Wednesday, June 10, 2020

Disaat Pemerintah Pusat Aktif Menangani Kasus Covid-19, Sekda Bondowoso Anggap Covid-19 Hanya Wacana dan Opini


BONDOWOSO – ijenpost.com – Disaat Pemerintah pusat berperan aktif untuk menekan laju penambahan kasus harian Covid-19, bertolak belakang dengan sikap Sekda Bondowoso, Saifullah. Bukan memaparkan kebijakan dan langkah-langkah penanganan covid-19 di Bondowoso, malah membuat pernyataan kontroversi yang saat ini viral di media sosial.

Dalam potongan VidCon yang beredar luas, dalam seminar Daring yang diselenggarakan oleh  Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Bondowoso, pernyataan sikap Sekda Kabupaten Bondowoso, Saifullah yang menimbulkan kontroversi dan sangat disayangkan oleh sejumlah anggota DPRD Bondowoso.

Potongan video berdurasi 32 detik tersebut, Sekda Saifullah menjelaskan bahwa saat ini dia fokus pada perkembangan di sektor pertanian dan meninggalkan persoalan Covid-19.

Dikutip dari https://indonesiapos.co.id/2020/06/10/viral-beredar-potongan-video-sekda-nyatakan-covid-hanya-opini/. Menurut Sekda, wabah Covid-19 hanyalah wacana atau opini yang dibangun oleh paradigma. Bahkan ia mengaku hingga saat ini masih belum bertemu dengan pasien Covid-19 yang seakan begitu menakutkan.

"Masalah Covid-19 saya tinggalkan dulu. Saya fokus di sektor pertanian. Covid-19 hanya opini yang dibangun oleh paradigma. Saya hingga kini belum bertemu dengan pasien Covid-19 yang dinilai sebagai hal yang menakutkan. Saya sekarang fokus pada pupuk, sektor pertanian dan masalah e-RDKK, "ujar Sekda dalam potongan VidCon itu.

Salah satu anggota DPRD Bondowoso, Ali Mansur, SH mengecam keras pernyataan Sekda dalam potongan video tersebut. Menurut dia, apa yang disampaikan Sekda tersebut tidak mencerminkan sebagai sosok pejabat negara. Sebab hal bertentangan dengan protokol kesehatan Covid-19 yang saat ini sedang dibangun oleh pemerintah.

Justru sebaliknya, pernyataan Sekda ini akan menimbulkan keresahan di masyarakat. Padahal dalam rapat Pansus Covid 19 Sekda memberikan apresiasi atas upaya pemerintah memerangi wabah corona.

"Pernyataan Sekda ini bertentangan dengan apa yang ia katakan di rapat pansus Covid-19. Di pansus dia bicara begini, di seminar daring dia menyatakan begitu,"ketusnya.

Mansur menilai sia sia ketika pemerintah menyiapkan anggaran Covid-19. "Jadi ya sia sia. Kita seakan seperti wayang, seperti dalang agar anggaran bisa diserap dan digunakan untuk menakuti masyarakat. Saya kawatir Sekda ini sedang tidak sadar atau mungkin sedang berhalusinasi," ujarnya.

Pemerintah, lanjut Mansur sedang bekerja memerangi wabah. "Kita maksimalkan anggaran Covid-19 dengan tujuan untuk menjaga kesehatan masyarakat. Tak ada alasan Covid ini sebagai wacana ataupun opini. Covid ini bukan wacana atau opini. Faktanya memang ada," ujarnya.

Di tempat terpisah, dari sumber berita yang sama indonesiapos.co.id, M. Saiful Bahar yang menjadi salah satu narasumber dalam seminar itu menjelaskan bahwa salah satu dari narasumber dalam seminar daring itu menyayangkan sikap Sekda. Sebab apa yang disampaikan Sekda bertentangan dengan upaya pemerintah untuk terus menanggulangi Covid-19.

"ya bertentangan dengan protokol kesehatan Covid-19," jelasnya.

Bahar menjelaskan bahwa Sekda sebenarnya dalam sisi lain juga ingin mengedukasi masyarakat agar tak terlalu panik, namun selayaknya narasi yang dibangun tidak harus dengan bahasa tersebut.

"Sekda juga bilang kalau ke masjid dia tidak memakai masker. Kita juga dianjurkan untuk menjaga imun dengan jamu dan iman dengan taqwa. Namun menjaga iman nanti biar menjadi tugas ulama,bukan umaro,"katanya. (*)

Cak War

Asosiasi Media Online Indonesia

Asosiasi Media Online Indonesia

Mitra Ijen Post

Logo Ijen Post

INFO HARGA SEMBAKO JAWA TIMUR

http://picasion.com/