Tuesday, April 14, 2020

Ketua DPRD : Semua Pasien Covid-19 Ditanggung Pemerintah dan Desa Wajib Menyediakan Masker Kepada Seluruh Warganya

BONDOWOSO – ijenpost.com – Ketua DPRD Bondowoso, H, Ahmad Dhafir, menegaskan setiap pembiayaan dan perawatan pasien virus corona atau Covid-19 ditanggung pemerintah. Sebab, menurut H. Ahmad Dhafir, pemerintah telah berkomitmen untuk hal tersebut.

"Seluruh masyarakat Bondowoso yang dirawat karena virus Covid-19 dan masuk rumah sakit (RS), biayanya ditanggung pemerintah," kata H. Ahmad Dhafir, kepada ijenpost.com, Selasa (14/04/2020).

H.Ahmad Dhafir berharap masyarakat tidak ragu untuk melaporkan apabila oknum yang meminta tagihan pembiayaan di RS.

"Kalau ada ulah oknum lapor saja, biar ditindak. Sekali lagi jika ada yang main-main urusan Covid-19, siapa orangnya? Tempatnya di mana? Lapor. Nanti kita minta aparat hukum bertindak. Pasti diproses," tegasnya.

Sesuai dengan komitmen pemerintah pusat, lanjut H. Ahmad Dhafir, Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati mengatakan, anggaran pembiayaan pasien corona akan bersumber dari APBN dan APBD, yang disalurkan lewat Kemkes. Sebab, Covid-19 tidak masuk dalam biaya yang bisa ditanggung BPJS Kesehatan dari iuran.

H. Ahmad Dhafir menegaskan, langkah pemerintah pusat mengambil kebijakan tersebut untuk memberi kepastian bagi rumah sakit yang kini merawat pasien positif corona.

Badan Anggaran (Banggar) DPRD Bondowoso sepakat memberi ruang seluas-luasnya kepada Eksekutif atau Pemkab untuk mengalokasikan anggaran penanggulan Covid-19. Tapi, tetap sesuai aturan perundangan-undangan,” katanya.

H. Ahmad Dhafir menambahkan, dalam rangka pencegahan dan penanggulangan terjadinya penyebaran Covid-19 serta mengantisipasi penyebarannya di desa, masyarakat wajib menggunakan masker, ini sesuai dengan himbauan pemerintah untuk mengantisipasi penyebaran Covid-19. “Pemerintah Desa wajib menyediakan masker dan di bagikan kepada seluruh warganya secara gratis”.

H. Ahmad Dhafir juga menghimbau, pemerintah desa juga mendirikan posko relawan desa lawan corona atau covid -19, sebagai sentral untuk memudahkan, serta mengakomodir dan koordinasi segala kegiatan kegiatan pencegahan wabah ini di desa dan upaya lain yang dilakukan penyemprotan disinfectant dengan melibatkan semua unsur desa seperti BPD staf Desa RT/RW, serta Ormas, Karang Taruna, Pemuda, selain itu kami juga menyediakan handsanitizer di tempat ibadah, serta melakukan sosialisasi ke warga warga tentang pencegahan covid-19, kita tidak boleh hanya berharap dari pemerintah pusat atau daerah saja, tetapi Desa sendiri harus mengambil langkah inisiatif untuk menjaga desanya masing masing,” jelasnya. (*)

Cak War

Asosiasi Media Online Indonesia

Asosiasi Media Online Indonesia

Mitra Ijen Post

Logo Ijen Post

INFO HARGA SEMBAKO JAWA TIMUR

http://picasion.com/