Wednesday, April 8, 2020

Distributor Pupuk CV. Arifan Jaya Turut Serta Menjaga HET Pupuk Subsidi
“Jika Ada Kios Pengecer Menjual Pupuk Bersubsidi Diatas HET, Akan Dilakukan Tindakan Tegas, Mencabut Purchase Order (PO)”

BONDOWOSO – ijenpost.com – Penggunaan pupuk untuk sektor pertanian rakyat seperti urea, SP36, ZA, NPK dan pupuk organik pabrik adalah pupuk yang disubsidi oleh pemerintah, sehingga pupuk tersebut termasuk dalam barang diawasi karena yang berhak memperoleh adalah petani dengan luasan lahan tidak lebih dari 2 Ha. Untuk itu, pendistribusian pupuk bersubsidi haruslah tepat sasaran dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Harapan tersebut disampaikan Distributor Resmi Pupuk Bersubsidi, CV. Arifan Jaya, Moh. Sofyan Efendy, Rabu (08/4).

Moh. Sofyan Efendy menyampaikan untuk Kabupaten Bondowoso sebagai penanggung jawab penyedia dan penyalur pupuk bersubsidi pupuk urea adalah PT. Pupuk Kalimantan Timur untuk wilayah Tapen dan Sumber Wringin. Sedang urea dari PT. Petrokimia Gresik untuk wilayah Tapen, Sempol dan Botolinggo. Selanjutnya ditunjuk Kios Pengecer di tingkat kecamatan dan desa. "Distributor selalu diberikan pembinaan kepada Kios Pengecer, dengan demikian penyediaan dan penyaluran pupuk bersubsidi kepada petani dapat tepat sasaran dan sesuai ketentuan. Boleh cari untung, tetapi harus menjual sesuai dengan Harga Eceran Tertinggi (HET) dan tetap menguntungkan petani, " imbuhnya.

Moh. Sofyan Efendy juga meminta kepada Kios Pengecer untuk dapat mengetahui potensi kelompok tani yang menjadi wilayah pelayannya, berperan sebagai petugas yang memberikan petunjuk teknis kepada petani serta memastikan ketersedian stok yang minimal dua Minggu sebelum dibutuhkan oleh kelompok tani.

Alokasi berbagai jenis pupuk bersubsidi di Kabupaten Bondowoso mengalami pengurangan yang signifikan pada tahun ini. Untuk jenis urea di tahun 2020 Kabupaten Bondowoso hanya memiliki kuota 18.814 ton yang artinya terjadi pengurangan hingga 48%. Sedangkan kebutuhan pupuk urea petani di Bondowoso mencapai 36 ribu ton lebih. Penurunan tersebut berdasarkan Surat Keputusan Provinsi Jatim tanggal 9 Januari 2020.

"Saya harap kios juga tidak menjual pupuk bersubsidi dengan harga di atas HET dan tidak menjual pupuk bersubsidi kepada yang bukan berhak. Salurkan pupuk tepat waktu, tepat jumlah, tepat harga dan tepat ketentuan. Mari kita optimalkan penyaluran dan pemanfaatan pupuk bersubsidi dalam mendukung pembangunan pertanian. Jika ada Kios Pengecer menjual Pupuk bersubsidi diatas HET, saya sendiri yang akan melakukan tindakan, mencabut Purchase Order (PO) nya dan kios ijin salurnya,"tuturnya.

Saya berharap, masyarakat pro aktif turut serta memantau harga pupuk bersubsidi. Soalnya, tidak jarang pupuk bersubsidi dijual di atas harga eceran tertinggi. Adapun HET masing-masing pupuk bersubsidi per kilogramnya di tingkat kios pengecer adalah Rp. 1.800/kg untuk urea, harga SP36 Rp. 2.000/kg, Za Rp. 1.400/kg, NPK Ponska Rp. 2.300/kg dan organik Rp. 500/kg. "Pengawasan HET ini memang tugas Disperindag, tapi kalau ada temuan tetap kita laporkan ke KP3," katanya. (*)

Cak War

Asosiasi Media Online Indonesia

Asosiasi Media Online Indonesia

Mitra Ijen Post

Logo Ijen Post

INFO HARGA SEMBAKO JAWA TIMUR

http://picasion.com/