Tuesday, October 22, 2019

OPINI : Wacana Interpelasi, Bukti Tingkah Wakil Rakyat Semakin Menggemaskan

OPINI : Sekretaris Penguasa (Sekpeng) di salah satu daerah memberi penjelasan kepada para bawahannya, dia sudah biasa di serang oleh dari berbagai pihak yang lebih berkualiatas, apalagi hanya menghadapi Wakil Rakyat yang tidak berkualitas seperti di daerahnya.

Sekpeng menanggapi santai wacana mengajukan Hak Interpelasi Wakil Rakyat di daerahnya. Menurutnya, tidak ada masalah sehingga dirinya siap menghadapinya.

Ia juga menyinggung jika dirinya jujur, amanah, taat beribadah, siap berjihad, siap jadi BPK dan KPKnya daerah, tidak pernah korupsi dan berpengalaman berkeliling di 40 Kabupaten sehingga sudah sangat memahami dinamika pemerintahan.

“Wacana Interpelasi tidak ada masalah sama sekali, saya siap hadapi, saya tidak gentar sedikitpun”, jelas Sekpeng di hadapan bawahannya.

Ia pun memberikan contoh, jika Wakil Rakyat di daeranya tidak berkualitas, saat Wakil Rakyat memotong pembicaraannya, saat menghadapi demo Kepala Wilayah Adat di Kantor Wakil Rakyat. “Saya paling tidak suka di potong saat saya bicara, saya sangat tersinggung dengan Wakil Rakyat”, kata Sekpeng geram.

Mengenai sejumlah kegaduhan yang dipermasalahkan oleh Wakil Rakyat, Sekpeng sudah memiliki Ahli Hukum, Master Hukum bahkan “Mbahnya” Hukum di negeri ini, yang saat ini menjabat sebagai Plt. Kepala Kepegawaian. “Mungkin Wakil Rakyat belum tahu siapa kita, dan bagaimana kekuatan kita. Jika seorang sepupu “Bintang Tiga” saja saya libas, apalagi cuma menghadapi Wakil Rakyat tidak berkualitas”, tegas Sekpeng.

Sekpeng mengatakan dua kali tidak memenuhi undangan Wakil Rakyat dalam hearing Komisi I, karena yang pertama harus bertemu dengan “orang penting” yang tidak dapat di batalkan. Dan undangan yang kedua, Sekpeng telah mengutus “Mbahnya Hukum” untuk menjelaskan proses mutasi di Komisi I. "Cukup Plt. Kepala Kepegawaian saja yang hadir menjelaskan, dia seorang Ahli Hukum yang argumentasi dan penjelasaannya tidak mungkin terbantahkan oleh Wakil Rakyat," ucapnya.

Dia juga menceritakan, "Saya dipilih Bupati, bahkan jauh sebelum pelantikan, saya sudah mengetahui 99,99% Bupati memilih saya. Saya juga melabrak Kepala Kepegawaian yang berupaya menunda-nunda pelantikan saya. Dan sekarang orangnya sudah saya pecat. Saya kira di belakang dia orang hebat, ternyata nggak ada apa-apanya”.

"Rakyat semakin cinta kepada saya, mulai subuh sampai tengah malam tak henti-hentinya tamu berdatangan ke rumah saya. Mereka saya ajak sarapan, lalu mendengar keluhannya. Dan hanya dalam jangka waktu 2-3 jam, atau jam 9 pagi maksimal, saya langsung bergerak menyelesaikan keluhan masyarakat. Gerak cepat dan Kerja Gila," tambahnya.

Sekali lagi Sekpeng menganggap, pengajuan wacana Hak Interpelasi Wakil Rakyat atas kegaduhan pada pelaksanaan Seleksi Sekda, Mutasi ASN dan lainnya mencerminkan sikap Wakil Rakyat yang semakin menggemaskan dan tidak profesional.

Sedang Pakar Hukum sekaligus Plt. Kepala Kepegawaian, menjelaskan dengan detail sesuai keahliannya dibidang hukum kepada Komisi I. Bahwa Surat Keputusan (SK) Mutasi memang menabrak aturan, memang salah, termasuk Tata Kelola Adminstrasi juga tidak sesuai peraturan perUndangan. “Saya sampaikan kepada Komisi I, memang SK Bupati terkait mutasi, yang saya buat salah. Dan saya tetap mempertahankan sekaligus meyakinkan Komisi I bahwa SK yang saya buat adalah SALAH”, jelas sang Pakar Hukum dengan tegas.

Cerita ini hanya fiktif belaka. Jika ada kesamaan nama tokoh, tempat kejadian ataupun cerita, itu adalah kebetulan semata dan tidak ada unsur kesengajaan.

Cak War

Asosiasi Media Online Indonesia

Asosiasi Media Online Indonesia

Mitra Ijen Post

Logo Ijen Post

INFO HARGA SEMBAKO JAWA TIMUR

http://picasion.com/