Friday, October 25, 2019

Visi Misi Tanpa Pungli, Faktanya Pungli Semakin Meraja Lela

BONDOWOSO – ijenpost.net - Tudingan staf Dinas Kependudukan dan Cacatan Sipil (Dispendukcapil) Bondowoso kepada Ketua Fraksi Kebangitan Bangsa (FKB), H. Tohari, S. Ag., yang dituduh sebagai calo pengurusan administrasi kependudukan (Adminduk), menuai kecaman dari berbagai pihak.

Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PKB Bondowoso, H. Ahmad Dhafir, merasa perlu membuat klarifikasi, karena tudingan kepada Ketua Fraksi FKB merupakan tudingan serius, menyangkut nama baik kelembagaan FKB di DPRD Bondowoso dan Partai Kebangkitan Bangsa.

“Apa yag disampaikan staf Dispenduk perlu digaris bawahi, sudah menuduh orang lain, menuduh Pak Tohari (Ketua FKB DPRD Bondowoso) menjadi calo, itu adalah bentuk pengakuan, bahwa di Dispenduk terjadi percaloan”, kata H. Ahmad Dhafir.

Pungli itu, lanjutnya, adalah menarik uang dari masyarakat untuk kepentingan pribadi, semua bentuk penarikan dana dari masyarakat seharusnya masuk ke Kas daerah dan menjadi pendapatan daerah, jika tidak itu namanya pungli.

“Sebenarnya saya sudah memerintahkan seluruh anggota FKB, untuk memfasilitasi masyarakat yang memerlukan bantuan, karena DPRD sudah menyetujui mengratiskan adminduk KTP dan sebagainya, tetapi di lapangan masih banyak keluhan, katanya gratis tapi kok masih bayar, sedang DPRD sudah mensosialisaikan (pengurusan adminduk) secara gratis”.

“Mengapa harus dipersoalkan, karena ini adalah fakta pungli yang terjadi di Dispenduk, ini yang perlu dicermati, bukan malah membuat pernyataan kontroversi menuduh orang lain. Katanya visi misi tanpa korupsi dan tanpa pungli, tetapi kok malah pungli semakin meraja lela”.

H. Ahmad Dhafir juga sudah menegur beberapa perangkat desa atas tuduhan melakukan pungli oleh Bupati. “Beberapa perangkat desa sudah saya tegur, mereka memang mengakui menarik dana, tetapi untuk siapa, untuk orang-orang dalam Dispendukcapil. Kalau memang dibutuhkan, para tokoh-tokoh dan perangkat desa siap memberikan kesaksian. Siap hadir di Dispenduk untuk langsung menunjuk pelaku pungli yang ada di dispenduk”.

“Bupati berkomentar kontroversi, tetapi malah membuat kontroversi pada Pemerintah Daerah sendiri, menuduh pemerintah desa yang melakukan pungli, jangan hanya bilang pemerintah desa, tetapi desa yang mana, dan semua pemerintah desa adalah anak buah Bupati, kalau memang salah beri sanksi”, jelas H. Ahmad Dhafir.

“Kemarin tuduhannya kepada perangkat desa, sekarang menuduh Pak Tohari sebagai calo. Kalau Pak Tohari atau anggota FKB menarik uang dari masyarakat, tolong laporkan saya, pasti saya PAW”, tegas politikus yang sudah empat kali menjabat ketua DPRD Bondowoso.

“Prinsipnya semua anggota FKB, saya instruksikan untuk membantu masyarakat, karena faktanya masih banyak keluhan tentang penarikan biaya, jadi teman-teman langsung mengawal sendiri pengurusan adminduk. Niatnya murni membantu, saya kira fraksi lainnya juga sama”.

“Tuduhan terhadap orang lain itu bentuk pengakuan bahwa dia sudah melakukan, dan orang yang menyalahkan orang lain adalah bentuk kekalutan dan kepanikan, bahwa dia tidak mampu menyelesaikan masalah yang dia hadapi”, kata H. Ahmad Dhafir. (*)

Cak War

Asosiasi Media Online Indonesia

Asosiasi Media Online Indonesia

Mitra Ijen Post

Logo Ijen Post

INFO HARGA SEMBAKO JAWA TIMUR

http://picasion.com/