Thursday, March 26, 2020

Dampak Virus Covid-19, Pembahasan LKPJ Bupati Bondowoso Tahun Anggaran 2019 Mundur

BONDOWOSO – ijenpost.com – DPRD Bondowoso dipastikan menunda kegiatan Sidang Paripurna Pembahasan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Bupati Bondowoso maret 2020 ini. Hal ini terjadi karena, Pemerintah dan DPRD masih fokus menanggulangi ancaman virus Corona (Covid-19).

Ketua DPRD Bondowoso H Ahmad Dhafir telah mengkonfirmasi penundaan sidang paripurna pembahasan LKPJ Bupati Bondowoso 2019 yang menyatakan sampai dengan bulan Maret 2020 belum ada pembahasan oleh badan musyawarah untuk menjadwalkan sidang paripurna pembahasan LKPJ Bupati Bondowoso.

“Berdasarkan Surat Kemendagri Nomor : 700/1723/OTDA, tertanggal 24 Maret 2020, perihal Perpanjangan Waktu Penyerahan LKPJ diundur paling lambat tanggal 30 April 2020. Surat  Kemendagri juga memberikan himbauan tentang pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi dalam melaksanakan pertemuan, rapat, dan sosialisasi”.

“Penundaan jadwal sidang paripurna DPRD dengan agenda pembahasan LKPJ Bupati tahun 2019 karena efek dari penyebaran virus Covid-19 sehingga tidak boleh ada kegiatan-kegiatan yang sifatnya mengumpulkan banyak orang, salah satunya seperti sidang paripurna DPRD,” jelas H. Ahmad Dhafir.

DPRD Bondowoso tetap mematuhi perintah dari pemerintah pusat, jelas H. Ahmad Dhafir, untuk membahas LKPJ Bupati selambat-lambatnya tiga bulan setelah APBD 2020 disahkan. Sesuai jadwal akhir Maret 2020 sudah digelar sidang paripurna DPRD Bondowoso. Untuk itu, dia berharap agar Covid-19 segera bisa diatasi oleh pemerintah pusat.

“Mudah-mudahan korona segera hilang dari Indonesia dan dunia. Sebab, penyebaran Covid-19 benar-benar membuat dunia serasa berhenti berputar, perekonomian mendadak seperti berhenti karena banyak aktivitas yang terpaksa berhenti”.

“Bahkan, karena Covid-19, anggota DPRD Bondowoso banyak yang tidak ngantor. Anggota DPRD ngator untuk acara-cara yang penting sekali. Kalau tidak ada yang penting anggota DPRD banyak di rumah seperti anjuran pemerintah. Saya sendiri malah ngantor di wisma ketua DPRD. Aktifitas legislatif dibatasi sementara untuk mencegah penyebaran virus corona.,” katanya.

Sebagai wakil rakyat, anggota DPRD, termasuk dirinya tetap melayani masyarakat. “Saya masih menerima tamu di wisma Ketua DPRD, kami tetap melayani masyarakat tetapi sesuai imbauan pemerintah maka tamu harus cuci tangan lebih dahulu sekaligus jaga jarak saat di ruang tamu,” tambahnya.

Ahmad Dhafir juga menimbau kepada masyarakat umum untuk mematuhi imbauan pemerintah. Agar tetap berada di rumah dan jagan keluar rumah kecuali untuk alasan yang sangat penting. Sebab, cara ini dianggap pemerintah paling efektif untuk mencegah penularan dari Covid-19.

“Cara paling efektif untuk memutus rantai penyebaran virus Covid-19, agar seluruh masyarakat Bondowoso menjalankan himbauan pemerintah untuk tetap berada di rumah agar tidak terpapar Covid-19. Ini,” harap H. Ahmad Dhafir. (*)

Cak War

Asosiasi Media Online Indonesia

Asosiasi Media Online Indonesia

Mitra Ijen Post

Logo Ijen Post

INFO HARGA SEMBAKO JAWA TIMUR

http://picasion.com/