Saturday, June 13, 2020

KASN: Meminta Bupati Memeriksa dan Beri Sanksi Oknum Kadis Bondowoso

Jakarta – ijenpost.com – Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN) selaku pengawas penerapan Nilai Dasar, Kode Etik dan Kode Perilaku ASN menanggapi cukup keras video tik tok di akun @ayuismail33 yang menjadi viral. Akun yang melibatkan oknum Kepala Dinas di Pemerintah Kabupaten Bondowoso bersama dengan seorang perempuan, mendapat teguran keras dari KASN.

Ketua KASN Agus Pramusinto mengemukakan bahwa perbuatan oknum Kepala Dinas tersebut telah mencederai etika dan perilaku seorang ASN. “Tidak patut seorang yang memegang Jabatan Pimpinan Tinggi berlaku tidak etis”, tegas Agus.

Sesuai Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara, seorang pegawai ASN diikat oleh nilai dasar, kode etik dan kode perilaku. Ini bertujuan untuk menjaga kehormatan dan martabat ASN.

Karenanya, etika yang baik harus selalu menjadi perilaku bagi seorang ASN baik diluar maupun didalam jam kedinasan.

“Kami segera meminta Bupati Bondowoso selaku Pejabat Pembina Kepegawaian untuk memeriksa dan memberikan sanksi atas kelalaian pejabat tersebut”, kata Agus.

Ketua KASN akan meminta Bupati Bondowoso untuk mengambil langkah-langkah penegakan kode etik dan kode perilaku terhadap ASN yang bersangkutan.

"Kasus ini perlu ditangani lebih lanjut melalui majelis kode etik ASN Pemkab Bondowoso sesuai mekanisme yang berlaku dalam PP 42 Tahun 2004 tentang Pembinaan Jiwa Korps dan Kode Etik Pegawai Negeri Sipil. Sanksi yang dapat dijatuhkan kepada ASN yang melanggar kode etik dan kode perilaku dapat berupa sanksi etika dan atau tindakan administratif lainnya yang sesuai dengan peraturan perundang-undangan. Kami akan memantau penanganan dan tindak lanjut kasus ini agar tidak terulang pada instansi manapun di masa mendatang", tutup Agus.

Seperti diketahui, KASN meminta Bupati bondowoso memberikan sanksi kepada Kepala Dinas Pariwisata dan Olahraga Pemerintah Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur, Harry Patriantono, bermula dari dua video TikTok di medsos dan aplikasi percakapan. Kedua video tersebut beredar luas melalui pesan WhatsApp dan medsos.

Harry Patriantono sudah memberikan klarifikasi atas viralnya video Tik Tok tersebut di beberapa media online. Seperti dilansir compas.com, Harry Patriantono memberikan klarifikasinya. “Saya tidak dalam keadaan mesum, tidak dalam berangkulan, cuma buat TikTok saja. Karena saya sebagai seorang pejabat, di mana saya harus jadi contoh, disitulah khilafnya saya, salahnya saya,” terang dia. (*)

Cak War

Asosiasi Media Online Indonesia

Asosiasi Media Online Indonesia

Mitra Ijen Post

Logo Ijen Post

INFO HARGA SEMBAKO JAWA TIMUR

http://picasion.com/