (ASN) akan dimutasi, juga sering merendahkan kepala OPD didepan bawahannya”, kata Supriyanto.

"Ancaman bahkan sudah mengarah kepada intimidasi dari pemimpin ASN terhadap bawahan menjadi sangat serius. Sekda sebagai pemimpin ASN seakan dengan mudah meneror ASN yang dianggapnya tak bisa bekerjasama atau manut. Apa yang terjadi dengan kondisi psikologis Sekda ini," kata Supriyanto, mantan Ketua Fraksi Gerindra-Nasdem 2014-2019.

Politisi yang dulunya aktif sebagai TNI Angkatan Udara itu menilai pemimpin yang kerap merendahkan, menghina atau suka mengancam biasanya minim prestasi dan tak memiliki kemampuan kerja yang baik.

“Apakah orang miskin dianggap tidak bermoral dan tidak punya etika? Dalam dimensi kemiskinan yang ada, Bondowoso memiliki slogan Bondowoso MELESAT (Mandiri ekonomi lestari, adil dalam bingkai iman dan taqwa). Lalu bagaimana bisa Melesat, jika pemimpinnya sendiri menganggap Bondowoso miskin”.

“Masyarakat tentu tidak nyaman disebut daerah miskin apalagi ditambah sombong. Biarpun miskin, tapi orang Bondowoso senantiasa mampu bersaing dalam berbagai persaingan kehidupan masyarakat di jawa timur. Saya Bangga Bondowoso, jangan seenaknya berkata tumpah darah saya dan masyarakat Bondowoso sebagai daerah Miskin dan sombong,” ujar Supriyanto.

“Supriyanto mengklaim selama lima tahun dirinya masuk dalam jajaran Legislatif, pertumbuhan ekonomi Pemerintahan Bondowoso sebelumnya, mengalami pertumbuhan yang signifikan lebih dari 5 %, dan dapat lolos dari status daerah tertinggal. Tetapi pemerintahan sekarang, setahun berjalan, hanya sibuk dengan urusan mutasi dan kepentingan politik kekuasaan saja. Kabupaten lain sudah mulai lari, disini masih masih sibuk mutasi dan kontroversi”.

"Agar tidak mau dikatakan gagal. Bawahan menjadi sasaran paling empuk, sebab bawahan dituntut untuk manut dan tak berkutik pada memimpin," kata Supriyanto.

Menurutnya Pemimpin ASN tipikal ini membangun kekuasan diatas ketakutan. Intimidasi dan ancaman, terutama terhadap bawahan, itulah yang ditampilkan Sekda. "Tak menutup kemungkinan siapapun yang berhadapan dengannya dengan mudah pula diancam. Saya dengar Kepala Bulog, BNI dan Bank Jatim juga sudah pernah diancam mau dipindahkan jika macam-macam dengannya," kata Supriyanto.

Cara berkuasa seperti ini biasanya menggunakan cara diktator, membangun rezimnya dengan ancaman dan kewenangan kepada siapapun yang dianggapnya akan menggangu eksistensinya.

"Memang cara seperti ini karena ada yang tak beres dengan kekuasaan yang dijalani. Lalu pola penyelesaiannya menggunakan cara-cara negosiasi, seakan semua orang dapat dinilai dengan materi. Agak aneh memang ternyata kultur ini malah digunakan pemimpin yang lahir dari kalangan sipil seperti orang ini. Bahkan berkuasa pada era demokratisasi dengan segala aspek kehidupan publik penuh keterbukaan. Militerpun sudah meninggalkan kultur ini sejak era reformasi," kata dia yang 17 tahun mengabdi di TNI AU.

Lanjutnya, lebih menyedihkan prilaku Sekda sebagai pelayan Kepala Daerah yang dipilih rakyat secara langsung, hari-hari ini selalu membuat blunder, sehingga prestasi berkarya untuk rakyat semakin jauh dari ekspektasi.

"Seharusnya Sekda membantu Kepala Daerah memberikan pelayanan maksimal guna meningkatkan kesejahtetaan rakyat. Memberi ruang kepada para bawahan untuk lebih kreatif dan bekerja secara profesional," kata Supriyanto.

Menurutnya, perbuatan dan ucapan yang menghina, kasar apalagi bersifat mengancam, sangat tidak pantas dipertontonkan oleh seorang pemimpin ASN. Mereka pelayan publik, ucapan dan tindakan seharusnya menjadi contoh dan panutan rakyat," pungkasnya. (*)

Cak War

Asosiasi Media Online Indonesia

Asosiasi Media Online Indonesia

Mitra Ijen Post

Logo Ijen Post

INFO HARGA SEMBAKO JAWA TIMUR

http://picasion.com/