Tuesday, December 17, 2019

Ketua FPI Bondowoso : Para Sengkuni “Pembisik Bupati” Harus Bertanggungjawab

BONDOWOSO – ijenpost.net - Ketua Front Pembela Islam (FPI) Kabupaten Bondowoso, H. Amin Suharjo, angkat bicara terkait berbagai polemik di Bondowoso. Pernyataan Bupati Bondowoso terkait rekomendasi Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN), yang di klaim oleh Pimpinan DPRD Bondowoso tidak sesuai dengan fakta yang sebenarnya, tak lepas dari bisikan para Sengkuni.
"Sengkuni-sengkuni itu kan pembisik Pak Bupati yang hanya mementingkan kepentingan pribadinya. Terlalu banyak sengkuni di pemerintahan sekarang, kasihan Bupati menjadi korban para pembisik yang tidak bertanggungjawab," kata Ketua FPI Bondowoso, kepada Ijenpost.net, Minggu (15/12/2019).

Para Sengkuni tersebut, menurut H. Amin, terus menyuarakan informasi yang tidak benar kepada Bupati, demi menutupi aib dan kepentingan pribadi mereka. Baginya, tidak fair menuding Bupati Bondowoso sebagai satu-satunya yang harus bertanggung jawab terhadap polemik mutasi di Bondowoso, tetapi para sengkuni yang sekarang menjadi pembisik Bupatilah yang harus bertanggungjawab.

Para Sengkuni Pembisik Bupati juga berencana akan mengungkap kasus-kasus besar di Bondowoso sebagai upaya balas dendam. Informasi yang saya terima, jelas H. Amin, ada oknum LSM yang sudah memegang data-data anggaran Dinas dan Jasmas DPRD Bondowoso Periode 2014-2019 yang sudah siap akan diledakkan.

“Saya mendengar langsung dari Oknum LSM, bahwa mereka sudah pegang semua data-data korupsi Dinas dan Jasmas DPRD Periode 2014-2019. Mereka terima perintah langsung dari pejabat yang berkuasa Di Bondowoso, sekaligus menyiapkan data yang bersumber dari APBD. Targetnya februari 2020 Bondowoso akan banjir kasus korupsi dari Dinas dan Jasmas anggota DPRD”, jelas H. Amin tidak menyebutkan siapa pejabat yang dimaksud.

Tetapi saya mempunyai keyakinan, lanjutnya, Bupati adalah orang baik yang dikhianati oleh para Sengkuni disekitarnya. Jika suatu saat, pernyataan Bupati terkait rekomendasi KASN tidak sesuai dengan fakta, berarti para Sengkuni sudah berhasil memperkeruh suasana dan menjerumuskan Bupati melakukan kebohongan publik.

Para Sengkuni dan orang-orang GILA jabatan pembisik Bupati harus bertanggungjawab atas perbuatannya. Jika pejabat GILA tersebut tidak mau mundur dari jabatannya, Bupati yang harus tegas menyingkirkan.

Para Sengkuni yang sekaligus menjabat sebagai Aparatur Sipil Negara sebagai pembantu Bupati, malah menjelma sebagai Pejabat GILA, sombong dan sok jadi Bupati. Kelakuan pejabat GILA ini tak lebih sebagai benalu di pemerintahan, pungkas H. Amin. (*)

Cak War

Asosiasi Media Online Indonesia

Asosiasi Media Online Indonesia

Mitra Ijen Post

Logo Ijen Post

INFO HARGA SEMBAKO JAWA TIMUR

http://picasion.com/