Tuesday, April 14, 2020

Penyampaian LKPJ Bupati Bondowoso TA 2019

BONDOWOSO – ijenpost.com – Bupati Bondowoso Drs KH Salwa Arifin menyampaikan nota penjelasan terhadap Laporan Keterangan Penanggung Jawaban (LKPJ) Tahun 2019 pada DPRD, di Gedung Graha Paripurna DPRD setempat, Selasa (14/4/2020).

Rapat Paripurna yang dipimpin oleh Ketua DPRD Bondowoso, H Ahmad Dhafir, dan dihadiri Bupati Salwa Arifin, Wakil Bupati Irwan Bachtiar Rahmat, Sekda Syaifullah dan Anggota DPRD Kabupaten Bondowoso serta Forkopimda dan sejumlah ASN.

Dalam rapat tersebut, Bupati Salwa mengatakan berakhirnya masa penyelenggaraan anggaran pembangunan pemerintah daerah tahun anggaran 2019 maka sebagaimana amanat undang-undang.

“Saya selaku kepala daerah memiliki kewajiban untuk menyampaikan LKPJ tahun 2019 kepada DPRD Bondowoso yang Didalamnya memuat arah kebijakan pembangunan, kebijakan pengelolaan keuangan daerah dan hasil penyelenggaraan pemerintahan,”katanya.

Pihaknya berharap, penya8mpaian LKPJ ini dapat menjadi sarana yang efektif untuk melakukan evaluasi atas penyelenggaraan otonomi daerah yang lebih efisien, efektif, transparan dan akuntabel.

Informasi dihimpun, LKPJ Bupati Bondowoso ini disusun berdasarkan Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJMD) Tahun 2018-2023, Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Tahun 2019, Kebijakan Umum APBD (KUA) dan Prioritas dan Plafon Anggaran Sementara (PPAS) Tahun 2019.

Serta peraturan Bupati Bondowoso Nomor 94 tahun 2018 tentang penjabaran anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) Kabupaten Bondowoso tahun 2019 dan peraturan Bupati Bondowoso Nomor 42 tahun 2019 penjabaran perubahan APBD Kabupaten Bondowoso Tahun Anggaran 2019.

Kata Bupati, berdasarkan penjabaran perubahan APBD Kabupaten Bondowoso Tahun Anggaran 2019. Sebagaimana Rencana Kerja Pembangunan Daerah (RKPD) Tahun 2019.

“Tema pembangunan Kabupaten Bondowoso tahun 2019 adalah “Peningkatan Pertumbuhan Ekonomi, Daya Saing dan Kesejahteraan Masyarakat Didukung Oleh Pembangunan Insfrastruktur Berwawasan Lingkungan” dengan prioritas pembangunan diarahkan kepada Peningkatan Pertumbuhan Ekonomi, Peningkatan Daya Saing Daerah, Peningkatan Kesejahteraan Masyarakat dan Pembangunan Infrastruktur Berwawasan Lingkungan,” urainya.

Dalam hal pengelolaan keuangan daerah, Bupati Salwa pun menjelaskan, bahwa gambaran umum pelaksanaan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Bondowoso Tahun Anggaran 2019 yang masih bersifat unaudited.

“Berdasarkan laporan keuangan yang disusun, realisasi pendapatan daerah tahun 2019 mencapai angka Rp. 2.156.958.262.466,15 (dua triliyun seratus lima puluh enam milyar lebih) atau mencapai sebesar 99,88% dari target yang ditetapkan sebesar Rp. 2.159.622.459.362,57 (dua triliyun seratus lima puluh sembilan milyar lebih),”jelasnya.

Menurutnya, dalam hal pendapatan daerah, kemampuan fiskal daerah masih rendah, karena realisasi penerimaan PAD pihaknya baru tercapai 10,13% dari keseluruhan pendapatan menunjukkan bahwa kemampuan/kemandirian daerah masih sangat bergantung dari dana Pusat dan Provinsi.

Hal ini merupakan tantangan bagi Pemerintah Daerah untuk meningkatkan PAD dan sekaligus menjadikannya peluang untuk mengoptimalkan penerimaan pendapatan sesuai potensi daerah yang dimiliki.

“Dari sisi belanja daerah pengelolaan keuangan daerah dapat diselenggarakan secara efektif dengan tingkat penyerapan anggaran mencapai sebesar 93,43 %. Belanja daerah tahun 2019 dianggarkan sebesar Rp. 2.360.970.337.728,58

(dua triliyun tiga ratus enam puluh milyar lebih) dan terealisasi sebesar Rp.2.205.808.327.365,39 (dua triliyun dua ratus lima milyar lebih). Sedangkan pembiayaan daerah tahun 2019

tercapai sebesar Rp. 201.347.878.366,01 (dua ratus satu milyar lebih) atau 100% dari target yang ditetapkan sebesar Rp. 201.347.878.366,01 (dua ratus satu milyar lebih),” terangnya.

Selanjutnya kata Bupati Salwa, dengan mengacu pada prioritas pembangunan Nasional, prioritas pembangunan Provinsi Jawa Timur, dan tema pembangunan Kabupaten Bondowoso tahun 2019 serta memperhatikan RPJMD Kabupaten Bondowoso.

Maka kata dia, prioritas pembangunan Kabupaten Bondowoso tahun 2019 dalam Rencana Kerja Pembangunan Daerah (RKPD) tahun 2019 adalah peningkatan pertumbuhan ekonomi daerah.

Pada Tahun 2017, pertumbuhan ekonomi Kabupaten Bondowoso mencapai 5,03% meningkat menjadi 5,10% pada tahun 2018. Pada tahun 2019 berdasarkan angka sementara BPS, pertumbuhan ekonomi mencapai 5,29%.

“Tingkat capaian kinerja Pertumbuhan ekonomi pada tahun 2019 sebesar 105,04%. Ini menunjukkan pertumbuhan produksi barang dan jasa di Bondowoso semakin meningkat dan prospek perkembangan wilayah Kabupaten Bondowoso semakin baik,” imbuhnya.

Dan juga termasuk dalam peningkatan daya saing daerah, peningkatan kesejahteraan masyarakat dan pembangunan Infrastruktur berwawasan. Serta Bupati Bondowoso pun berharap saran dan masukan dari DPRD.

“Kami mengharapkan saran, masukan dan rekomendasi terhadap evaluasi atas penyelenggaraan pemerintahan daerah selama tahun 2019 yang dapat dijadikan perbaikan kinerja pada masa yang akan datang,”tutupnya. (*)

Cak War

Asosiasi Media Online Indonesia

Asosiasi Media Online Indonesia

Mitra Ijen Post

Logo Ijen Post

INFO HARGA SEMBAKO JAWA TIMUR

http://picasion.com/