Wednesday, March 11, 2020

Bupati Bondowoso Hadiri Resepsi Harlah NU

BONDOWOSO – ijenpost.com – Dalam rangka memperingati hari lahir ke-97 Nahdlatul Ulama, Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Bondowoso Jawa Timur menggelar shalawat bersama sejumlah pengayuh becak.

Kegiatan tersebut diikuti ratusan tukang becak yang biasa mangkal di sekitaran kantor PCNU, Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) dan rantingnya yang ada di kawasa Kota Tape tersebut.

Acara dimulai dengan tawasul dan doa bersama untuk para muassis, shalawat dan ditutup dengan pemberian bantuan secara simbolis oleh Bupati Bondowoso, KH Salwa Arifin berupa kap atau penutup becak berlogo NU.

Turut hadir dalam acara tersebut tokoh dan pimpinan di kawasan Bondowoso seperti rais yakni KH Asy'ari Phasa beserta jajaran, KH Abdul Qodir Syam. Tampak pula bupati sekaligus mustasyar, KH Salwa Arifin, Sekretaris Daerah, H Syaifullah, Ketua DPRD H Ahmad Dafir, Polres, Dandim, kepala kementerian agama dan para undangan lain.

Acara yang mengambil tema ‘Kemandirian NU untuk Kemaslahatan Umat’ tersebut dilaksanakan di area parkir Kantor PCNU Bondowoso, jalan KH Agus Salim No 85 Blindungan, Rabu (11/3).

KH Abdul Qodir Syam mengatakan sengaja mengundang tukang becak untuk bersama bershalawat dalam rangka harlah ke-97 tahun NU.

"Kami mengucapkan banyak terima kepada semua yang hadir, karena NU sudah berumur 97 tahun sejak berdirinya dan usianya sudah hampir seratus tahun," kata Ketua PCNU Bondowoso tersebut.

Dalam pandangannya, dengan kapasitasnya sebagai jamiyah diniyah ijtimaiyah atau organisasi sosial kegamaan, NU terus berusaha mengajak masyarakat beragama sebagaimana diamanahkan Nabi Muhammad SAW sampai akhir hanyat.

Pengasuh Pondok Pesantren Darul Falah Cermee tersebut menjelaskan bahwa kegiatan melibatkan tukang becak karena pengurus NU ingin berkumpul bersama sambil bershalawat lantaran jamiyah tidak bisa dipisahkan dari masyarakat.

"Dan ini semua bersatu dalam naungan jamiyah Nahdlatul Ulama," katanya.

KH Abdul Qodir Syam juga mengenalkan keberadaan kantor kepada para pengayuh becak. Disampaikan pula bahwa bangunan yang ada selalu melayani kepentingan warga dari berbagai tingkatan. Dari mulai tingkat kabupaten, kecamatan hingga desa.

“Yang di sini namanya PCNU, ada juga Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama atau MWCNU di tingkat kecamatan dan ranting NU di tingkat desa,” urainya.

Karenanya, dirinya berharap menjaga kebersamaan dan bisa berkumpul kembali pada kegiatan di kesempatan berbeda dengan acara yang kian besar. (*)

Cak War

Asosiasi Media Online Indonesia

Asosiasi Media Online Indonesia

Mitra Ijen Post

Logo Ijen Post

INFO HARGA SEMBAKO JAWA TIMUR

http://picasion.com/