Thursday, July 23, 2020

RobertoNews :Apa Bedanya Gemuk dan Obesitas?

Zaman Now, baik pria maupun wanita semua takut gemuk karena tertanam di benak kita bahwa gemuk itu betesiko banyak penyakit seperti penyakit jantung,kolesterol timggi, stroke dan lain sebagainya.Baik gemuk maupun obesitas, keduanya sama-sama mengindikasikan adanya kelebihan kadar lemak dalam tubuh.Perlu dicatat bahwa orang gemuk atau obesitas
belum tentu usia lebih pendek alias duluan mati dibandingkan orang kurus.

Gemuk dan obesitas adalah dua hal yang berbeda. Kenapa?
OBESITAS bersifat lebih parah jika dibandingkan dengan GEMUK 
Orang yang gemuk belum tentu obesitas, tetapi mereka yang obesitas sudah pasti gemuk.

Menurut data Riset Kesehatan Dasar tahun 2013,
A. Berdasarkan usia 
persentase mereka yang menderita OBESITAS  lebih banyak jika dibandingkan dengan yang memiliki badan GEMUK . Wanita juga memiliki persentase lebih tinggi baik dalam kategori berat badan lebih maupun obesitas. 

    B.   Berdasarkan wilayah tempat tinggal, 
mereka yang tinggal di wilayah perkotaan memiliki persentase GEMUK dan OBESITAS yang lebih tinggi.karena berhubungan pola hidup berbeda dan cendrung makan .Hal ini terbukti setiap orang masuj Mall pasti mencicipi masakan walaupun kenjang lhat ada masakan aneh pasti mampir mencicipi lagi.

BEDA GEMUK & OBESITAS,
1.Gemuk dan obesitas digunakan untuk mengidentifikasi mereka yang berisiko tinggi untuk mengalami masalah kesehatan yang diakibatkan kelebihan kadar lemak dalam tubuh.
2.Gemuk dan obesitas biasanya diukur menggunakan IMT atau Indeks Massa Tubuh. 

Apakah Indeks masa tubuh akurat?
Pengukuran yang menghasilkan gemuk dan obesitas biasanya dilakukan menggunakan indeks massa tubuh. Pada masing-masing individu, indeks massa tubuh merupakan salah satu alat skrining yang cukup baik untuk mendeteksi status gizi, tetapi tidak dapat digunakan untuk mengetahui total jumlah lemak dalam tubuh atau menyatakan status kesehatan seseorang. Maka dari itu, praktisi kesehatan disarankan untuk melakukan pemeriksaan lebih lanjut jika ingin mendiagnosis status kesehatan seseorang maupun risiko mengidap penyakit tertentu.
Penghitungan indeks massa tubuh ini menggunakan berat badan dan tinggi badan. yaitu membagi berat badan anda dalam kilogram dengan hasil kuadrat tinggi badan anda dalam meter. 
Sebagai contoh, jika berat badan Anda 58 kg dan tinggi badan Anda 1,6 meter maka penghitungannya adalah 58/1,6 x 1,6 sehingga didapatkan hasil 22,65.
Indeks Masa Tubuh (IMT) inilah yang kemudian digunakan untuk menentukan apakah Anda termasuk gemuk atau obesitas.

Pembagian indeks masa tubuh adalah sebagai berikut:
IMT <18,5 termasuk kategori kurus atau kurang berat badan.
IMT 18,5 - 25 termasuk kategori normal.
IMT 25-30 berada pada kategori berat badan berlebih atau gemuk.
IMT >30 termasuk kategori obesitas.

KATAGORI OBESITAS :
Obesitas kelas 1: indeks massa tubuh antara 30 -35
Obesitas kelas 2: indeks massa tubuh antara 35 - 40
Obesitas kelas 3; indeks massa tubuh di atas >40.disebut juga obesitas ekstrem .

Meskipun indeks massa tubuh tidak dapat digunakan untuk mengukur kadar lemak dalam tubuh secara langsung, tetapi beberapa penelitian menunjukkan bahwa hasil pengukuran indeks massa tubuh tidak terlalu jauh berbeda dengan hasil pengukuran lemak tubuh secara langsung melalui pengecekan tebal lemak kulit, impedansi biolektrikal, pengukuran berat badan di bawah air, maupun metode pengukuran lemak tubuh lainnya. Lebih jauh lagi, indeks massa tubuh juga berhubungan secara kuat dengan berbagai macam kondisi kesehatan jika dibandingkan dengan pengukuran kadar lemak secara langsung.

GEMUK vs OBESITAS, Mana bahaya?
Secara keseluruhan, baik gemuk maupun obesitas sama-sama memberikan efek buruk bagi kesehatan Anda, karena keduanya merupakan penanda bahwa Anda mengalami kelebihan lemak. Tetapi jika dihubungkan dengan banyaknya kadar lemak dalam tubuh, maka obesitas sudah pasti lebih berbahaya dibandingkan dengan kegemukan karena lebih tingginya kadar lemak dalam tubuh. Namun coba perhatikan di mana lemak anda tersimpan. Meskipun snda belum termasuk obesitas, tetapi jika lemak anda banyak terdapat pada perut, maka risiko Anda menderita berbagai jenis penyakit degeneratif menjadi lebih besar. Lemak perut lebih berbahaya jika dibandingkan dengan lemak yang terdapat pada pinggul atau bagian tubuh lainnya.

Cara paling mudah untuk mengukur apakah anda memiliki penumpukan lemak di perut adalah dengan cara mengukur lingkar pinggang Anda. Pada wanita, disarankan lingkar pinggang anda tidak melebihi 80 cm, sementara pada pria tidak lebih dari 90 cm.
Sebagai kesimpulan bahwa apapun anda dikatagori GEMUK atau OBESITAS namum anda taat pada protokol hidup sehat antara lain :
1. Mengurangi makanan yang berlemak seperti daging, santan dsbnya
2. Membatasi asupan makanan berlebih terutama beras, sagu, kentang dsbnya.
3. Memgurangi minuman manis dan alkohol serta rokok.
4. Berolah raga rutin minimal 5x seminggu dalam interval waktu 40 menit.
5. Tidur yang cukup diatas 7 jam / hari.
6. Makan buah dan sayur segar 
7. Membawa dirimu dalam suasana gembira, bersukaria dalam keluarga, karoake,rekreasi.
Bila anda dalam katagori GEMUK atau OBESITAS , anda harus gembira karena bentuk tubuh anda adalah sebuah pemberian dari YME, harus disyukuri dan taati protokol hidup sehat di atas ini,Semoga artikel ini bisa memberikan pencerahan bagi mereka yang resah atas badannya Gemuk or Obesitas.Anda Sehat Kami Bangga!
Sekilas info, Semoga bermanfaat !
RobertoNews 849: 《22.7.2020(23.38)》



Cak War

Asosiasi Media Online Indonesia

Asosiasi Media Online Indonesia

Mitra Ijen Post

Logo Ijen Post

INFO HARGA SEMBAKO JAWA TIMUR

http://picasion.com/