Tuesday, January 7, 2020

Oportunis Membabi Buta Membela Yang Salah

OPINI : Banyak dari pejabat atau politikus yang tidak bisa adil kepada diri sendiri dan lebih mementingkan kepentingan pribadi atau golongannya. Para politisi “Oportunis” dan Birokrasi “Nakal” menempatkan diri sebagai”benalu” kepala daerah yang sangat mengganggu kenerja. Bagaimana politisi dan pejabat tersebut bisa bersikap adil kepada orang lain, jika dirinya sendiri menjadi “benalu” Kepala Daerah?

"Politikus memiliki pilihan kepentingan politik, tetapi apapun kepentingan politik yang dipilih, selalulah berpijak pada nurani dan masyarakat luas".

Sebuah cerita atau ilustrasi dari teman yang dikirim via Whatsapp saya, setelah baca, akhirnya menggelitik saya menceritakan kembali untuk berbagi. Karena saya merasa pembelajarannya bagus sekali. Politikus yang membabi buta membela pejabat daerah yang salah dalam memutuskan kebijakan mutasi pegawai.

Terdapat dua pendapat dalam menyikapi kebijakan mutasi di pemerintah, satu pendapat adalah kebijakan mutasi dengan penafsiran hukum sesuai dengan kebutuhan dan kepentingan, sedangkan pendapat lainnya adalah kebijakan mutasi disesuaikan dengan peraturan perundangan yang berlaku. Tiba-tiba terdapat kegaduhan yang diakibatkan adanya proses mutasi telah melanggar peraturan perundangan.

Interpelasi Mutasi yang membuahkan Rekomendasi Wakil Rakyat untuk memberikan sanksi berat kepada birokrasi “nakal” juga dianggap sebagai angin lalu, yang sebenarnya akan semakin menjerumuskan Kepala Daerah dan dapat melahirkan “Hak Angket” Wakil Rakyat. Tetapi politisi oportunis tetap akan berteriak “Saya mati matian membela Kepala Daerah”.

Kalau kita menggunakan teori-teori politik akan timbul perdebatan, akan tetapi sekarang pilihannya hanya dua! Apakah menyelamatkan nasib Pegawai Pemerintah yang banyak namun pada tempat yang salah atau menyelamatkan satu dua pegawai pemerintah yang sudah pada tempat yang benar?

Banyak Pegawai yang tidak bersalah harus lengser atau masuk “kotak” hanya karena mereka berada dipihak yang benar. Para politisi “oportunis” dan pemangku kebijakan “nakal” bukan lagi membela siapa yang benar, tapi akan mati-matian membela yang salah kalau “buah tangannya” sesuai. Walau terjadi Seorang Camat harus dilantik menjadi Sekcam, hal itu tetap menutup mata mereka akan pelanggaran yang terjadi.

Kita lihat juga para birokrasi dan politikus di lingkaran kekuasaan masih bisa tertawa-tawa karena selalu merasa benar. Apakah demi keadilan? Berapa banyak rakyat jelata yang harus menderita dan menjadi korban bila harus berhadapan dengan politikus oportunis, toh rakyat hanya dibutuhkan politisi saat pemilu saja, setelah itu diabaikan.

Jadi pertanyaannya adalah, kapankah politisi bisa jujur dan adil untuk selalu berada dipihak yang benar dengan berbagai resiko yang harus ditanggung? Jangan tanyakan pada rumput yang bergoyang, karena tak akan mendapat jawaban!

Saat terjadi perselisihan antar politisi dan pemangku kebijakan, setiap orang dari mereka merasa berada di pihak yang benar. Namun tidak jarang, mereka politikus “oportunis” menutupi kesalahan pejabat demi memperoleh kemenangan dari politisi lainnya. Politisi “Oportunis” berani membela yang salah demi “kepentingan”, meski mereka tahu bahwa pihak yang mereka bela adalah orang yang bersalah. Mereka berusaha menipu masyarakat dengan cara memutarbalikkan fakta.

Semua Pranata Hukum melarang kita membela orang yang telah khianat atas amanah dan jabatan yang di embannya. Dalam suatu perdebatan, masyarakat selain dari pihak yang berselisih, tidak mengetahui pihak mana yang berkata jujur dan pihak mana yang berdusta.
Kemampuan salah satu pihak dalam berdebat dan bersilat lidah mampu menimbulkan kecenderung seseorang dalam menentukan sebuah keputusan. Kemenangan yang diperoleh dalam sebuah keputusan kebijakan pemerintah bukanlah sebuah kemenangan yang sesungguhnya. Ingatlah, “tidak ada kejahatan yang sempurna didunia ini, pasti selalu ada celah membongkar kejahatan”. (*)

Cak War

Asosiasi Media Online Indonesia

Asosiasi Media Online Indonesia

Mitra Ijen Post

Logo Ijen Post

INFO HARGA SEMBAKO JAWA TIMUR

http://picasion.com/