Saturday, October 12, 2019

Kepala Diskoperindag Bondowoso menjawab Opini Ijen Post “Mencari Solusi Bermartabat Untuk Relokasi PKL Alun Alun Ki Ronggo”

Kawasan Wisata Kuliner Jembatan Ki Ronggo. Insert, Kepala Diskoperindag Bondowoso, Drs. Sigit Purnomo, MM,.
BONDOWOSO – ijenpost.net - Bermartabat berasal dari martabat yang mempunyai definisi harkat, terhormat, kedudukan, dan taraf. Itulah nantinya yang akan dilakukan oleh Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Bondowoso untuk para Pedagang Kaki Lima (PKL) yang berada di Alun Alun RBA KI Ronggo Bondowoso, hal tersebut dijelaskan oleh Kepala Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) Bondowoso, Drs. Sigit Purnomo. MM., 11/10/2019.

“Sudah menjadi kewajiban Pemerintah "Mencari Solusi Bermartabat Untuk Relokasi PKL Alun Alun Ki Ronggo" agar penataan daerah berjalan dengan baik tanpa mengesampingkan kepentingan masyarakat”, jelasnya.

Drs. Sigit Purnomo. MM., menjelaskan secara rinci perencanaan yang akan dilaksanakannya, untuk memindahkan PKL secara bermartabat, melaksanakan Peraturan Daerah terkait ruang terbuka hijau, serta mengakomodir kepentingan masyarakat akan kebutuhan ruang terbuka hijau untuk keluarga.

“Alun Alun sebagai etalase dari sebuah Pemerintahan Daerah tentunya haruslah bisa menjadi sebuah icon dari pemerintah tersebut. Demikian juga yang akan dilakukan dengan Alun Alun RBA KI Ronggo, yang akan direnovasi menjadi lebih baik, menjadi sebuah ruang publik dan menjadi ruang terbuka hijau serta menjadi tempat opsi wisata gratis bagi masyarakat Bondowoso” kata Sigit.

Sudah tentu, dengan adanya renovasi yang akan dilaksanakan oleh Pemda Kabupaten Bondowoso mengharuskan PKL yang berada di Alun Alun untuk pindah kesuatu tempat. Dan tempat yang nantinya untuk PKL tentunya juga harus resperentatif, mudah dijangkau dan sarana prasananya memadai.

Pemda Kabupaten Bondowoso mempunyai aset tempat wisata kuliner di jembatan KI Ronggo yang sebenarnya sudah siap ditempati sejak tahun 2018, namun karena tidak segera ditempati yang mengakibatkan sarana infrastruktur banyak mengalami kerusakan, tidak terawat dan dari beberapa kabar tempat itu menjadi sarana untuk melakukan kegiatan hal hal yang negatif.

Sedang mengenai keamanan, lanjut Drs. Sigit Purnomo. MM., disiapkan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) selaku penegak Perda bekerjasama dengan pihak kepolisian dan Kodim 0822, agar PKL yang menempati wisata kuliner tersebut mempunyai rasa aman dan nyaman. Hal-hal tersebut juga sudah kami diskusikan dengan pemangku tugas masing-masing dan beserta PKL.

Aset wisata kuliner Jembatan Ki Ronggo tersebut nampak seperti aset yang tidak berfungsi dan seolah seperti pemborosan anggaran, namun apabila aset tersebut digunakan seperti fungsinya dan sesuai perencanaan tentunya sangatlah berguna untuk kepentingan masyarakat.

Seperti diketahui bersama, Pemerintah dalam hal ini Diskoperindag, telah melaksanakan pendekatan secara dialog dan diskusi secara harmonis antara Pemerintah Daerah dan PKL, yang sudah dilaksanakan sejak lama sampai sekarang, bahkan sudah melibatkan Ombudsmen RI dan yang terakhir pada sekitar bulan April 2019, pihak Komisi Nasional Hak Azasi Manusia (Komnas Ham) pun telah memfasilitasi pertemuan antara Pemda dan PKL.

Pertemuan tersebut menghasilkan kesepakatan bahwa PKL akan menempati aset pemerintah daerah yang ada yaitu Wisata Kuliner jembatan KI Ronggo pada awal tahun 2020 tepatnya di bulan januari, dengan syarat bahwa sarana prasarana yang ada haruslah diperbaiki, serta jaminan keamanan saat menempati objek tersebut.

Pemindahan PKL dari Alun Alun ke pusat kuliner baru Jembatan Ki Ronggo, etalase untuk PKL akan disediakan oleh pemda dan diseragamkan sesuai dengan kesepakatan awal dalam proses dialog antara Pemerintah dan PKL.

Sebagai wujud memegang sebuah komitmen yang telah disepakati Pemerintah Daerah Kabupaten Bondowoso tentunya sangatlah serius dalam hal ini. Diskoperindag sebagai kepanjangan tangan dari Pemerintah Daerah pada P-APBD 2019 akan menjalankan kegiatan perbaikan sarana prasarana di tempat wisata kuliner tersebut.

Perbaikan sarana meliputi, menata kembali stand-stand yang akan ditempati oleh PKL, menyediakan etalase sesuai dengan tipe apa yang diperjual belikan oleh PKL yang berasal dari alun alun maupun beberapa PKL yang telah menempati wisata kuliner KI Ronggo.

Selama ini, Kepala Dinas Koperindag Kabupaten Bondowoso, Drs. Sigit Purnomo. MM., menjelaskan, “Untuk meramaikan dan menarik para pengunjung sentra wisata kuliner tersebut Diskoperindag juga telah mendiskusikan dengan pihak yang memangku tentang hal tersebut yaitu Disparpora dan nantinya akan diadakan car free night”.

Untuk diketahu letak dari wisata kuliner Ki Ronggo tersebut tidaklah terlalu jauh dengan pusat kota atau Alun Alun tempat PKL saat ini melakukan aktivitas berdagang. Hanya berjarak sekitar 500 meter dan sangatlah mudah dijangkau oleh para pengunjung.

Dengan ditempatkannya PKL di wisata kuliner Jembatan Ki Ronggo, diharapkan lokasi tersebut tentunya akan menggerakan perekonomian di daerah pinggiran dan ini tentunya bisa menjadi penopang ekonomi didaerah perkotaan sehingga penyebaran ekonomi nantinya bisa merata sehingga visi dari Bapak Bupati dan wakil Bupati yaitu terwujudnya Bondowoso Melesat dalam bingkai iman dan taqwa bisa segera tercapai, tambah Drs. Sigit Purnomo, MM. (*)

Cak War

Asosiasi Media Online Indonesia

Asosiasi Media Online Indonesia

Mitra Ijen Post

Logo Ijen Post

INFO HARGA SEMBAKO JAWA TIMUR

http://picasion.com/