Saturday, November 2, 2019

OPINI : Super Sekpeng dan Percaya diri “Over Dosis”

OPINI : Percaya diri mutlak diperlukan agar berhasil mencapai cita cita. Karena orang yang tidak memiliki rasa percaya diri, tidak akan berani mengambil resiko, untuk keluar dari zona nyaman dan zona aman. Dan siapapun yang tidak memiliki keberanian untuk keluar dari kedua zona ini, jangan pernah berharap untuk dapat mengubah hidupnya.
 
Tetapi bila rasa percaya diri ini sudah “over dosis” seperti seorang Sekretaris Penguasa (Sekpeng) di satu pemerintahan, menyatakan dirinya paling bersih, pintar, religius dan paling jujur sejagad, adalah hal yang sangat naif diucapkan dari seorang pejabat. Sadar ataupun tidak, Sekpeng akan memasuki zona merah atau kondisi rawan bahaya .


Over dosis percaya diri Sekpeng, telah menyebabkan pengambilan tindakan atau melakukan sesuatu, tanpa memikirkan akibatnya, sekaligus dapat menjerumuskan diri kedalam kesombongan yang terselubung, terparah akan menjerumuskan Kepala Daerah yang notabene atasannya.


Sekpeng merasa bangga sebagai decission maker, dalam menentukan hitam putihnya keberadaan orang lain atau penempatan jabatan orang lain. Merasa bahwa wewenang yang ada padanya, kehebatan yang dimilikinya, keilmuan agama yang dikuasainya, sudah menjadi kebenaran absolud.


Menganggap orang lain tidak lagi penting, merasa tidak perlu lagi menghargai orang lain, bahkan tidak lagi merasa perlu menjawab permohonan ataupun pertanyaan yang diajukan wakil rakyat sekalipun, karena merasa tidak lagi membutuhkan orang lain. Yang pada akhirnya menimbulkan “INTERPELASI” terhadap penguasa yang seharusnya di lindunginya.


Sesungguhnya semua orang sudah tahu dan memahami, bahwa di dunia ini, tidak ada jabatan yang abadi. Tapi karena berada dalam posisi yang menentukan seperti Sekpeng, orang seringkali lupa diri.


Merasa paling kaya, dibuktikan dengan bicara di media, mengajak taruhan Rp. 1 Milyar jika ada orang yang sanggup membuktikan dirinya terlibat permasalahan tertentu.


Jabatan yang membuat Sekpeng sombong, sesungguhnya adalah membohongi dirinya sendiri. Karena diluar sana, ada jutaan orang yang lebih hebat dari diri Sekpeng. Atau Sekpeng mungkin merasa paling kaya? Sampai menantang semua orang dan sanggup membayar Rp. 1 Milyar jika bisa membuktikan dirinya bersalah.


Sehebat apapun Sekpeng di mata para pendukungnya, sepenting apapun kedudukan Sekpeng, atau sekaya apapun Sekpeng saat ini, telah menutup mata hati Sekpeng, menjadi orang yang sangat sombong.


Melihat Sekpeng yang tinggi hati, maka ibarat orang berjalan ditepi jurang yang curam, bila suatu waktu, Sekpeng tergelincir dan terjatuh dalam jurang, maka dirinya akan sulit bangkit berdiri dan berjalan lagi, atau langsung lupuh tanpa daya.


Kalau ada orang merasa sangat religius, mengapa menempuh jalan yang berbahaya? Rendah hati tidak akan mengurangi wibawa dan harta, sebaliknya kerendahan hati, akan menjadi sahabat banyak orang. Sedangkan dengan kesombongan diri yang bangun Sekpeng, justru akan melukai hati banyak orang. Dan semakin hari, akan semakin ditinggalkan para sahabat dan koleganya. (*)

Opini redaksi Ijen Post

Cak War

Asosiasi Media Online Indonesia

Asosiasi Media Online Indonesia

Mitra Ijen Post

Logo Ijen Post

INFO HARGA SEMBAKO JAWA TIMUR

http://picasion.com/