Wednesday, October 7, 2020

Bondowoso Peroleh Tambahan Kuota Pupuk Ribuan Ton, Lindungi Petani

BONDOWOSO – ijenpost.com – Kabupaten Bondowoso memperoleh tambahan kuota pupuk bersubsidi. Tambahan dimaksud secara terperinci yakni untuk pupuk urea peroleh tambahan 5.677 ton, ZA tambahannya 1.707 ton, NPK 658 ton, SP-36 mendapat tambahan 90 ton, dan pupuk organik 568 ton.

Ketua DPRD Bondowoso, H. Ahmad Dhafir, menerangkan, tambahan kuota ini menjadi angin segar bagi para petani. Setelah sebelumnya sempat ada pengurangan pupuk bersubsidi hingga sekitar 50 persen.

Karena itulah, Ia mengingatkan agar Pemkab melalui dinas dan petugas terkait benar-benar melakukan pengawasan pendistribusiannya. Mulai dari distributor, hingga kios pupuk. 
 
Terkait pendistribusian, lanjut H. Ahmad Dhafir, agar sesuai dengan kebutuhun pupuk lahan pertanian serta tepat sasaran pada petani yang berhak dan memperhatikan kondisi klimatologi setiap daerah, diprioritaskan pada lahan yg 3 kali musim tanam. “Jangan sampai terulang kasus distributor pupuk yang pada tahun 2019 mengembalikan kelebihan kuota pupuk karena di daerah tersebut hanya memiliki musim tanam 1 sampai 2 kali dalam satu tahun,  tetapi pada tahun 2020 kuota pupuk di daerah tersebut malah di tambah 100% dari kuota pupuk tahun 2019”.

"Hal Ini menandakan masih adanya ketidak sesuain data petani penerima pupuk bersubsidi atau bisa diindikasikan ada permainan dari orang- orang yang tidak bertanggung jawab baik itu dari petugas lapangan yang bekerjasama dengan petani yang tidak berhak menerima pupuk bersubsidi”

“Dulu pembelian pupuk subsidi itu based on data manual. Sehingga banyak terjadi petani yang benar-benar berhak mendapatkan pupuk bersubsidi justru tidak mendapatkannya.
 
Sekarang dengan adanya Kartu Tani by name by address, data penerima telah dilakukan verifikasi berjenjang dan telah tersusun rapi sehingga didapat data Para petani yang tergabung dalam kelompok tani dan terdaftar dalam sistem elektronik Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (e-RDKK) sebagai petani yang berhak menerima pupuk bersubsidi”

Petani yang berhak mendapatkan pupuk subsidi, jelas H. Ahmad Dhafir, diatur dalam kriteria berdasarkan Permentan 01/2020. “Untuk Kecamatan Ijen, perlu ada alokasi pupuk bersubsidi, karena berdasarkan ketentuan pemerintah petani penerima pupuk bersubsidi bukan hanya petani yang melakukan usaha tani sub sektor tanaman pangan tapi juga usaha tani sub sektor perkebunan, hortikultura, dan peternakan dengan lahan paling luas 2 hektare. Petani juga melakukan usaha tani sub sektor tanaman pangan pada PATB”. Penambahan kuota pupuk bersubsidi, diharapkan berdampak pada peningkatan produktivitas pertanian sebagai bagian untuk menunjang ketahanan pangan, pungkasnya. (*)

Cak War

Asosiasi Media Online Indonesia

Asosiasi Media Online Indonesia

Mitra Ijen Post

Logo Ijen Post

INFO HARGA SEMBAKO JAWA TIMUR

http://picasion.com/