Saturday, December 21, 2019

Maunya Merendahkan Orang Lain, Malah Dirinya Sendiri Ditertawakan


OPINI - Pemimpin yang baik adalah pemimpin yang bisa memimpin dan merubah dirinya sendiri. Jadi kunci kehebatan seorang pemimpin adalah bisakah dia memimpin dirinya. Bagaimana memimpin orang lain kalau memimpin diri sendiri saja tidak sanggup.

Kunci rahasia pemimpin cuma tiga, pertama keteladanan, kedua keteladanan dan ketiga keteladanan. Selebihnya bonus. Apa yang bisa dilakukan, jika dia memimpin dirinya saja tidak bisa. Dia akan gunakan jabatannya untuk memperkaya diri, dia akan gunakan jabatannya untuk nyolong, dan dia juga akan menyengsaran bawahannya dan orang lain.

Mengutip istilah dari KH. AA Gym. Pemimpin yang tidak berhasil menjadi tauladan biasanya memiliki sifat dan penyakit TENGIL.

Takabur, petantang-petenteng dan sombong.
Egois, hanya memikirkan diri sendiri dan golongannya
Norak, sering melakukan hal yang tidak pantas atau over acting.
Galak, kerjanya cuma marah ke bawahan, tetapi dirinya nggak bisa kerja
Iri, tidak bisa melihat kesuksesan orang lain.
Dan Licik, mungkin semua sudah tahu definisinya.

Pemimpin galak, sistem tidak bisa jalan. Pemimpin galak, spesialisasi keahliannya mencari kesalahan orang lain. Jadi Pemimpin seperti itu jika memasuki ruangan kantor, seperti orang kemasukan Jin, kerjanya hanya berteriak-teriak menyalahkan orang lain.

Semua bawahannya menjadi stress. Karena pemimpin galak itu hobinya mencari yang salah. Akibatnya orang-orang di sekitarnya tidak mau bertemu, tidak berani mengeluarkan pendapat. Hanya bisa berkata SIAP PAK. Asal pimpinan senang.

Akibatnya rusak, kalau Birokrasi Pemerintah yang mengelola daerah hanya dipimpin oleh orang tukang marah... melihat pemimpin seperti melihat orang STRESS yang bicara sendiri di pinggir jalan... Dengan MARAH, bukannya sang pemimpin dapat merendahkan bawahannya, tetapi sebenarnya dia sedang merendahkan dirinya sendiri...

Ada kejadian "aneh tapi nyata" dan disaksikan oleh puluhan orang. Seorang Pemimpin TENGIL yang telah arogan memutasi Staf Pegawai jauh dari lokasi tempat tinggalnya. Suatu saat bertemu di Alun-Alun, saat ada kegiatan Jalan Sehat. Sang Pemimpin TENGIL, dengan nada merendahkan, langsung menegur Staf Pegawai yang telah dimutasinya...

Pemimpin TENGIL : Kamu Petruk, yang saya pecat itu ya...
Staf Pegawai : (Spontan melawan)... Kamu Sengkuni yang mau pensiun itu ya... 

Pemimpin TENGIL : Saya pensiun, kamu akan dimutasi lebih jauh lagi...
Staf Pegawai : (lagi-lagi spontan)... Kamu pensiun, nggak akan dipakai lagi...

Dan orang-orang di sekitar antara Pimpinan Kantor dan Staf Pegawai yang lagi bersaut kata tersebut, sontak memegang perut menahan tawa.... Sing Waras Ngalah.. (Yang sehat mengalah, dalam bahasa jawa)...

Maksud Pimpinan mau merendahkan Staf Pegawai di depan umum, tetapi Allah langsung membalas dengan membalikkan fakta, bahwa sang Pemimpin TENGIL, telah merendahkan dirinya sendiri....

Renungan Akhir Pekan
Oleh Redaksi Ijen Post

Cak War

Asosiasi Media Online Indonesia

Asosiasi Media Online Indonesia

Mitra Ijen Post

Logo Ijen Post

INFO HARGA SEMBAKO JAWA TIMUR

http://picasion.com/