Friday, June 12, 2020

Ketua DPRD : Akui Kesalahan, Sekda Harus Minta Maaf


BONDOWOSO – ijenpost.com – Pemerintah tidak akan menerbitkan Perpu No 01 tahun 2020, jika keadaan tidak dalam keadaan darurat dalam hal ini darurat kesehatan, dan Perpu tersebut telah disahkan menjadi UU No 2 tahun 2020. Pemerintah juga telah menerbitkan perarturan yang lainnya. Hal tersebut di sampaikan Ketua DPRD Bondowoso, H. Ahmad Dhafir, 11/06 malam.

H. Ahmad Dhafir, menjelaskan dampak dari Pandemi Covid secara nasional. Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan memperkirakan angka kerugian akibat pandemi COVID-19 di Indonesia mencapai Rp. 320 triliun selama kuartal I-2020. Hal itu dikarenakan ekonomi nasional merosot sekitar 2,03%.

“Pasca penetapan Perpres 54/2020 dan SKB Dua Menteri, ada penghematan lanjutan atas belanja kementerian dan lembaga (K/L), di mana sumber penghematan adalah kegiatan/proyek yang terhambat akibat adanya pandemik Covid-19, atau dapat ditunda ke tahun berikutnya.

Sekarang ini dalam situasi pandemi  Covid-19 ini, sektor UMKM, pertanian, pariwisata adalah sektor yang paling terpukul karena ketiadaan kegiatan di luar rumah oleh seluruh masyarakat. Sektor-sektor tersebut  sekarang mengalami pukulan yang sangat besar, karena adanya restriksi kegiatan ekonomi dan sosial yang memengaruhi kemampuan sektor tersebut yang biasanya resilient, bisa menghadapi kondisi sulit”.

“Sehingga Undang-Undang No. 02/2020 mengamanahkan, salah satu stimulus untuk membantu menanggulangi dampak ekonomi kepada masyarakat adalah jaring pengaman sosial yang diperuntukkan bagi masyarakat yang tidak mampu. Dengan harapan dapat melindungi sektor usaha ekonomi agar mereka tidak mengalami damage atau bisa bertahan dalam situasi sulit”.

Sebagai wakil rakyat, saya juga harus ikut merasakan apa yang dirasakan oleh rakyat. Hari ini masyarakat tidak bisa bekerja dengan normal, hampir semua sektor pertanian, industri dan jasa mengalami dampak Covid-19. Bahkan anggaran DPRD juga dikurangi 12 Milyar, hanya semata-mata untuk menanggulangi Covid-19, kata Ketua DPC PKB ini.

“Masyarakat hari ini sedang panik dan sulit untuk memenuhi kebutuhannya. Setiap hari pemerintah pusat, provinsi dan seluruh kabupaten diwajibkan untuk mengumumkan masyarakat yang terpapar Covid-19, bahkan di Bondowoso hari ini, sudah ada 19 orang terinfeksi Covid-19. Hal ini menjadi aneh jika Sekda (Saifullah, SE., M.Si) menyatakan tidak pernah ketemu dengan orang yang terinfeksi Covid-19, ini yang benar yang mana”, kata H. Amad Dhafir.

Maka saran saya, Sekda untuk memahami dan melaksanakan regulasi yang ada, menenangkan dan memberikan pemahaman yang benar kepada masyarakat. Sekda harus minta maaf kepada seluruh masyarakat Bondowoso, bahwa pernyataan itu tidak sengaja, yang menyatakan Covid-19 hanya opini dan sebagainya.

Mengakui kesalahannya, jangan pertahankan pendapat yang salah, pandemi Covid-19 ini bukan hanya bencana nasional, Covid-19 menjadi bencana dunia bahkan hampir seluruh negara dunia merasakan dampaknya.

Negara ini tidak bodoh, sampai menghentikan kegiatan eksport impor, membatasi kegiatan pembangunan, industri barang/jasa, yang jelas-jelas sangat merugikan sektor pendapatan negara, lalu Covid-19 dikatakan hanya opini yang dbangun dengan sebuah paradigma, pungkas H. Ahmad Dhafir. (*)  

Cak War

Asosiasi Media Online Indonesia

Asosiasi Media Online Indonesia

Mitra Ijen Post

Logo Ijen Post

INFO HARGA SEMBAKO JAWA TIMUR

http://picasion.com/